pengertian dan manfaat goal setting di dunia kerja

Pengertian dan Manfaat ‘Goal Setting’ di Dunia Kerja

Baik untuk kehidupan personal ataupun profesional, goal setting adalah bagian penting yang bisa bikin kita menjadi lebih baik lagi.

Kalau tujuan kamu dirasa belum tercapai juga, bisa jadi penyebabnya karena goal setting yang belum maksimal.

Selain itu, menentukan tujuan yang kurang tepat juga nantinya bisa berpengaruh pada produktivitas kerja serta motivasi kamu untuk melakukan yang terbaik.

Kalau kamu baru menyadari akan pentingnya hal ini, tidak ada kata terlambat untuk segera memulainya. Artikel kali ini akan membahas bagaimana cara merumuskan gol agar lebih optimal. Yuk, langsung di simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Goal Setting?

Sebelumnya kamu harus tahu pengertian dari goal setting itu sendiri. Gol adalah tujuan seseorang yang ingin ia raih, umumnya keahlian atau kemampuan yang ingin kamu kuasai dalam kurun waktu tertentu.

Jadi, goal setting adalah proses dalam menentukan sasaran yang ingin dituju dan cara untuk mendapatkannya.

Goal setting tidak cuma berisi pencapaian dan reward yang ingin kamu dapatkan, tetapi juga kerja keras yang harus kamu lewati.

Baca Juga: Apa itu ‘Monday Blues’, Rasa Sedih yang Hampiri Pekerja Tiap Senin

Lebih jauh lagi, dijelaskan kalau penetapan tujuan ini sangat berpengaruh pada motivasi untuk mengerjakan sesuatu.

Itulah mengapa setiap orang punya kinerja yang berbeda-beda, karena seseorang yang goal-oriented akan mempunyai motivasi kerja yang yang lebih tinggi.

Manfaat Goal Setting di Tempat Kerja

Dikutip dari Psychology Today, berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh, kalau kamu mengimplementasikan goal setting di kehidupan pribadi ataupun di tempat kerja.

1. Membuat kamu tetap fokus

Goal setting dapat memudahkan kamu dalam berkonsentrasi pada pekerjaan-pekerjaan penting. Ketika kamu tahu apa yang kamu kejar dari sebuah proyek, kamu akan lebih fokus pada langkah-langkah paling penting untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Contohnya, bila kamu seorang telemarketing dan ingin mencapai target penjualan bulanan, kamu bisa menetapkan misi kecil misalnya melakukan 10 panggilan ke calon klien atau mengirimkan penawaran lewat email per hari.

2. Membantu menggapai gol yang lebih besar

Untuk bisa mencapai yang menjadi tujuanmu, kamu mungkin harus melewati banyak rintangan sebelum akhirnya bisa mendapatkannya.

Nah, dengan menentukan tujuan, kamu dapat terus menarik langkah lebih dekat dengan mimpi terbesar kamu.

Contohnya, kamu punya mimpi untuk mendapatkan beasiswa S2 di luar negeri. Maka, kamu dapat membuat gol yang lebih spesifik seperti belajar menguasai bahasa asing sampai fasih.

3. Memberikan kamu dorongan untuk terus melakukan sesuatu

Mimpi cuma akan jadi angan-angan kalau kita tidak berusaha untuk menggapainya. Penentuan tujuan bisa jadi motivasi kamu dalam menjalankan action plan yang sudah ditentukan.

Ingat, progres kecil tetaplah sebuah progres. Jadi, sebuah tujuan tidak harus sesuatu yang besar.

Yang penting, goltersebut membuat kamu jadi lebih tertantang untuk melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga: Kehilangan Kerja karena Jejak Digital, Ini Tips Membersihkannya

4. Menghindari mimpi yang hanya sesaat

Kebanyakan dari kita pasti mempunyai mimpi besar, namun sering juga untuk lupa mengejar mimpi tersebut atau menggantinya dengan mimpi yang lain.

Goal setting adalah cara yang dapat kamu lakukan untuk menghindari hal ini. Mengapa demikian?

Penetapan tujuan bisa membantu kamu untuk tetap fokus pada hal-hal yang saat ini paling penting untukmu dan harus kamu utamakan terlebih dahulu.

Langkah Membuat Goal Setting dalam Pekerjaan

Setiap orang penting mempunyai goals setting atau target yang ingin dicapai dalam pekerjaan. Bahkan di kehidupan sehari-hari target tersebut harus selalu ada. Nah, berikut ini beberapa langkah membuat goal setting.

  • Menentukan tujuan yang jelas

Menentukan tujuan yang baik adalah saat kamu dapat memilih tujuan yang tidak ambigu. Nah, kamu dapat pelajari metode SMART. Metode ini sering sekali dipakai dan terbukti memberikan manfaat positif dalam mewujudkan target dalam bekerja.

S : Spesific yang berarti sangat jelas tentang apa, kapan dan dimana kamu harus bisa mencapai target tersebut. Contohnya saat kamu ingin jabatan maka, kamu perlu menentukan dengan jelas kapan waktunya dan cara yang dipakai seperti apa.

M : Measurable yaitu target bisa diukur dengan adanya patokan ukuran realistis. Contohnya ingin gaji sekarang Rp5 juta, lalu kamu menentukan target tahun depan gaji jadi Rp7 juta misalnya.

A : Attainable yaitu realistis sehingga tidak mustahil untuk dicapai namun juga tidak terlalu gampang juga untuk dicapai. Contoh ingin mempunyai tabungan Rp30 juta dalam waktu 3 tahun namun sekarang ini kamu belum mendapatkan pekerjaan.

R : Relevant. Saat menentukan tujuan untuk diri sendiri, kamu perlu mempertimbangkan apakah tujuan itu relevan atau tidak. Setiap tujuan kamu harus sejalan dengan nilai-nilai kamu dan tujuan jangka panjang yang lebih besar.

T : Time-Based artinya setiap goals setting yang sudah kamu buat harus ditentukan batas waktunya atau deadline. Dengan adanya deadline akan membuat kamu jadi lebih semangat sehingga kamu tidak akan menunda pekerjaan.

  • Mempunyai komitmen yang kuat

Komitmen sangat berhubungan dengan seberapa kuat tekadmu untuk mencapai tujuan.

Sebagian besar tujuan bisa tercapai saat seseorang mempunyai komitmen yang kuat, bahkan saat harus menghadapi hambatan yang lumayan sulit.

Sebaliknya, kalau komitmen kamu tidak begitu kuat, kemungkinan besar kamu akan gampang untuk menyerah saat menggapai tujuan tersebut.

  • Tentukan golyang menantang tapi tetap realistis

Sebuah tujuan haruslah menantang tetapi juga mampu untuk kamu mencapainya. Salah satu hal yang dapat berikan motivasi adalah perasaan bangga dan senang waktu mencapai sebuah prestasi.

Baca Juga: Apa itu ‘Zoom Fatigue’ dan Bagaimana Cara Menghadapinya?

Maka, sebaiknya jangan membuatgolyang terlalu gampang supaya kamu dapat merasakan perasaan tersebut.

Namun, kamu juga harus hati-hati dengan tujuan yang terlalu tinggi, takutnya kamu malah menjadi tidak termotivasi dan membuat kamu jadi stres.

  • Minta feedback dari orang yang kamu percaya

Mengapa feedback juga punya peran penting dalam membuat goal-setting?

Dengan adanya feedback, kamu dapat menilai efektivitas dan tingkat keberhasilanmu untuk mencapai tujuan kamu tersebut.

Read More
alasan pindah kerja yang tepat

6 Alasan Pindah Kerja yang Bisa Kamu Pakai

alasan pindah kerja – Memilih resign atau mengundurkan diri merupakan hal yang wajar dalam dunia kerja. Ini biasanya dilatarbelakangi oleh berbagai macam alasan. Mulai dari jenuh, menemukan tempat kerja yang lebih baik, hingga alasan personal seperti keluarga atau pengembangan pendidikan.

Buat kamu yang sekarang ini memang berencana undur diri dari kantor sekarang, apakah sudah terpikir alasan apa yang bakal kamu gunakan?

Alasan mundur atau pindah kerja ini enggak cuma buat kamu sendiri, tapi biasanya akan ditanyakan kembali saat kamu wawancara kerja di perusahaan baru. Pertanyaan ini memang terkesan tricky karena ketika jawabanmu tampak menjelek-jelekkan perusahaan atau atasan di kantor sebelumnya, kamu bisa menimbulkan kesan kurang baik di mata rekruter.

Karena itulah penting buatmu memahami alasan pindah kerja tapi tak menimbulkan kesan buruk. Kira-kira apa sajakah itu? Ayo simak selengkapnya.

1. Alasan Pindah Kerja yang Pertama, Mencari lingkungan Kerja Baru

Bekerja dalam lingkungan yang toksik dan tak mendukungmu untuk berkembang, tentu tidak nyaman. Namun, saat wawancara di tempat kerja yang baru, usahakan untuk tidak terlalu mengekspos tempat kerja lamamu.

Baca Juga: Mahalnya Biaya Ibu Bekerja, Sebagian Putuskan ‘Resign’

Meski memang tempat kerjamu toksik, kamu dapat memilih alternatif narasi lain waktu menyampaikan alasanmu. Ini beberapa yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Kamu ingin mencari lingkungan kerja yang lebih dinamis supaya skill yang didapat lebih berkembang lagi.
  • Kamu ingin ikut menjadi bagian dalam tim yang lebih besar, sehingga kamu lebih banyak belajar hal-hal baru. Selain itu, tim yang besar akan membuat kamu menantang diri sendiri.

Supaya lebih detail, kamu juga bisa menambahkan alasan mengapa lingkungan tersebut bisa membantu perkembangan kariermu, sehingga rekruter bisa lebih percaya.

2. Ingin Mencari Pengalaman serta Tantangan Baru

Alasan pindah kerja selanjutnya yang bisa kamu sampaikan ke rekruter adalah untuk mencari pengalaman baru.

Saat dalam sesi interview, baiknya kamu juga menjelaskan berapa lama kamu sudah bekerja di perusahaan sebelumnya, serta pekerjaan apa yang kamu kerjakan di sana. Mentok di tempat kerja dengan tugas yang monoton, bisa jadi alasan kuat seseorang untuk pindah kerja.

Selain itu, saat kamu memperlihatkan keinginan untuk berkembang dan belajar, itu bisa jadi poin tambahan bagi HRD. Agar apa yang disampaikan lebih meyakinkan, coba juga jelaskan secara detail visi misimu jika diterima di perusahaan yang baru nanti.

3. Pindah Jalur Karier dapat Menjadi Alasan Pindah Kerja

Apakah kamu enggak suka dengan pekerjaan yang sekarang ini? Apakah kamu terpikir untuk switch career atau berganti karier? Career switch sekarang ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi dan bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

Kemudahan untuk belajar dan mengambil kursus daring sekarang ini memungkin orang untuk mempelajari sesuatu yang tak dia pelajari di bangku kuliah. Untuk menjadi tenaga pemasaran digital misalnya, kamu perlu memahami seluk beluk dunia digital. Pekerjaan-pekerjaan yang bisa dipelajari dengan otodidak sangat memungkinkan untuk kamu switch career.

Baca juga: Pentingnya Mentor dalam Mengembangkan Karier

Dikutip dari The New York Times, saat memilih pindah jalur karier, kita biasanya mengalami kesulitan karena bersaing dengan para pekerja lainnya. Namun, jika terus dijalani dan portofolio kita terus bertambah, bukan tidak mungkin kita bisa meyakinkan pihak perusahaan.

Jika kamu memang sudah ada niatan untuk switch career dan belum punya portofolio, lebih baik kamu mulai dari sekarang, sedikit demi sedikit mempelajari pekerjaan yang kamu impikan.

4. Ada Tawaran Kerja yang Lebih Baik

Kesempatan kerja bisa saja tiba-tiba datang tanpa kamu sangka. Misalnya, ada rekuter yang langsung menghubungi kamu lewat media sosial seperti Linkedin karena melihat personal branding yang kamu bangun, dan menawarkan kompensasi yang lebih tinggi. Dengan adanya kemudahan teknologi seperti sekarang ini, para rekruter lebih gencar mencari kandidat lewat berbagai macam platform.

Adanya tawar kerja lebih baik merupakan salah satu alasan yang realistis di dunia kerja, sehingga kamu dapat menggunakan alasan ini saat kamu ditanya mengapa tertarik untuk melanjutkan proses rekrutmen kerja tersebut.

5. Gaji tidak Sepadan dengan Beban Pekerjaan yang Ada

Kalau kamu resign dari perusahaan karena merasa beban kerja yang diberikan terlalu berat, tapi gaji tak sepadan, ini dapat menjadi alasan pindah kerja.

Meski pembahasan soal gaji seringkali tabu di Indonesia, namun ini justru penting dibicarakan saat proses interview. Alasan gaji bisa kamu kemukakan waktu ditanya rekruter saat melamar kerja di tempat baru. Karena alasan ini bisa dibilang logis dan dapat diterima oleh pihak HRD waktu interview kerja.

Baca Juga: 8 Pekerjaan yang Cocok untuk Kamu Si Kutu Buku

Tentunya gaji yang diberikan memang harus sesuai dengan beban kerja yang dilakukan, karena hal ini merupakan hak sebagai karyawan. Jadi, tidak perlu sampai takut apalagi malu untuk menyampaikan masalah gaji waktu wawancara kerja.

6. Terkena Dampak Layoff

Pemutusan Hubungan Kerja sering kali terjadi tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, alhasil kita keluar kerja tanpa ada persiapan. Biasanya, alasan perusahaan untuk efisiensi, adanya merger atau akuisisi, hingga restrukturisasi perusahaan. Karena kena PHK bukan salah karyawan, tidak apa-apa untuk bilang saat interview bahwa kamu terkena layoff.

Agar perusahaan lebih yakin tidak ada yang salah dengan kinerjamu di perusahaan sebelumnya, coba jelaskan pencapaian yang sudah pernah kamu raih sebelumnya. Pun, jelaskan bagaimana kamu ingin meneruskan karier di bidang tersebut dengan pengalaman yang sudah kamu kantongi.

Read More
pengertian dan cara sederhana atasi monday blues

Apa itu ‘Monday Blues’, Rasa Sedih yang Hampiri Pekerja Tiap Senin

Monday blues adalah permasalah yang sering dihadapi oleh banyak pekerja. Sesuai namanya, itu datang setiap Senin menjelang. Imbas dari monday blues ini bisa lumayan mengganggu. Dari membuat tidak bersemangat, stres, produktivitas kerja jadi turun, bahkan bisa memengaruhi kesehatan mental kamu.

Supaya permasalahan ini tidak berkepanjangan, berikut penjelasan lengkap mengenai Monday Blues dan cara mengatasinya, yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Apa itu Monday Blues?

Monday blues adalah istilah untuk menggambarkankan keadaan di mana seseorang merasa mood menurun dengan drastis pada Senin pagi. Keadaan ini lebih dari sekadar rasa malas setelah melewati akhir pekan.

Baca Juga: Kesehatan Mental Pekerja Masih Diabaikan, Perusahaan Perlu Buat Perubahan Kebijakan

Dikutip dari Healthline.com, sindrom Senin bukanlah gangguan kejiwaan apalagi depresi. Perasaan negatif yang timbul ketika depresi tidak mempunyai waktu yang spesifik seperti halnya Monday Blues. Ditambah lagi, depresi juga dapat terjadi secara terus-menerus.

Perbedaan selanjutnya, seseorang yang mengalami Monday Blues masih mempunyai minat pada aktivitas yang dianggapnya menyenangkan. Sementara, untuk orang yang mengalami depresi cenderung sebaliknya.

Namun, bukan berarti Monday Blues bisa dianggap remeh. Kalau dibiarkan berlarut-larut nantinya dapat memengaruhi kualitas hidup dan kinerja kamu.

Penyebab Monday Blues

Menurut Wyatt Fisher, PsyD, dalam artikel How to Beat the (Very Real) Monday Blues di Healthline.com, gangguan Monday Blues dapat timbul dari beberapa hal, di antaranya:

  • Suasana kantor yang kurang kondusif.
  • Tuntutan kerja yang berat.
  • Kurang beristirahat atau kurang bersenang-senang di akhir pekan.

Ciri Seseorang yang Terkena Sindrom Senin

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang umum ditemui pada seseorang yang merasakan Monday Blues:

  • Merasa tidak ada semangat untuk menghadapi Senin
  • Merasa sangat jenuh
  • Overthinking
  • Produktivitas yang menurun

Tips Mengatasi Monday Blues

Berikut ini beberapa cara yang bisa membantu kamu dalam mengatasi Monday blues:

  1. Jauhkan diri dari berbagai pekerjaan saat weekend

Pada Sabtu dan Minggu sebaiknya kamu gunakan untuk beristirahat. Hindari untuk melihat email atau membahas pekerjaan di akhir pekan. Kamu dapat berfokus pada kegiatan yang kamu senangi seperti melakukan hobi.

Baca Juga: Quiet Quitting: Kenapa Sedikit Kerja itu Bagus untukmu dan Bos

Namun, kalau memang tidak memungkinkan, kamu dapat sisihkan waktu 1 sampai 2 jam untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Kamu juga bisa memakai waktu ini untuk mengerjakan pekerjaan lebih awal, sehingga tekanan pekerjaan pada hari senin bisa lebih berkurang.

  1. Mempersiapkan Senin pada Jumat sebelumnya

Senin dapat menjadi hari yang lebih stres dikarenakan ada pekerjaan yang belum diselesaikan pada minggu sebelumnya. Supaya tidak mengalami hal tersebut, kamu harus menyelesaikan pekerjaan pada Jumat, dan membuat semacam catatan, pekerjaan apa yang akan dikerjakan di Senin. Cara ini dapat membantu kamu memulai pekan selanjutnya jadi lebih santai.

  1. Jangan begadang

Di Minggu malam, sangat disarankan untuk kamu tidur lebih awal, atau paling tidak, kamu perlu memastikan diri untuk tidak begadang.

Senin akan terasa sangat melelahkan kalau energi tidak penuh hanya karena masalah tidur yang kurang cukup.

Selain itu, akan sangat bagus kalau saat Senin, kamu bisa bangun lebih awal. Jadi, persiapan menuju kantor bisa lebih cepat. Energi penuh, tidur cukup, dan masih punya banyak waktu untuk menuju kantor. Tiga hal ini akan membuat hari Senin jadi terasa lebih ringan.

  1. Melakukan aktivitas yang menyenangkan usai jam kerja

Rasa cemas di Senin juga dapat diatasi dengan membuat rencana menyenangkan setelah pulang kerja.

Contohnya, kamu dapat membuat rencana nongkrong bareng dengan rekan kerja yang lain. Pun, mungkin kamu dapat berencana untuk melakukan aktivitas lain yang menjadi hobimu seusai kerja.

Mempunyai rencana menyenangkan setelah pulang kerja seperti itu bisa mengalihkan perasaan negatif yang datang di hari itu. Kamu juga akan lebih bersemangat karena ada aktivitas menyenangkan yang menunggu untuk setelah bekerja seharian.

  1. Mencari tahu alasan munculnya Monday Blues

Kalau Monday Blues terjadi hampir setiap pekan, ada sesuatu yang salah dengan yang kamu jalani. Kalau cuma merasa cemas dengan apa yang terjadi nantinya tidak akan menyelesaikan masalah.

Baca Juga: 7 Tips Menjaga ‘Work-Life Balance’ Buat ‘Fresh Graduate’

Setidaknya, ada dua cara yang dapat kamu coba untuk mencari tahu penyebab dari munculnya Monday Blues:

  • Melakukan refleksi atau bertanya pada diri sendiri kenapa kamu merasa cemas.
  • Mencoba ambil pulpen dan kertas, lalu tuliskan hal-hal yang kamu rasakan.
  • Ketika penyebabnya sudah kamu ketahui, akan lebih gampang untuk mendapatkan solusi dari permasalahan ini.
  1. Memilih pakaian favorit yang akan dikenakan di Senin

Dikutip dari Halodoc.com, ada beberapa penelitian yang menyatakan kalau memilih pakaian favorit untuk dipakai keesokan hari dapat menjadi cara sederhana menaikan mood agar lebih semangat menghadapi hari.

  1. Lakukan olahraga teratur

Olahraga dengan teratur 30 menit per hari, bermanfaat untuk membuat mood menjadi baik dan mengurangi risiko stres.

Pilih olahraga yang kamu senangi, misalnya bersepeda, jalan pagi, atau lari bersama keluarga atau teman di akhir pekan, supaya jadi lebih menyenangkan.

Kamu juga bisa melakukan olahraga ringan sebelum memulai kegiatan di Senin. Hal ini karena olahraga bisa meningkatkan kadar endorfin, yaitu hormon yang bisa menciptakan perasaan senang.

Read More
tips meningkatkan social skill waktu WFH

‘Social Skill’, Cara Agar Tetap Terhubung Saat WFH

Buat kamu yang masih bekerja dari rumah (WFH), penting untuk tetap menjaga komunikasi dan sosialisasi dengan rekan kerja. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan social skill kamu.

Agar sosialisasi tetap terjaga, berikut ini beberapa tips sederhana untukmu. Yuk simak tips untuk menaikan social skill berikut.

Tips Meningkatkan Social Skill saat WFH

  1. Tetap Update dengan Kegiatan Kantor

Cara pertama dan juga termudah untuk dapat bersosialisasi serta menjaga hubungan baik dengan teman kantor adalah dengan mengobrol mengenai kegiatan yang ada di kantor atau membicarakan berita yang lagi hangat di media sosial misalnya.

Kamu juga bisa membahas jobdesk yang kalian kerjakan, namun perlu digarisbawahi, ngobrol mengenai kantor dengan rekan kerja, enggak sama dengan bergosip atau membicarakan hal-hal sensitif, seperti politik kantor ya.

Baca Juga: Quiet Quitting: Kenapa Sedikit Kerja itu Bagus untukmu dan Bos

Mengobrol sesuatu di luar pekerjaan seperti hobi, musik, maupun hal lainnya dapat jadi cara yang tepat untuk menaikan social skill saat WFH.

  1. Melatih Rasa Empati

Tips yang selanjutnya untuk meningkatkan social skill adalah dengan melatih rasa empati. Empati merupakan salah satu kemampuan untuk kita bisa memahami dan mengerti perspektif serta perasaan orang lain. 

Bila kamu berempati dengan orang lain, ini akan membentuk koneksi yang kuat dengan orang tersebut. Bahkan, kalau ada rekan kerja yang sedang dililit permasalahan, kamu bisa lebih sensitif.

Namun, bagaimana kalau kamu dan rekan kerja yang lain bekerja dari rumah? Di momen inilah kamu harus bisa lebih proaktif. Salah satu tipsnya kamu bisa melakukan pendekatan lebih dulu. Contohnya, kalau ada teman di kantormu yang mengabari, anggota keluarganya \sakit, kamu dapat menanyakan kabarnya.

  1. Melatih Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan komunikasi sangat penting untuk dikuasai. Sebab, ini akan membuat orang lain jadi lebih gampang memahami pendapatmu.

Baca Juga: Apa itu ‘Self Acceptance’ dan Pengaruhnya di Dunia Kerja?

Waktu WFH, kamu dapat mengasah kemampuan komunikasi dengan ikut dalam diskusi, presentasi di depan rekan kerja baik secara formal maupun informal. Jangan lupa untuk meminta feedback dari rekan kerja kamu, dari sana akan terbentuk komunikasi dua arah yang dapat menaikan pemahaman antara satu dengan yang lainnya.

  1. Menyapa Rekan Kerja

Melakukan hal-hal kecil dan biasa dilakukan di tempat kerja, seperti menyapa rekan kerja bisa kamu lakukan juga saat WFH. Kamu dapat melakukannya lewat chat atau bicara langsung.

Menanyakan pekerjaan yang akan dilakukan hari ini, atau menanyakan apakah ada pekerjaan yang belum terselesaikan di hari sebelumnya merupakan salah satu tips meningkatkan social skill saat WFH.

Baca Juga: ‘Burnout’ di Tempat Kerja, Ini Ciri dan Tips Mengatasinya

Tidak cuma membicarakan pekerjaan saja, menurut Lifehack.org, kamu bisa bisa membicarakan mengenai hal-hal kecil lainnya supaya bisa lebih engage dengan teman-teman kamu.

  1. Belajar Mendengarkan Secara Aktif

Dikutip dari Verywell Mind, mendengarkan secara aktif (active listening) adalah cara mendengarkan dengan fokus. Dengan kata lain, kamu benar-benar menghiraukan apa yang disampaikan oleh lawan bicara kamu.

Meskipun sekarang kamu bekerja dari rumah, kamu masih dapat melatih active listening ini dengan membuat catatan khusus.

Nah, itu dia beberapa tips sederhana meningkatkan social skill saat WFH yang bisa kamu coba. Langkah mana yang sudah pernah kamu lakukan?

Read More
pekerjaan hobi membaca buku

8 Pekerjaan yang Cocok untuk Kamu Si Kutu Buku

Membaca jadi salah satu kegiatan yang relatif menyenangkan dan bisa dilakukan siapa saja. Bagi beberapa orang, buku bahkan bisa jadi teman di waktu senggang dan dapar menjadi hobi melepaskan stres. Buku cerita fiksi misalnya, menawarkan berbagai macam fantasi yang bisa jadi alternatif eskapisme dari dunia nyata.

Keuntungan membaca tak selesai sampai di sini. Ternyata membaca juga menjadi salah satu kemampuan penting dalam beberapa pekerjaan, terutama yang terkait tulis menulis. Nah, buat kamu yang hobi membaca dan sangat mencintai buku, ini beberapa pekerjaan yang bisa kamu pertimbangkan untuk dipilih sebagai karier.

1. Editor Salah Satu Alternatif Berkarier untuk yang Hobi Membaca

Menjadi editor mungkin menjadi salah satu alternatif pilihan buat karier di dunia tulis menulis. Biasanya terdapat di perusahaan media, percetakan, sampai dunia hiburan.

Tugas utama editor adalah mengulas tulisan sesuai dengan standar tulisan yang telah disepakati, juga mengacu pada struktur penulisan yang benar.

Baca Juga: Afirmasi Positif dalam Pekerjaan dan Apa Pentingnya

Tak hanya mengoreksi tulisan, editor juga bisa berlaku seperti mentor, membaca keseluruhan artikel, memberi masukan, dan menjalin komunikasi dengan penulis.

2. Content Writer dapat Menjadi Pilihan untuk Kamu yang Hobi Membaca

Seiring dengan terus berkembangnya media sosial, sekarang ini content writer hampir jadi pekerjaan yang eksis di semua perusahaan. Pentingnya persona dan branding perusahaan di media sosial, menjadikan content writer dianggap sebagai pekerjaan penting. Pekerjaan yang satu ini tugasnya membuat promosi produk lewat tulisan yang dibuat dengan menarik.

Bagi kamu yang hobi baca buku dan terbiasa dengan bahasa tentunya content writer bisa jadi pilihan pekerjaan yang cocok.

Selain itu, menjadi content writer juga enggak selalu harus bekerja di perusahaan media besar. Kamu juga bisa menulis di rumah atau jadi pekerja lepas.

3. Pustakawan

Biarpun di era yang serba digital seperti sekarang ini, pasti tetap ada orang-orang yang senang dengan buku fisik.

Penelitian yang diterbitkan dalam Indeed.com bahkan menunjukkan, tidak mungkin buku fisik hilang meski sekarang sudah banyak orang beralih ke e-book. Jadi, meski sekarang orang lebih sering membaca dari gawai atau alat baca digital lain, tapi pustakawan tetap dibutuhkan.

Bagi kamu yang hobi membaca, bekerja di tengah ruangan yang dipenuhi buku-buku dengan cerita dan genre beragam tentu bukan hal buruk.

Baca Juga: 9 Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Cocok untuk Orang Introvert

Beberapa ruang lingkup pekerjaan dari pustakawan di antaranya, mengkategorikan buku, serta memastikan koleksi buku yang ada di perpustakaan tidak ada yang rusak atau hilang.

4. Translator Cocok untuk Kamu yang Hobi Membaca Buku Berbahasa Asing

Bagi kamu yang suka dengan bahasa atau sering membaca buku-buku berbahasa asing, menjadi penerjemah atau translator bisa jadi jawabannya. Dikutip dari Indeed.com, seorang penerjemah mempunyai tugas serta tanggung jawab untuk mengalihbahasakan tulisan dari satu bahasa ke bahasa lain.

Selain bisa sambil membaca bukunya, pekerjaan menjadi translator juga punya tugas penting agar isi dari bukunya lebih accessible dan bisa dibaca lebih banyak orang. Karena, waktu kamu menerjemahkan tulisan atau dokumen, seorang translator harus membacanya dengan teliti untuk mencerna isi dan pemilihan kata yang tepat.

5. Sejarawan

Sejarawan termasuk pekerjaan yang mengharuskan untuk membaca banyak buku karena penulisan sejarah disusun berdasarkan pengetahuan dan sumber yang kita dapat. Bagi kamu yang punya hobi membaca, sepertinya bakal cocok dengan pekerjaan ini. Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki untuk menjadi sejarawan adalah kamu harus mampu meneliti, menganalisis, menginterpretasi, serta mempelajari masa lalu lewat sumber dan dokumen historis.

Adapun tugas utamanya adalah membuat informasi yang dari masa lampau tersebut bisa diakses dengan mudah di masa sekarang.

6. Guru

Guru adalah profesi yang tidak terlepas dari segudang materi pelajaran. Mereka dituntut mempunyai pengetahuan yang luas untuk dibagikan ke murid-muridnya. Cara mendapatkan pengetahuan yang luas salah satu dengan rajin membaca buku. Tidak heran kalau pekerjaan yang satu ini dirasa sangat pas buat kamu yang memang hobi membaca buku.

Selain dapat ilmu dengan membaca buku, guru juga bisa berbagi dengan murid, sehingga bisa lebih bermanfaat.

7. Penulis Buku

Bagi kamu yang senang membaca dan menuangkan isi pikiranmu ke dalam tulisan, bisa jadi penulis adalah karier yang cocok untukmu. Meski perlu perjuangan yang panjang dan tidak sebentar dalam menulis buku, tapi akan ada kepuasan tersendiri saat karyamu sudah selesai dan dibaca banyak orang.

Selain itu, semua orang bisa menjadi penulis, terlepas dari latar belakangnya. Hobi membaca adalah salah satu keterampilan penting ketika kamu menjadi penulis. Ini bisa membantumu dalam melahirkan ide dengan berimajinasi dari berbagai macam genre bacaan serta menambah fantasi dalam cerita.

Baca Juga: Apa itu Pekerja Kreatif dan Siapa Saja Mereka?

Keterampilan lain yang dibutuhkan untuk jadi penulis juga adalah kamu harus punya kemampuan untuk menentukan pasar dan menyalurkan ide menjadi sebuah tulisan.

8. Bekerja Sebagai Publisher

Publisher atau perusahaan penerbit biasanya memiliki tugas untuk mengkurasi karya untuk diterbitkan menjadi buku. Bagi kamu yang hobi baca buku dan sudah banyak buku referensi yang sudah dibaca, tentu pekerjaan yang satu ini layak banget dipertimbangkan.

Selain harus suka membaca, seorang penerbit juga harus pintar melihat pasar pembaca. Ahli dalam pengeditan berbagai naskah sekaligus punya ketertarikan untuk menggali cerita yang menarik dan eye-catching.

Tugas lain dari publisher juga menawarkan kontrak penerbitan sampai mendukung si penulis dari proses penyuntingan sampai akhirnya diterbitkan.

Read More
externship adalah

Tes Kepribadian Saat Melamar Kerja: Yang Bisa dan Tak Bisa Ditanyakan Bos

artikel ini diterjemahkan oleh Diani Apsari

Pernahkah kamu dengar tentang pencari kerja yang diminta untuk menyelesaikan “tes kepribadian”, atau mungkin mungkin mengalami proses ini sendiri?

Pertanyaan dapat berkisar dari yang tidak berbahaya hingga yang sangat pribadi, dengan beberapa pelamar melaporkan ditanya tentang pandangan politik mereka dalam tes tersebut. The Guardian Australia baru-baru ini dilaporkan seorang pencari kerja karena dirinya diminta untuk melakukan tes kepribadian yang mengukur “antusiasme” dan “spiritualitas” seseorang.

Jadi, apa yang bisa dan tidak bisa ditanyakan oleh calon bos dalam tes kepribadian?

Pertanyaan tentang usia, jenis kelamin, ras, orientasi seksual, opini politik, atau disabilitas seseorang, melanggar hukum jika pemberi kerja mengambil keputusan berdasarkan jawaban yang diberikan

Namun, tidak selalu mudah untuk membuktikan, bos benar-benar membuat keputusan berdasarkan respons yang kamu berikan.

Sebagai contoh, katakanlah seorang bos bertanya kepada pelamar pekerjaan dengan disabilitas fisik tentang perubahan apa yang mereka perlukan di tempat kerja untuk mengakomodasi disabilitas mereka, kemudian tidak mempekerjakan mereka karena biaya yang harus dikeluarkan. Pengadilan mungkin akan menyimpulkan hal tersebut sebagai diskriminasi disabilitas.

Baca juga: Awas, Kekerasan Seksual Hantui Perempuan Pelamar Kerja

Rumitnya Undang-undang Anti-diskriminasi

Contoh terang-terangan seperti kasus di atas tidak mungkin terjadi, karena diskriminasi di tempat kerja telah melanggar hukum selama empat dekade; majikan yang cerdas tahu apa yang tidak boleh dilakukan.

Lalu, bagaimana dengan perekrut yang menanyakan apakah kandidat melihat diri mereka sebagai “hidup” atau “energik”? Bisakah pertanyaan ini digunakan untuk menentukan usia, dan kemudian digunakan untuk menolak pekerjaan pelamar yang lebih tua? Ini bisa menjadi diskriminasi usia tetapi tidak mudah dibuktikan.

Jika seseorang menemukan, mereka tidak dipekerjakan meskipun mereka memiliki keterampilan yang tepat tetapi mereka berusia di atas 55 tahun dan tidak menggambarkan diri mereka sebagai “energik”, bagaimana mereka akan membuktikan bahwa usia adalah faktor dalam keputusan ketika merekrut?

Tidak heran banyak orang yang skeptis dalam memberikan berbagai informasi – mereka tidak tahu mengapa pemberi kerja menginginkan informasi ini atau apa yang akan mereka lakukan dengan informasi tersebut.

Undang-undang anti-diskriminasi mengharuskan kandidat untuk membuktikan, alasan mereka tidak dipekerjakan adalah karena kecacatan atau usia mereka. Kecuali jika majikan memberi tahu mereka atau menuliskannya, ini sangat sulit.

Tanpa bukti langsung, kandidat harus meminta pengadilan untuk menyimpulkan bahwa alasan mereka tidak dipekerjakan adalah karena kecacatan atau usia mereka.

Ini merupakan kasus yang mahal, terutama jika ada keterlibatan pengacara di dalamnya. Bahkan jika kandidat menang, pembayaran kompensasi bukanlah dalam jumlah yang banyak. Tidak mengherankan begitu banyak klaim diskriminasi yang diselesaikan atau dilupakan.

Kasus Woolworths

Di Queensland, Australia; bos dilarang mengajukan pertanyaan tentang diskriminasi di mana keputusan yang akan diambil bisa berdasarkan hal itu.

Hal ini menjadi kasus untuk Woolworths pada tahun 2014, ketika seorang pria melamar kerja di SPBU diminta untuk memberikan jenis kelamin, tanggal lahir, dan bukti tertulis tentang haknya untuk bekerja di Australia.

Dia mengajukan pengaduan dan kasus itu didengar di Pengadilan Sipil dan Administratif Queensland.

Woolworths mengatakan perlu tanggal lahirnya untuk merampingkan perekrutan, membantu menentukan apakah dia bisa bekerja di gerai minuman keras dan berapa tingkat gajinya.

Pengadilan menemukan, tindakan Woolworths dalam meminta pelamar pekerjaan untuk memberikan tanggal lahir dan jenis kelamin pada formulir aplikasi online bertentangan dengan bagian 9 dari Undang-Undang anti diskriminasi.

Woolworths bisa mengumpulkan data itu dengan cara lain seperti bertanya apakah dia sudah berusia diatas 18 tahun, dan mengharuskan pencari kerja memberikan bukti jika mereka akan diterima.

Woolworths diperintahkan untuk membayar sebanyak A$5,000 atau sekitar Rp 51 juta.

Pengadilan juga mencatat, pada saat itu, pengadilan telah mengambil langkah-langkah untuk mengubah formulir aplikasi daring, yang telah menjawab semua kekhawatiran pelapor.

Kasus ini tidak melibatkan pengujian kepribadian, tetapi ini menunjukkan bagaimana pemberi kerja harus jelas tentang mengapa mereka mencari informasi pribadi.

Keputusan dalam kasus Woolworths muncul sekitar setahun setelah pria itu melamar pekerjaan, menunjukkan betapa lambat dan beratnya proses pengadilan atau tribunal. Sebagian besar orang tidak akan repot-repot untuk mencoba.

Baca juga: Jangan Datang dengan Kepala Kosong, 4 Alasan ‘Kepoin’ Calon Perusahaan

Ini Soal Bagaimana Informasi Digunakan

Mengumpulkan data statistik tentang tenaga kerja dapat berguna dalam mengatasi diskriminasi jika diikuti dengan tindakan ketika ketidaksetaraan terdeteksi, dan tindakan tersebut dipantau.

Sebagian besar pemberi kerja diharuskan mengumpulkan data tentang komposisi gender tenaga kerja mereka dan melapor setiap tahun ke Badan Kesetaraan Gender Tempat Kerja.

Jika data menunjukkan kurangnya perempuan dalam pekerjaan tertentu, mereka dapat mencatat dan secara aktif merekrut perempuan, atau mendorong perempuan untuk mencari promosi.

Tindakan ini tidak akan dianggap sebagai diskriminasi jenis kelamin selama majikan dapat menunjukkan strategi mereka yang memang dirancang untuk meningkatkan kesetaraan.

Dominique Allen, Associate Professor, Monash University. Sedangkan Arina Apsarini dari Binus University.

 Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Opini yang dinyatakan di artikel tidak mewakili pandangan Magdalene.co dan adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Read More
pengertian pola pikir kreatif

Pengertian Pola Pikir Kreatif dan Bagaimana Cara Meningkatkannya

Mempunyai creative mindset atau pola pikir kreatif penting untuk pengembangan diri. Creative mindset ini juga tidak cuma wajib dimiliki oleh para seniman saja. Lebih dari itu, kemampuan ini juga sebetulnya ada pada berbagai ragam profesi.

Dikutip dari creativesdoingbusiness.com, pola pikir kreatif akan sangat membantu kamu nantinya dalam mendapatkan solusi dalam mengatasi permasalahan yang ada.

Nah, apa itu pola pikir kreatif dan bagaimana cara kita untuk mengembangkannya? Yuk simak rangkuman selengkapnya di bawah ini!

Definisi Pola Pikir Kreatif

Pola pikir kreatif adalah keyakinan yang bersifat personal (personal belief) dari seseorang yang yang memungkinkannya kreatif dalam mencapai tujuan. Dengan creative mindset, akan sangat membantu kamu dalam menemukan cara baru dalam melakukan pekerjaan sehari-hari termasuk dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Baca Juga: Kreatif dan Inovatif, Apa Bedanya?

Keyakinan ini dapat muncul dari gaya hidup dan juga pengalaman yang kamu punya. Kalau kamu yakin dengan kemampuan serta potensi diri, kamu akan jadi lebih gampang untuk mempunyai creative mindset.

Dilansir dari verywellmind.com, pola pikir kreatif juga nantinya akan memberikan kamu pengalaman baru yang dapat membantu meraih potensi diri.

Seseorang yang mempunyai creative mindset terbukti lebih andal dalam komunikasi, mencari solusi, dan sangat tekun.

Dengan mempunyai pola pikir ini, tentu kamu juga bisa mengembangkan kemampuan kamu dalam berpikir kreatif atau creative thinking.

Ciri-Ciri Pola Pikir Kreatif

Kamu sekarang sudah mengetahui definisi dari creative mindset. Dalam benak kamu pasti berpikir orang yang mempunyai creative mindset tersebut pasti seseorang yang memiliki sudut padang yang berbeda dari orang lain, serta mempunyai banyak sekali ide dan inovasi.

Nah, berikut ini merupakan ciri-ciri dari orang yang mempunyai pola pikir kreatif.

  1. Mampu membuat banyak ide-ide baru

Orang yang kreatif adalah orang yang mampu membuat ide serta motivasi kerja yang belum pernah ada sebelumnya.

Menciptakan ide baru tentu saja harus didukung dengan kemampuan analisa dan creative mindset. Kalau kamu merasa seperti apa yang disebutkan, selamat kamu mungkin merupakan salah satu orang kreatif.

  1. Bersemangat dan fokus

Orang dengan creative mindset umumnya mempunyai banyak energi baik secara fisik maupun mental.

Mereka betah berjam-jam untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan yang menyita perhatian dan fokus.

Baca Juga: Apa itu ‘Sense of Belonging’ di Tempat Kerja dan Kenapa Penting

Orang yang kreatif selalu kelihatan bersemangat waktu mengerjakan sesuatu. Mereka lebih imaginatif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan pintar mengatur waktu, kapan waktu untuk bekerja dan beristirahat.

  1. Ceria dan disiplin

Sifat ceria merupakan salah satu tanda kreativitas. Waktu sedang mengerjakan tugas, orang dengan creative mindset akan sangat serius dan rajin.

Mereka tidak suka untuk menunda pekerjaan, dan memastikan pekerjaannya tersebut selesai dengan baik.

  1. Mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan

Mempertimbangkan suatu hal terlebih dahulu sebelum bertindak merupakan pemikiran khas orang-orang kreatif. Tidak ada yang namanya bersifat terburu-buru dan ceroboh.

Buat orang-orang kreatif, melihat dari berbagai sudut pandang atas suatu hal adalah hal paling penting, sebelum akhirnya memutuskan langkah selanjutnya yang akan diambil.

  1. Open minded

Orang yang kreatif mempunyai pemikiran yang terbuka dan tidak egois ingin menang sendiri. Ciri khas dari orang kreatif adalah mereka sangat terbuka dengan hal-hal baru dan tidak menolak gagasan atau ide dari orang lain.

Dan juga, orang dengan creative mindset Selalu menghargai perbedaan dan tidak pernah puas dengan pencapaian yang sudah ia raih.

Cara Meningkatkan Creative Mindset

Dikutip dari writingcooperative.com, berikut merupakan beberapa cara untuk bisa menumbuhkan dan meningkatkan creative mindset.

  1. Disiplin ke diri sendiri

Disiplin sangat membantu kamu untuk bisa menghadapi kelemahan serta tantangan personal.

Proses membentuk pola pikir ini memang tidaklah gampang dan butuh waktu yang tidak singkat.

Self-discipline akan menolong kamu untuk memulai proses dimana kamu dapat mencapai creative mindset bahkan waktu tidak berfokus untuk itu.

  1. Menumbuhkan self-awareness

Dalam menumbuhkan creative mindset, sangat penting untuk paham hal-hal yang tepat dan tidak tepat untuk kamu.

Baca Juga: Apa itu ‘Self Acceptance’ dan Pengaruhnya di Dunia Kerja?

Waktu kamu sudah memahami diri kamu sendiri, maka hal tersebut menguntungkan proses untuk membangun creative mindset.

Kamu dapat menentukan cara kerja dan rutinitas yang sesuai dengan preferensi serta kemampuan yang kamu miliki.

  1. Pintar mengatur waktu beristirahat

Biarpun orang dengan pola pikir kreatif kelihatan sangat produktif dan bisa terus membuat ide baru, tapi pastinya mereka juga butuh waktu istirahat.

Terlalu memaksakan diri untuk terus berpikir bisa meningkatkan stres, otak merupakan sumber energi dari tubuh.

Kalau kamu kurang beristirahat, nantinya kamu tidak dapat bekerja dengan efektif. Istirahat cukup juga bantu kamu mendapatkan ide dan informasi dengan baik.

  1. Manajemen distraksi

Orang-orang yang mempunyai pola pikir ini akan lebih baik dalam manajemen distraksi.

Distraksi ini dapat muncul dari lingkungan kerja atau dari pekerjaan lainnya.

Contoh sederhananya, kamu dapat mencoba membereskan pekerjaan yang yang termudah dulu dan menyelesaikannya satu per satu.

Setiap orang pastinya berbeda dalam manajemen distraksi, meski begitu kamu harus mampu menentukan pengaruhnya terhadap pola pikirmu.

  1. Bertemu orang-orang baru

Ini menjadi salah satu cara yang sederhana supaya terbentuk pola pikir yang kreatif. Pasalnya, individu berbeda akan mempunyai sudut pandang yang juga berbeda mengenai segala hal. Ini akan membuatmu tertular untuk selalu mempunyai pola pikir berbeda alias kreatif.

Mendatangi tempat-tempat baru sangat membantu untuk bisa bertemu dengan orang baru pula. Pelajari juga budaya atau norma berbeda yang dapat jadi inspirasi kamu. Tempat baru yang kamu datangin juga mempunyai tantangan yang berbeda. Ini bisa melatih otak menyelesaikan tantangan itu sambil mencari solusinya.

Itu dia beberapa informasi mengenai pola pikir kreatif atau creative mindset. Creative mindset ini akan sangat berguna dalam dunia kerja, terlepas dari bidang apa pun pekerjaanmu.

Read More
kehilangan motivasi kerja

Quiet Quitting: Kenapa Sedikit Kerja itu Bagus untukmu dan Bos

Belakangan di banyak perusahaan (termasuk melalui platform Zoom, Teams, dan Slack), karyawan dan manajer diam-diam membahas tentang tren “great resignation”. Istilah tersebut merujuk pada fenomena meroketnya jumlah pekerja yang mengundurkan diri setelah pandemi COVID-19 pecah.

Di Inggris, misalnya, jumlah pekerja yang mengundurkan diri melonjak tajam selama 2021. Seperlima pekerja berencana keluar dari pekerjaannya untuk mencari kondisi kerja yang lebih memuaskan dan upah yang lebih baik.

Jika kamu tidak puas dengan pekerjaanmu, tapi tidak punya pilihan untuk keluar atau mencari alternatif pekerjaan yang menarik, kamu mungkin bisa mencoba melakukan “quiet quitting”. Tren untuk sekadar bekerja sesuai ekspektasi minimum ini viral di TikTok dan menggaung di kalangan pekerja muda.

Hal ini juga membuat frustrasi para manajer. Beberapa menyampaikan kekhawatiran bahwa karyawannya akan malas-malasan.

Akan tetapi, quiet quitting bukanlah untuk menghindari pekerjaan, namun agar kita tidak lupa bahwa ada kehidupan yang bermakna di luar kantor.

Dalam dua dekade terakhir, banyak orang di seluruh dunia terjerumus dalam kultur overwork (bekerja terlalu banyak), bahkan terkadang sampai mewajarkan bekerja tanpa dibayar (unpaid labour). Setelah melewati berbagai resesi hingga pandemi, Milenial dan Generasi Z sering kali tidak mendapatkan peluang kerja dan keamanan finansial yang sama dengan orang tua mereka.

Banyak profesional muda – bahkan mereka yang sekadar ingin berkarir secara pelan tapi pasti – kini harus berkutat dengan kontrak kerja yang tak pasti, ketidakpastian kerja, dan membanting tulang untuk bisa membeli rumah yang layak. Di antara mereka, ada yang terus lembur dan bekerja habis-habisan demi mengamankan promosi dan bonus – dan itu pun tetap belum cukup.

Penelitian yang dilakukan Deloitte menunjukkan, anak muda semakin mencari fleksibilitas dan makna dari pekerjaan yang mereka jalani, serta keseimbangan dan kepuasan dalam hidup mereka – mungkin sebagai respons atas kekecewaan mereka terhadap iklim kerja saat ini. Banyak profesional muda kini menolak “hidup untuk kerja”. Mereka tetap bekerja, tapi menjaga agar pekerjaan tidak mengontrol mereka.

Bekerja dengan kapasitas minimal mungkin terkesan asing. Namun, kamu (dan bosmu) tidak perlu takut untuk melakukan quiet quitting. Bisa jadi hal ini bagus untukmu.

Baca juga: Kerja Berlebihan, Diglorifikasi Padahal Bikin Perempuan Merugi

Bekerja Lebih Sedikit Baik untuk Kesehatan Mental

Sejumlah studi menemukan, work-life balance (keseimbangan kerja dan hidup) berkaitan dengan kesehatan mental di berbagai jenis pekerjaan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh situs reviu pekerjaan Glassdoor terhadap 2.017 pekerja di Inggris pada 2021, menemukan lebih dari separuh respondennya merasa mereka memiliki work-life balance yang buruk.

Quiet quitting bisa menjadi upaya untuk mengembalikan keseimbangan ketika pekerjaan mulai merayap masuk ke waktu personalmu.

Ini juga bisa jadi cara untuk membantu kamu agar tidak lagi beranggapan, nilai dirimu sepenuhnya ditentukan oleh karier dan pekerjaan. Ketika yang kamu miliki hanya pekerjaanmu, kemungkinan kamu akan menilai dirimu hanya dari pekerjaan tersebut.

Jika kamu merasa mengalami kegagalan dalam pekerjaan, seperti tidak mendapatkan promosi atau penghargaan atas pencapaianmu, bisa jadi kamu kemudian menginternalisasi hal ini menjadi kegagalan personal. Ini dapat meningkatkan kecemasan, membuatmu terus-terusan khawatir tentang bagaimana caranya meningkatkan kinerjamu.

Seringkali, orang-orang merespons ini justru dengan melakukan lebih banyak pekerjaan. Ini semakin memperparah perilaku kerja berlebihan dan rasa rendah diri, layaknya lingkaran setan.

Baca juga:WFA dan Work-life Balance Bagi Pekerja Perempuan: Mungkinkah Terjadi?

Bahaya Burnout

Kondisi kerja yang semakin buruk bisa menyebabkan burnout.

Pada 2019, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui burnout sebagai fenomena pekerjaan. Gejalanya berupa perasaan terkuras, kelelahan, bersikap sinis, secara mental absen dari kerjaan, dan kinerja yang memburuk.

Burnout merupakan risiko besar dari bekerja terlalu banyak. Hal ini juga memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan fisik, emosional, dan mental.

Burnout merupakan hal yang merugikan bagi individu maupun pemberi kerja. Orang-orang yang mengalami burnout berujung mengambil cuti dari kantor, atau bekerja lebih sedikit dari kapasitas maksimal mereka.

Di sini, quiet quitting dapat menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan personal, sehingga dapat mencegah terjadinya burnout.

Baca juga: Berbagi Peran Domestik: Lebih Banyak Dibahas Daripada Dilakukan

Hubungan yang Lebih Baik di Tempat Kerja

Penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang bahagia cenderung lebih produktif dan aktif. Hal ini dapat membantu pekerja untuk fokus dan hadir sepenuhnya secara mental ketika bekerja.

Orang yang merasa bahagia cenderung lebih ramah dan terbuka. Ini dapat membangun pertemanan di tempat kerja – banyak orang beranggapan hal ini adalah faktor signifikan yang mempengaruhi apakah mereka senang bekerja di suatu tempat. Fokus quiet quitting untuk hanya melakukan pekerjaan yang menjadi tugasmu saja, juga dapat meredam perasaan untuk terus membanding-bandingkan dirimu dengan rekan kerja.

Terbangunnya pertemanan di tempat kerja menumbuhkan rasa memiliki yang bisa meningkatkan loyalitas dan kinerja. Hal ini bisa meningkatkan produktivitas, yang tentunya mendatangkan laba lebih tinggi.

Quiet quitting dapat menjadi layaknya “great liberation” (rasa merdeka yang sangat besar) untuk merespons “great resignation”.

Dengan cara ini, orang-orang menolak kerja berlebihan dan menghindarkan diri dari burnout, serta memilih keseimbangan dan kesenangan. Mereka membuat batas agar identitas dan nilai diri mereka tidak terikat pada produktivitas pekerjaan mereka.

Daripada cemas terhadap berkurangnya produktivitas, para bos harus bisa menggunakan gerakan “quiet quitting” untuk mendukung kesejahteraan karyawannya. Mendorong keseimbangan kerja dan hidup bisa menjadi cara untuk memberitahu pekerja bahwa mereka dihargai – sehingga menghasilkan keterlibatan, produktivitas, dan loyalitas.

Dengan “quiet quitting”, semua orang mendapat untung.

Nilufar Ahmed adalah Dosen Senior di Social Sciences, CPsychol, FHEA, University of Bristol.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation, sumber berita dan analisis yang independen dari akademisi dan komunitas peneliti yang disalurkan langsung pada masyarakat.

Opini yang dinyatakan di artikel tidak mewakili pandangan Magdalene.co dan adalah sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Read More
pengertian dan contoh pekerja kreatif

Apa itu Pekerja Kreatif dan Siapa Saja Mereka?

Kalau kamu mau punya pekerjaan yang tidak repetitif, bebas mengeluarkan ide-ide kreatif, menjadi pekerja kreatif bisa dijadikan opsi.

Pekerja kreatif (creative worker) identik dengan pekerjaan yang selalu membutuhkan kemampuan berpikir dari sudut pandang yang berbeda. Tujuannya tak lain adalah agar menghasilkan ide baru dan cemerlang.

Selain itu, yang unik dari creative worker, umumnya adalah kelonggaran jam kerja, dan kemudahan untuk menyelesaikan tugas dari mana saja. Mereka tak perlu harus macet-macetan di jala

Apakah kamu berminat menjadi creative worker? Yuk, cari tahu lebih detail mengenai pekerja kreatif di bawah ini.

Pengertian Pekerja Kreatif

Pekerja kreatif adalah pekerja yang mempunyai kreativitas tinggi, sehingga dapat membuat karya unik atau dapat menciptakan kebaruan.

Baca Juga: Bisa Kerja dari Mana Saja yang Kamu Pilih, Tertarik Jadi ‘Digital Nomad’?

Dikutip dari Lawinsider.com, creative worker di antaranya, yakni artis, desainer, content creator, atau penulis.

Di era serba digital kini, peluang menjadi seorang pekerja kreatif sangatlah terbuka. Selama kamu diberkahi bakat mendesain gambar, menjadi pengisi suara di iklan, dan suka tantangan, tak ada salahnya melakoni profesi ini.

Contoh Creative Worker

Sudah disinggung sebelumnya, creative worker bukan cuma mereka yang bekerja sebagai artis saja. Para pekerja kantoran pun ada yang bisa dikategorikan sebagai creative worker. Adapun creative worker kantoran salah satunya bekerja di digital agency.

Selain itu, siapa saja yang dapat disebut sebagai pekerja kreatif? Dikutip dari Targetcareers.co.uk, berikut ini beberapa contohnya:

  1. Content Creator

Dikutip dari Campus.quipper.com, content creator membuat berbagai materi konten, baik yang berupa tulisan, gambar, video, suara, maupun gabungan dari beberapa di antaranya. Konten-konten yang sudah berhasil dibuat ini, umumnya akan dimuat dalam berbagai platform digital, misalnya YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok.

Baca Juga: Afirmasi Positif dalam Pekerjaan dan Apa Pentingnya

Seiring perkembangan kebutuhan, perusahaan sudah mulai mempekerjakan content creator. Keberadaan mereka penting untuk mendukung agenda-agenda publikasi di perusahaan tersebut.

  1. Desainer

Menurut Zippia.com, desainer adalah seseorang yang yang mampu menciptakan sesuatu berdasarkan imajinasi serta kreativitas yang ia miliki. Dari rancangan baju, merek dagang, bahkan UI/UX design sekali pun.

  1. Penyiar radio

Salah satu karier yang lumayan populer di industri kreatif adalah penyiar radio. Jadi penyiar radio cukup menyenangkan karena bisa melakukan interview dengan musisi dan tokoh lain yang terkenal.

  1. Fotografer

Fotografer sudah menjadi salah satu bidang profesi yang diperlukan dalam segala jenis kegiatan usaha, apa lagi di industri kreatif. Sebagai creative worker, fotografer diminta untuk bisa melakukan sesi pemotretan produk supaya kelihatan menarik dan lebih menjual.

  1. Seniman

Pekerja kreatif ini dapat berasal dari kalangan mana saja. Seniman bisa diartikan sebagai seseorang yang berlatih maupun menunjukan seni kreatif, seperti sineas film, penari, atau aktor.

Kalau punya teman yang bisa membuat gambar ilustrasi dan sering melakukan open commission, berarti ia juga merupakan contoh creative worker.

Kurator yang membuat acara pameran bisa disebut sebagai pekerja kreatif.

  1. Arsitek

Profesi terakhir bisa masuk ke dalam industri kreatif adalah arsitek. Pasalnya, butuh kreativitas tinggi untuk membuat suatu desain rumah, menata tata letak barang, pencahayaan serta detail lainnya.

Baca Juga: 9 Pekerjaan Bergaji Tinggi yang Cocok untuk Orang Introvert

Tidak cuma kreativitas, arsitek juga harus belajar ilmu pengetahuan mendalam mengenai bidang ini, mulai dari material, pengukuran skala, dan masih banyak lagi lainnya.

Dapat kita simpulkan kalau creative worker adalah seseorang yang bekerja pada industri kreatif atau pekerjaan yang berhubungan erat dengan berpikir kreatif.

Baik yang bekerja di perusahaan, atau yang memilih solo, jangkauan pekerja kreatif sudah sangat banyak sekarang ini.

Itulah penjelasan pekerja kreatif dan beberapa contoh karier kreatif yang bisa kamu coba tekuni.

Sebelum kamu kamu memutuskan untuk menjadi creative worker, kamu juga perlu untuk mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan.

Dengan begitu, kamu akan jadi lebih siap dalam menjalani profesi sebagai pekerja kreatif.

Read More
membuat minutes of meeting template sederhana

‘Minutes of Meeting’, Bagaimana Cara Membuatnya?

Untuk memastikan tak ada hal penting yang terlewat didokumentasikan, setiap meeting mesti mempunyai minutes of meeting (MOM). Catatan rapat ini seyogyanya dibuat secara terstruktur, rapi, dan dikerjakan oleh satu orang. 

Jika minutes of meeting ini absen, maka sangat mungkin timbul kesalahan, bahkan berpotensi mengulang kembali perbincangan. Alhasil, momen meeting kamu jadi tak efektif dan efisien. Kamu enggak mau, kan, repot-repot mengulang meeting?

Tulisan ini membahas apa itu minutes of meeting dan bagaimana cara yang tepat dalam membuatnya? 

Apa Itu Minutes of Meeting?

Dikutip dari Indeed.com, minutes of meeting adalah catatan yang dibuat selama meeting berlangsung. Sebagai catatan tertulis resmi, itu dibuat supaya pembahasan penting dalam rapat bisa terekam dan diaplikasikan dengan baik.

Baca Juga: Apa itu ‘Zoom Fatigue’ dan Bagaimana Cara Menghadapinya?

Di setiap rapat, biasanya ada satu orang yang ditujuk untuk membuat catatan ini. Ia harus dipastikan mampu dalam mencatat hasil rapat dengan cepat, serta andal meringkas seluruh hal penting dalam rapat.

Catatan ini nantinya akan diberikan kepada semua peserta rapat, termasuk ke pemimpin perusahaan. Karena itulah minutes of meeting harus dibuat dengan benar.

Catatan ini biasa berisikan tujuan rapat, apa saja ide yang didapat, lalu kesimpulan.

Fungsi Minutes of Meeting

Jadi, apa fungsi dari MOM ini? Jawabannya sebenarnya sederhana, yaitu menjadi pengingat buat para peserta rapat.

Setelah rapat selesai dan kembali ke ruangan masing-masing, setiap peserta umumnya akan disibukan dengan pekerjaan yang lain. Itulah yang bisa menyebabkan mereka jadi lupa dengan apa yang sudah dirapatkan sebelumnya.

Baca Juga: Dear Karyawan, Kamu Layak Dapat Insentif Jika…

Jenis Minutes of Meeting

Menurut Eafinder.com, minutes of meeting yang akan kamu susun itu tergantung pada jenis meeting-nya. 

1. MOM untuk rapat formal

Jenis rapat yang formal misalnya rapat tahunan atau rapat umum pemegang saham, maka MOM perlu dibuat lebih dibuat dengan lebih teliti. Pun, perlu memperhatikan bahasa penulisan dan struktur dengan baik.

Namun, biasanya perusahaan sudah menyiapkan template minutes of meeting untuk rapat formal.

2. MOM untuk rapat Informal

Rapat ini yang umumnya diadakan mingguan atau bulanan dan yang sering kamu ikuti. Dalam hal ini, kamu bisa membuatnya tidak perlu menggunakan bahasa yang baku. Namun, catatan tersebut harus tetap berisi informasi yang akurat serta detail.

Cara Membuat Minutes of Meeting

Sebenarnya cara untuk membuat minutes of meeting di setiap perusahaan pasti berbeda-beda. Kamu bisa menyesuaikannya dengan kebijakan di tempat kerja kamu sekarang. Dikutip dari Thebalancecareers.com, umumnya MOM dapat dibuat dalam tiga langkah berikut ini.

1. Sebelum Rapat Dimulai

Sebelum rapat dimulai, ada beberapa hal yang perlu kamu persiapkan dan salah satunya adalah alat yang nyaman kamu pakai untuk menulis MOM.

Ada banyak opsi yang bisa kamu pilih, misalnya memakai laptop, smartphone, atau cukup menggunakan buku catatan.

Sebaiknya, kamu memilih alat yang paling nyaman kamu gunakan untuk menulis dengan cepat. Selain itu, pastikan pula gawai yang kamu pilih bisa berfungsi dengan baik.

Persiapkan juga buku catatan dan pulpen untuk cadangan, jaga-jaga apabila ada kendala pada gawai yang kamu pakai.

Baca Juga: Rupa-rupa Manajemen di Tempat Kerja, Kantormu Tipe Mana?

Setelah menentukan alat yang akan kamu gunakan dalam membuat catatan, sebaiknya kamu membaca terlebih dahulu agenda rapat nantinya. Cari tahu apa yang akan dibahas, sehingga kamu mempunyai gambaran lebih jelas.

2. Saat Rapat Berlangsung

Waktu rapat sudah dimulai, kamu akan disibukan dengan proses mencatat. Supaya kamu bisa mencatat dengan lancar, kamu tidak perlu mencatat semua yang disampaikan oleh peserta rapat. Kamu cukup membuat semacam ringkasan dari pembahasan tersebut yang berisikan poin-poin penting.

Selain itu, pastikan juga kamu mengenal nama dari setiap peserta agar dapat mengetahui siapa yang sedang berbicara, serta menuliskan nama mereka yang memberikan ide. Hal ini pastinya akan memudahkan kamu dalam membuat catatan.

3. Setelah Rapat

Sesudah rapat, kamu perlu merapikan lagi catatan yang sudah kamu buat. Biasanya karena terlalu cepat menuliskannya biasanya akan ada salah pengetikan.

Pada hasil akhir minutes of meeting, jangan lupa menuliskan nama perusahaan, jabatan setiap peserta, jenis rapat, serta tujuan rapat. Lalu, baca kembali catatan yang sudah dibuat agar tidak ada typo.

Selain itu, kamu bisa meminta bantuan peserta yang lain untuk memeriksa apakah ada poin yang lupa kamu catat.

Terakhir, kamu bisa menyerahkan hasil minutes of meeting kepada atasan kamu atau orang yang bertanggung jawab dalam rapat tersebut.

Read More