Fakta Kamu Budak Korporat

4 Fakta Kamu Budak Korporat dan Cara Mengatasinya

Kamu pasti sudah sangat familier dengan istilah budak korporat. Singkatnya, budak korporat ini diasosiasikan dengan mereka yang bekerja di bawah tekanan pemimpin atau atasan. Tak hanya harus kerja, kerja, kerja, tipes, julukan budak korporat ini kerap dikaitkan dengan karyawan yang disindir atau direndahkan di depan rekan kerja yang lain. Makanya, terma budak digunakan untuk menggambarkan betapa mengerikannya kehidupan sebagai pekerja di perusahaan yang tak memanusiakan mereka.

Dalam buku Jalan Raya Pos, Jalan Deandels karya Pramoedya Ananta Toer, budak bukan semata-mata manusia yang tak merdeka sama sekali. Namun, karena budak yang terlibat dalam kerja paksa pembangunan Jalan Raya Anyer-Panarukan banyak yang meninggal, istilah ini pun dipakai untuk menggambarkan penderitaan mereka di bawah pemerintah kolonial.

Baca Juga: Balada Budak Korporat dan Solusi Lawas Jadi PNS

Fakta-fakta Budak Korporat, Tanda Kamu Dieksploitasi Perusahaan

Berikut sejumlah indikasi bahwa kamu adalah budak korporat, dilansir dari laman kaumRebahan.id:

1. Sangat Susah Minta Cuti

Salah satu hal yang sudah sangat sering didengar dari orang-orang yang merasa jadi budak korporat adalah susahnya mendapatkan cuti. Mungkin kamu dianggap sebagai aset berharga dari perusahaan dan kinerja kamu sangat dibutuhkan oleh atasan. Sehingga, atasan tidak rela memberi waktu cuti ke kamu dengan alasan kurang profesional.

Baca Juga: Kokok Dirgantoro: Cuti Ayah Dukung Perempuan Berkarier

Padahal setiap karyawan itu berhak mendapatkan cuti, terlebih karyawan punya kehidupan di luar pekerjaan, berhak sehat mental dengan mengambil jeda, dan ada kejadian-kejadian tak terduga, seperti sakit, melahirkan, atau lainnya.

2. Gaji yang Tak Sesuai dengan Beban Kerja

Ini indikator paling umum yang dialami, apalagi buat kamu yang baru lulus kuliah dan baru saja diterima di suatu perusahaan. Perusahaan yang menempatkanmu sebagai “budak korporat” biasanya cenderung pelit memberi gaji. Meskipun terbilang sebagai lulusan baru, bukan berarti gaji yang kamu terima tak berbanding lurus dengan beban kerja.

3. Merasa Takut dengan Atasan

Kamu merasa atasan di kantor tak cukup demokratis dan terbuka terhadap gagasan-gagasan baru. Jangankan terbuka, dalam urusan berkomunikasi pun ada dinding besar yang menghalangi kamu. Namun, bukan alasan hormat, kamu melakukannya karena takut pada atasanmu.

4. Setiap Harinya Lembur di Kantor

Ciri lain dari budak korporat adalah jam kerja lembur yang tak tanggung-tanggung, bahkan hingga kamu kehilangan kehidupan sosialmu di luar. Yang lebih parah, kadang usaha lemburmu ini tak diimbangi dengan gaji tambahan yang setimpal.

Pasti kamu jadi merasa sangat kesal bukan, apalagi jika waktu lemburmu harus memakan tanggal merah.

Baca Juga: Kiat-kiat Kantor Dukung Kesehatan Mental Karyawan yang Patut Dicoba

Agar tak jadi budak korporat, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan, sebagaimana dikutip dari Fullstopindonesia.com:

Budak Korporat Terus-terusan Mengeluh Minta Perubahan

Merasa kalau koordinasi atau sistem di perusahaan tempat kamu bekerja masih terasa tidak rapi, setiap harinya selalu lembur, atau selalu merasa pekerjaan terlalu banyak karena mendapatkan tugas yang enggak sesuai dengan deskripsi kerja? Beranikan diri untuk berbicara langsung ke atasan.

Meski kamu masih di posisi staf biasa, kamu punya hak untuk menyuarakan aspirasi. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Contohnya saat rapat mingguan, evaluasi bulanan, ataupun acara perusahaan lainnya. Jangan jadi seorang pekerja yang cuma bisa mengritik sistem, tetapi enggak bisa memberikan solusi yang relevan.

Jadilah Karyawan yang Profesional

Jika kamu selalu percaya diri bisa menyelesaikan setiap pekerjaan dan selalu memenuhi target, maka kamu enggak akan merasa diperbudak perusahaan. Tunjukkan saja performa kamu memang bagus dan berguna untuk kemajuan perusahaan. Siapa tahu setelahnya kamu dianggap pantas memperoleh hak yang memang sewajarnya dapatkan, misalnya cuti, kenaikan gaji, atau dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi.

Selektif dalam Berteman dengan Rekan Kerja yang Lain

Bisa jadi, kamu dari awal memang tidak pernah merasa terbebani dengan pekerjaan, melainkan rekan kerja sekantor kamu yang sering melakukannya. Lama kelamaan, pengaruh negatif ini malah menular ke diri kamu, karena kamu setiap harinya mendengar ia selalu mengeluh, dan secara tidak sadar kamu jadi punya mindset budak korporat yang keliru ini.

Baca Juga: Perempuan dalam Politik Kantor, ‘Dos and Don’ts’ dari Pemimpin Perempuan

Makanya, kamu harus bisa memilih dengan hati-hati soal pergaulan di lingkungan kerja. Jangan sampai omongan-omongan dari teman satu kantor ini membuat semangat kerja kamu jadi turun. Kalau kamu memang merasa beban kerja sangat berat, sebaiknya bicarakan juga ke atasan atau ke bagian HRD.

Selalu Punya Pikiran yang Positif

Jangan sampai kamu berfikir kalau kamu itu seorang budak korporat dengan membuat lingkungan kerja yang positif. Ini bisa kamu ciptakan dari hal-hal kecil, misalnya dengan mempraktikkan budaya work and life balance, atau membuat acara liburan dengan rekan kerja sekantor, atau merayakan waktu teman kerja ada yang ulang tahun, atau saat berhasil menyelesaikan proyek baru. Lingkungan kerja yang positif akan membuat semangat kerja yang tentunya positif juga.

Read More
ilmuwan perempuan muslim

5 Ilmuwan Perempuan Muslim yang Sangat Berpengaruh di Dunia

Terlahir menjadi seorang perempuan tidak jadi batu sandungan untuk menciptakan suatu karya yang berkesan untuk dunia. Contohnya adalah para ilmuwan perempuan muslim berikut ini.

Mereka sangat pintar dan berani sehingga bisa melahirkan sesuatu yang mengubah dunia. Kesuksesan mereka tersebut membuktikan bahwa tidak hanya laki-laki saja yang bisa menjadi ilmuwan dan berperan dalam memajukan peradaban, tetapi perempuan juga. 

Yuk kita bahas lebih dalam mengenai ilmuwan  perempuan muslim yang sangat berpengaruh di dunia, dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Ilmuwan Perempuan Muslim yang Ahli Matematika: Sutayta al-Mahamali

Sutayta merupakan seorang ahli Matematika abad ke-10. Ia sangat pintar dalam bidang aljabar. Kepandaian Sutayta dalam bidang Matematika tidak cuma didapatkanya dari sang ayah, Abu Abdallahal-Hussein. Sutayta juga memperoleh ilmu Matematika dari beberapa ahli Matematika pada zaman itu, di antaranya Abu Hamza bin Qasim, Omarbin Abdul Aziz al-Hashimi, Ismail bin al-Abbas al-Warraq, dan Abdul Alghafirbin Salamah al-Homsi.

Baca Juga: 7 Perempuan Inspiratif Indonesia yang Layak jadi Panutan

Tidak hanya mahir di bidang tersebut, faktanya Sutayta al-Mahamali merupakan sosok perempuan yang punya pengetahuan yang sangat luas. Misalnya, ia memiliki keahlian dalam bidang hadis dan syariah. Tapi dari semua kelebihan yang ia miliki, ia lebih populer sebagai pakar matematika, khususnya aritmatika. Aritmatika adalah cabang ilmu Matematika yang mendalami bilangan bulat positif lewat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian serta digunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada zaman tersebut, aritmatika menjadi cabang Matematika yang berkembang cukup baik, dan Sutayta menjadi salah satu ilmuwan perempuan muslim yang sukses menemukan solusi sistem persamaan dalam Matematika. Keberhasilannya ini ternyata banyak berkontribusi terhadap pengembangan ilmu yang dilakukan oleh para ilmuwan Matematika lainnya.

2. Dr. Bina Shaheen Siddiqui

Prof. Dr. Bina Shaheen Siddiqui lahir di Pakistan pada tanggal 02 Februari 1948 dan merupakan ilmuwan perempuan muslim yang juga punya banyak kontribusi. Ia berhasil mendapatkan gelar Ph.D. dari Universitas Pakistan pada tahun 2001. Ia juga berhasil mendapatkan 12 paten, termasuk konstituen antikanker.

Mungkin kamu masih ada yang belum mengenalnya, namun hasil dari kerjanya sudah dipakai di seluruh dunia. Biarpun beliau lahir bukan dari keluarga kaya, ia sukses mendapatkan titel doktor (S3) dan sekarang ini ia dipercaya buat memegang jabatan sebagai Profesor HEJ Research Institute of Chemistry.

Baca Juga: Ines Atmosukarto, Perempuan di Bidang Sains, dan Segala Hal tentang Vaksin

Dr. Bina produktif dalam membuat riset di bidang pertanian serta obat-obatan. Karena itu, dalam tiga dekade terakhir ini, ia sangat banyak memperoleh penghargaan atas kinerja ilmiahnya itu.

3. Mariam Al-Ijiliya

 Mariam al-Ijliya hidup pada abad ke-10 di Aleppo, Suriah. Dia merupakan cendikiawan yang namanya populer karena membuat rancangan serta membangun astrolabe. Astrolabe adalah piranti global positioning yang menentukan kedudukan matahari dan planet-planet. Piranti buatannya ini dipakai untuk keilmuan astronomi, astrologi, dan horoskop.

Astrolobe juga dipakai untuk melihat waktu dan sebagai navigasi dengan cara mencari lokasi lewat lintang dan bujur. Sedangkan untuk umat Muslim sendiri, astrolobe dipakai untuk memastikan arah kiblat, waktu shalat, dan awal Ramadhan serta hari raya Idul Fitri.

Mariam termasuk salah satu ilmuwan perempuan muslim yang sangat sedikit diceritakan kiprahnya dalam sejarah. Sosok Mariam merupakan seorang perempuan berprestasi dalam dunia astronomi. Hal ini diceritakan dalam bibliografi oleh Al Fihrist Ibnu al-Nadim.

4. Ilmuwan Perempuan Muslim Bidang Kedokteran: Rufaida Al-Aslamia

Dikutip dari Saudi Gazette, Rufaida Al-Aslamia merupakan serorang ilmuan perempuan Islam yang tangguh dan tercatat dalam sejarah Islam. Dia merupakan perawat perempuan sekaligus dokter bedah pertama dalam dunia Islam.

Rufaida Al-Aslamia lahir pada 570 Masehi serta tinggal di Madinah, Arab Saudi. Ayahnya, Saad Al Aslami merupakan seorang dokter.

Rufaida termasuk dalam kelompok pertama yang menganut Islam di Madinah. Bersama kaum perempuan Ansor yang lain, dia ikut punya andil dalam penyambutan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Karena ayahnya merupakan seorang dokter, Rufaida yang pintar pun ikut terdorong mempelajari dunia kesehatan. Dia juga tertarik untuk merawat dan membantu pengobatan orang sakit.

Baca Juga: Jejak Pemimpin Perempuan dalam Islam: Dari Khadijah sampai Fatima Al-Fihri

Kemampuannya ini diperdalam dengan menangani banyak pasien dengan bermacam penyakit. Saat terjadi perang, Rufaida mengabdikan dirinya untuk ikut merawat korban akibat perang tersebut. Perempuan tangguh itu juga ikut serta dalam Perang Badar sebagai perawat, serta perang-perang yang lain seperti Perang Uhud, Khandaq dan Khaibar.

5. Profesor Nesreen Ghaddar

Nesreen Ghaddar merupakan insinyur dari Lebanon yang sudah dikenal banyak orang karena keberhasilannya. Dia merupakan profesor Teknik Mesin di American University of Beirut dan juga editor Journal of Applied Mechanics, Islamic World Academy of Sciences.

Tidak cuma itu saja, ilmuwan perempuan muslim ini sudah mendapatkan gelar Ph.D. dari MIT dan pada tahun 1984 memperoleh penghargaan makalah terbaik dalam bidang Termofisika dari American Institute of Aeronautics and Astronautics.

Read More

7 Perempuan Inspiratif Indonesia yang Layak jadi Panutan

Menjadi perempuan tidak menjadi hambatan untuk membuat hal-hal baru atau jadi seorang pemimpin. Sejak dulu ada pahlawan perempuan seperti R. A. Kartini yang sangat memperjuangkan hak-hak perempuan. Jasanya untuk mengusung pendidikan bagi kaum perempuan menunjukkan, perempuan juga memiliki andil yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. Meski sosok Kartini sudah tiada, sekarang ini sudah hadir Kartini-Kartini masa depan yaitu perempuan Indonesia yang inspiratif dan pantas dijadikan panutan.

Perempuan-perempuan ini punya prestasi di bidangnya masing-masing dan memberikan pengaruh sangat besar di Indonesia. Tidak cuma mendapatkan prestasi buat diri sendiri saja, tetapi mereka juga bisa membuat perubahan untuk hal yang lebih baik dan bermanfaat untuk banyak orang. 

Perempuan-perempuan Indonesia ini sangat menginspirasi karena kinerja dan perjuangannya, bukan karena sensasi belaka. Penasaran tidak dengan para perempuan inspiratif tersebut? Yuk kita simak beberapa di antaranya.

1. Nyai Masriyah Amva, Ulama Perempuan Inspiratif dari Cirebon

perempuan inspiratif Nyai Masriyah Amva

Masriyah Amva, biasa dipanggil Nyai Masriyah, merupakan pemimpin Pondok Pesantren Kebon Jambu Al Islamy di Cirebon, Jawa Barat. Beliau merupakan sosok yang sangat ramah serta  dikagumi oleh para santrinya karena berhasil melakukan banyak terobosan. Ia adalah ulama perempuan inspiratif, dan dalam perjalanannya, tentu saja ia banyak menghadapi banyak tantangan.

Baca juga: 5 Tokoh Perempuan Pembuat Kebijakan di Sektor Ekonomi dan Keuangan

Tumbuh di lingkungan pesantren, ayah dan kakek Nyai Masriyah merupakan para ulama terkemuka di Cirebon. Orang tuanya lumayan progresif. Sang ayah, Amrin Khanan ingin semua anaknya menjadi ulama. Nyai Masriyah kemudian belajar di Pesantren Al-Muayyad Solo dan Pesantren Al-Badi’iyyah Pati di Jawa Tengah, serta Pesantren Dar Al-Lughah wa Da’wah di Bangil, Jawa Timur.

Sebagai seorang ulama perempuan yang berteguh pada interpretasi ajaran Islam yang berkesetaraan gender, Nyai Masriyah bukanlah sosok yang suka memaparkan banyak teori. Ia lebih suka memberikan contoh dalam perbuatan sehari-hari atau lewat perbincangan santai bersama santri dan guru.

“Saya sering mengarahkan mereka bahwa perempuan dan laki-laki itu memiliki kesadaran dan kesempatan yang sama, kalau sandaran kita sama. Kalau perempuan bersandarnya kepada Tuhan, laki-laki juga begitu. Maka, kekuatannya sama,” kata Nyai Masriyah

2. Perempuan Inspiratif dalam Bidang Pertambangan: Retno Nartani

Perempuan Inspiratif dalam Bidang Pertambangan: Retno Nartani

Lulusan Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah berkecimpung di bidang pertambangan selama lebih dari 30 tahun. Ia sudah pernah di berbagai posisi di bidang tersebut, mulai dari engineer, superintendent, general manager, hingga direktur.

Sekarang, ia menjabat sebagai Direktur HSE Corporate di Sinar Mas Mining. Sebelumnya, perempuan inspiratif ini juga pernah menjadi direktur operasional di PT Borneo Indo Bara.

Sepak terjang Retno di bidang pertambangan membuahkan penghargaan untuknya pada 2020 lalu sebagai Best Woman in Mining ajang Temu Profesi Tahunan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) ke-29.

3. Susi Pudjiastuti Pengusaha Perempuan Pantang Menyerah

pengusaha perempuan sukses Susi Pudjiastuti

Populer karena karakternya yang tegas dan komentar-komentar kritisnya terhadap pemerintah, Susi Pudjiastuti dikenal masyarakat sejak ia diberi mandat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada periode lalu.

Baca juga: 6 Pengusaha Perempuan Sukses dan Ternama Dunia, Idolamu Termasuk?

Perempuan inspiratif Indonesia ini lahir di Pangandaran, Jawa Barat, pada 15 Januari 1965. Ia memulai kariernya sebagai pengusaha perempuan pada tahun 1983 sebagai distributor makanan laut. Dari situ, bisnisnya pun berkembang dan pada tahun 1996 meluncurkan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan nama produk “Susi Brand”. Ia juga mulai melebarkan sayapnya di Asia dan Amerika.

Permintaan yang semakin besar atas produk PT ASI Pudjiastuti menimbulkan kebutuhan untuk transportasi udara untuk distribusi. Pada tahun 2004, Susi mendirikan perusahaan penerbangan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang mengoperasikan pesawat Cessna 208 Caravan. Pesawat Cessna tersebut diberi nama Susi Air. Pesawat ini dipakai Susi untuk pengiriman makanan laut segar ke Jakarta, serta Singapura, Hong Kong, dan Jepang.

4. Martha Tilaar Pebisnis Perempuan yang Inspiratif

Perempuan inspiratif Martha Tilaar

Perempuan inspiratif asal Indonesia ini membangun perusahaan kosmetik dan berbagai layanan kecantikan Martha Tilaar Group. Martha memulai usahanya dari nol, memulai dari modal yang sedikit, dengan mengubah garasi rumahnya. Meski ia lulusan akademi kecantikan di Amerika Serikat, perjalanan karier yang kemudian ditempuhnya ketika pulang ke Tanah Air tidaklah mudah.

Martha, yang lahir pada 1937 dengan nama Martha Handana, mengatakan bahwa cara pandang, sistem, dan budaya di masyarakat terkait perempuan sering kali menyandung langkah mereka dalam berkarier.

Menurutnya, dahulu itu perempuan kalau mau berutang ke bank itu sangat sulit karena pihak bank tidak percaya. Akhirnya, ia pergi ke Singapura untuk meminjam ke bank sebagai modal usaha. Di Indonesia menurutnya sangat aneh karena perempuan dipersulit untuk membuka usaha, padahal sudah ada prestasinya.

Baca Juga: Pebisnis Perempuan Grace Tahir dan Passion di Bidang Kesehatan

Keberhasilan kariernya tidak membuat Martha berhenti pada keinginan untuk membuat produk dan layanan kecantikan demi profit semata. Ia juga punya cita-cita kuat untuk bisa memberdayakan perempuan dan mengajarkan esensi kemandirian finansial sebagai sebuah hal penting yang bisa menyelamatkan mereka. Salah satu cita-citanya adalah untuk mencegah perdagangan perempuan.

5. Anne Patricia Sutanto Pebisnis Tangguh yang Bertahan di Tengah Pandemi

Anne Patricia Sutanto

Awalnya, perempuan inspiratif Indonesia ini tidak punya niatan untuk terjun dalam dunia bisnis. Saat muda, ia lebih terarik dalam bidang hukum dan bercita-cita masuk sekolah hukum di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada. Namun, sang ayah menyarankan Anne untuk sekolah ke Amerika Serikat.

Pada 1990, ia bersekolah di University of Southern California (USC), AS, mengambil jurusan teknik kimia. Saat ia sudah menginjak semester dua, ayahnya terserang penyakit stroke. Akibatnya, perusahaan harus dijalankan oleh anak-anaknya, namun saat itu kakak Anne tidak bersedia.

Akhirnya ia berbicara ke ayahnya untuk melanjutkan bisnis yang ayahnya sudah bangun. Pada tahun 1992, Anne lulus kuliah dan sesuai dengan janjinya pada sang ayah, ia pun langsung bekerja di PT Kayu Lapis. Ia langsung menghadapi tantangan karena dianggap tidak memiliki latar belakang bisnis.

Dari sana ia berpikir bahwa ilmunya mungkin masih sangat kurang, dan memutuskan untuk kuliah lagi dan mengambil program MBA di bidang keuangan di AS selama satu tahun. Setelah lulus, ia langsung kembali ke PT Kayu Lapis, namun ternyata pamannya tetap tidak menerima Anne. Ia pun didepak keluar di pertengahan 1996 dan pindah ke tempat lain.

Baca Juga: 11 Pengusaha Perempuan Indonesia Sukses Membangun Bisnis Sendiri

Saat ia mau dipanggil interview, paman dari pihak ibu mengajak Anne untuk mengakuisisi PT Pan Brothers. Awalnya ia memang sedikit enggan sebab tidak mau menghadapi situasi kerumitan hubungan keluarga yang sama seperti di PT Kayu Lapis. Namun, sang paman menjanjikan akan memperlakukan Anne sama dengan pegawainya yang lain, dan ia akan mengarahkan Anne secara langsung. Saat ini, Anne menjabat sebagai wakil CEO di PT Pan Brothers.

Selama pandemi,  PT Pan Brothers justru mencatatkan penjualan sebesar US$326 juta sepanjang semester I 2020, naik 15 persen dari US$284 juta pada semester I tahun 2019. Ini tidak lepas dari kiprah Anne selama bekerja di sana. Pengalaman-pengalaman yang ia dapat selama bertahun-tahun secara tidak langsung telah mematangkan kemampuannya dalam berbisnis dan beradaptasi dengan segala situasi sampai sekarang.

6. Ines Atmosukarto, Perempuan Inspiratif di Bidang Sains

Dr. Ines Atmosukarto

Ines Atmosukarto merupakan seorang peneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, tempat ia menempuh pendidikan S1 sampai S3. Ia kini menjadi CEO perusahaan Australia, Lipotek Pty, Ltd, perusahaan rintisan di bidang bioteknologi yang berpusat di Canberra, Australia. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan teknologi vaksin, objek yang menjadi pusat perhatian seluruh dunia saat ini.

Ternyata sosok perempuan inspiratif ini merupakan perempuan ilmuwan Indonesia pertama, dan satu dari lima ilmuwan dunia yang berhasil mendapatkan UNESCO L’Oreal Fellowship for Women in Science pada 2004.

7. Dian Eka Purnama Sari: Perempuan Pengusaha yang Lawan Stereotip

Pengusaha Perempuan Di Balik Brand Ketak Nusantara

Dian Eka Purnama Sari merupakan perempuan inspiratif Indonesia yang sekarang ini sedang sibuk mengembangkan sebuah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang sebelumnya masih dikelola oleh kedua orang tuanya.

Baca Juga: 11 Perempuan Berpengaruh dalam Bidang Sains di Dunia

Alih-alih memilih banyaknya alternatif pekerjaan yang ditawarkan kota-kota besar bagi lulusan universitas seperti dia, perempuan 23 tahun itu malah mengambil pilihan yang penuh tantangan di lingkaran ekonomi skala lokal, yakni di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam semangat yang dibawanya, Dian ingin memulai inovasi digital dari pelaku UMKM, yang menurutnya belum banyak dikerjakan oleh pengusaha Lombok.

Ketergantungan para pelaku UMKM pada acara-acara kerajinan yang diselenggarakan pemerintah–dan kini jadi sepi lantaran pandemi–membuat banyak UMKM perlu memutar otak dalam bertahan di situasi penuh kemungkinan ini. Namun, dalam upaya Dian keluar dari situasi tersebut, ia kerap terjebak dalam perdebatan dengan orang tuanya yang masih menganggap pasar digital bukanlah hal yang mesti disentuh.

Itulah tujuh perempuan inspiratif asal Indonesia yang bisa kamu jadikan role model. Masing-masing punya prestasi di bidangnya sendiri dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan kesuksesannya. 

Read More
Menjadi Perempuan Karier

Perempuan di Simpang Jalan: Pilih Bekerja atau IRT?

Tak ada lagi pakem bahwa perempuan harus berdiam di rumah dan mengurus kerja-kerja domestik. Perempuan juga berhak meniti karier tinggi, memiliki kemandirian finansial, dan menorehkan prestasi di sana-sini.

Anggapan bahwa perempuan, mau setinggi apapun pendidikannya, cuma akan berakhir di dapur sudah kadaluarsa. Jika perempuan memilih untuk di rumah, tak masalah sepanjang ia memilihnya tanpa tekanan. Toh, kerja-kerja di rumah juga terbilang lebih berat ketimbang mereka yang bergumul di sektor non-domestik. Bayangkan saja, mengurus anak, membersihkan rumah, memasak, semua dilakukan tanpa bayaran selama 24 jam penuh. Beruntung jika perempuan-perempuan ini memiliki support system yang memadai, tapi jika tidak, makin bertambah malang lah mereka.

Baca Juga: Dari Budaya sampai Agama, Ini 4 Hal yang Hambat Perempuan Berkarier

Di sisi lain, jika perempuan memilih berkarier di luar pun, itu tak mengurangi ke-perempuan-an dirinya. Yang bermasalah adalah ketika perempuan tak berada dalam kondisi ideal untuk menentukan nasibnya sendiri. Misalnya, dikungkung norma agama, tak diberi kesempatan oleh keluarga, dalam hal ini suami, dan kondisi-kondisi tak setara lainnya.

Di dalam Islam sekalipun, soal perempuan karier juga telah dijelaskan dengan gamblang. Perempuan punya hak untuk memiliki harta dan membelanjakan, memakai, menyewakan, menjual, atau menggadaikan hartanya. Bahkan, tak ada satu pun fatwa atau ketetapan dalam agama Islam yang menyebutkan, perempuan dilarang bekerja di luar rumah apalagi jika tugas tersebut membutuhkan penanganan perempuan. 

Jika memilih menjadi perempuan karier, tentu ada pertimbangan tersendiri. Misalnya, perempuan ingin lebih berdaya menghidupi dirinya beserta keluarga. Pun, perempuan ingin mengerek kualitas dirinya di sektor-sektor non-domestik. Pilihan ini tak keliru, dan sebagai sesama perempuan, kita wajib memberi dukungan.

Berikut beberapa pertimbangan, kenapa perempuan menjadi perempuan pekerja.

Kapasitas Diri 

Teknologi yang terus berkembang membantu semua orang, termasuk perempuan dan lelaki untuk bisa mengerjakan urusan rumah tangga secara instan dan efisien. Layanan pekerja rumah tangga panggilan pun bisa dengan mudahnya ditemui hari-hari ini. Dengan kondisi ini, baik perempuan dan lelaki bisa memilih untuk mengembangkan dirinya di sektor non-domestik. Selain demi mengetahui potensi dalam diri, bekerja di tempat yang tepat juga bisa membantu kita menggali potensi diri.

Pendidikan Tinggimu Tak Pernah Sia-sia

Menjadi sarjana atau bisa kuliah merupakan kebanggaan tersendiri untuk sebagian kalangan. Jika mengikuti konstruksi publik, mereka dengan pendidikan tinggi, biasanya akan memperoleh pekerjaan yang didukung basis keilmuan cukup. Sebagai perempuan, maupun laki-laki, kamu tentu tak ingin gelar sarjanamu menguap begitu saja bukan? Entah kamu gunakan untuk bekerja sendiri atau untuk orang lain, pendidikan yang susah payah kamu jalani tak pernah jadi hal yang sia-sia. Bahkan jika kamu memilih bekerja sebagai ibu rumah tangga sekalipun, pendidikanmu berguna untukmu mengasuh anak dan mengelola keluarga.

Baca Juga: Women Lead Forum 2021 Digelar untuk Dukung Karier, Kepemimpinan Perempuan

Passion Dalam Menjalani Hidup

Ada anggapan seorang pekerja perempuan dituntut untuk mengejar passion dalam hidupnya. Passion yang dimaksud bisa berwujud antusiasme untuk mendapatkan kesuksesan. Secara spontan, seorang perempuan karier sebaiknya menetapkan tujuan dan memiliki hasrat untuk belajar tanpa henti, dan semangat untuk menjalani hidupnya.

Belajar Berpikir Positif

Selalu punya pikiran positif akan membikin seseorang lebih gampang mendapatkan solusi saat menemukan masalah. Melihat sisi positif dalam setiap tugas, tentu bakal berpengaruh terhadap kenyamanan bekerja seseorang. Rasa nyaman seseorang saat bekerja, akan membikin lebih semangat waktu bekerja. Pastinya kalian akan bekerja dengan hati yang riang.

Perempuan Karier adalah Sosok yang Mandiri

Perempuan karier akan punya kecenderungan sikap yang mandiri. Tak cuma mandiri untuk masalah finansial tapi juga dalam setiap kesehariannya. Inilah bentuk komitmen dari seorang perempuan karier. Perempuan pekerja diharapkan punya pendirian yang kuat akan membuat mereka lebih fokus dengan pekerjaan yang dikerjakannya. Mereka sudah terbiasa untuk melakukan pekerjaan apapun tanpa harus menunggu orang lain. 

Baca Juga: 12 Cara Hilangkan Jenuh dalam Bekerja Agar Tetap Produktif

Solutif dan Pengendalian Emosi

Di dunia pekerjaan, tak cuma masalah kecerdasan dan keterampilan yang menjadi evaluasi dalam merekrut karyawan. Emotional Quotient (EQ) menjadi salah satu pertimbangan dari perusahaan untuk memintamu bergabung. Mereka sadar betul, emosi negatif yang tak diolah dengan baik, berpotensi menjatuhkan, baik menjatuhkan orang lain atau menjatuhkan dirinya sendiri. Tekanan pekerjaan yang terasa berat membikin seseorang gampang stress. Kesulitan akan datang setiap harinya, hingga kamu ditempa lebih kuat dan terbiasa melaluinya.

Seorang perempuan karier lebih condong punya pola pikir yang terbuka dan solutif saat menghadapi permasalahan. Mereka akan lebih gampang saat menyelesaikan masalah, karena mengutamakan ketenangan emosi saat mencari solusi. Karakter ini bisa dibilang merupakan hal yang positif yang harus dipunyai oleh seorang perempuan karier.

Komunikasi dan Negosiasi Kemampuan yang Dimiliki Perempuan Karier

Dibutuhkan ide yang terbuka, cara berbicara yang baik, serta kecakapan bernegosiasi jika kamu ingin makin maju sebagai perempuan karier. Dengan kemampuan tersebut, permasalahan relatif lebih mudah diselesaikan. Pun, untuk punya karier yang bagus, seorang perempuan karier harus punya kemampuan ini. 

Perempuan Karier Harus bisa Menyesuaikan Diri

Dalam lingkungan pekerjaan memang terasa sangat dinamis. Keadaan yang terus bergerak ini akan memaksa seseorang untuk bisa terus menyesuaikan diri. Namun, sebenarnya setiap orang bisa beradaptasi, hanya saja ia mau atau tidak keluar dari zona nyamannya.

Baca Juga: Ketika ‘Ageism’ dan Seksisme Bersinggungan Bagi Perempuan Pekerja

Memilih menjadi perempuan karier memang tidak gampang. Kalian harus punya keinginan untuk mampu beradaptasi. Karena bila kalian ingin punya karier dan posisi yang baik, kalian harus punya kemampuan beradaptasi karena untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia pekerjaan yang terus bergerak.

Read More
Soewarni Pringgodigdo

Soewarni Pringgodigdo Salah Satu Perintis dan Pemimpin Feminis Indonesia

Berasal dari keluarga yang tidak mampu yang memiliki enam anak, Soewarni Pringgodigdo sudah menunjukkan ketertarikan dengan isu sosial politik sejak dini. Lahir pada 31 Maret 1910 di Bogor, Soewarni pada usia 12 tahun sudah membaca buku karya Multatuli (Douwes Dekker) yang berisi tentang keserakahan Belanda serta kejahatan pemerintah kolonial yang terjadi di pertengahan abad 19.

Menginjak remaja kemudian berperan di organisasi perempuan Jong Jawa, dan selanjutnya memimpin Putri Indonesia, sayap keputrian lembaga Pemuda Indonesia pada 1926. Dari sana ia mulai senang membaca buku-buku mengenai hak pilih, feminisme, dan sosialisme. Soewarni juga sangat senang dengan ideologi dari tokoh perempuan pencetus gerakan sosial asal Amerika, seperti Charlotte Perkins Stetson.

Baca Juga: Dewi Sartika, Pahlawan Nasional yang Suarakan Isu Buruh Perempuan

Pada tahun 1931, ia menikah dengan pegawai Departemen Statistik bernama AK Pringgodigdo, yang kemudian menjabag sebagai pemimpin Kantor Pusat Perencanaan.

Pada 1947, Suwarni Pringgodigdo masuk ke dalam jajaran anggota Dewan Pertimbangan Agung RI di Yogyakarta. Lalu ia bergabung dalam parlemen sementara pada tahun 1950 sampai dengan 1955.

Ia pun berperan di Partai Sosialis Indonesia. Pada tahun 1959, rumah tangga yang ia bangun bersama Pringgodigdo kandas dan mereka memutuskan untuk berpisah.

Soewarni Pringgodigdo Mengkritik Soekarno dan Menentang Poligami

Soewarni adalah salah satu nama pahlawan perempuan Jawa yang keras dan tidak pernah ragu dalam menyampaikan pendapatnya. Ia selalu tegas saat menuntut perubahan serta kemerdekaan, termasuk soal hak dan kemerdekaan perempuan di dalam pernikahan.

Soewarni termasuk yang bersuara keras pada kongres Pemuda Indonesia tahun1927 di Bandung. Kongres yang dipimpin oleh Sutan Sjahrir itu diwarnai berdebatan antara Soekarno dengan Soewarni Pringgodigdo, yang merupakan ketua organisasi Putri Indonesia pada waktu itu.

Soewarni mengkritik gaya pidato Sukarno yang senang menggabungkan bahasa Belanda dengan bahasa Indonesia-Melayu. Padahal lewat kesepakatan sebelumnya, setiap perundingan atau rapat pemuda harus memakai bahasa Indonesia-Melayu sebagai pengantar. Ia juga memprotes gaya Soekarno yang selalu meninggikan serta membesar-besarkan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang masih baru pada waktu itu.

Baca Juga: Cerita Perjuangan Martha Christina Tiahahu Pahlawan dari Tanah Maluku

Kritik Soewarni pada satu titik membuat Soekarno tidak bisa berkutik, sebelum ia membentak perempuan berusia 17 tahun dalam bahasa Belanda. Semua peserta rapat pun langsung tegang. 

Sjahrir, sebagai pemimpin kongres, memukul meja dengan palu. Meski berusia lebih muda sembilan tahun dibandingkan Soekarno, ia dengan gamblang meminta seniornya untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar untuk perempuan Indonesia.

Soekarno terkejut atas aksi keras Sjahrir kepada dirinya. Ia kemudian meminta maaf kepada seluruh peserta kongres, khususnya kepada Soewarni Pringgodigdo.

Beberapa tahun kemudian, Soewarni juga menolak keras hasil kongres Aisyiyah pada Maret 1932 yang mendukung poligami dengan alasan bisa mengurangi pelacuran. Menurut Soewarni, pernikahan monogami akan menciptakan harmoni karena istri tidak akan bersaing dengan perempuan lain dalam sebuah rumah tangga.

Ibu Berdaya Ala Soewarni

Pada tanggal 22/03/1930, Soewarni merombak perkumpulan Putri Indonesia yang kemudian menjadi Isteri Sedar. Organisasi ini dibentuk untuk memberdayakan perempuan yang masih terbelenggu nilai-nilai tradisional supaya tidak merasa lebih rendah dari laki-laki.

Perkumpulan buatan Soewarni ini banyak mendapatkan kritik karena dianggap melanggar norma hidup orang Jawa. Kelompok tradisional sangat menentang karena kedekatan ideoloagi Isteri Sedar dengan pandangan Barat. Karena sangat menolak poligami, Isteri Sedar juga mendapatkan tentangan dari organisasi dan kelompok Islam.

Baca Juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Sebagaimana yang tertulis dalam anggaran dasarnya, organisasi Isteri Sedar berpondasi pada perasaan nasionalisme yang tinggi. Meskipun tidak pernah terjun ke dalam politik secara langsung, Isteri Sedar diketahui sering memberi dukungan kepada partai-partai pecahan PNI seperti Partai Indonesia (Partindo) dan Partai Pendidikan Nasional Indonesia.

Pada tahun 1954, Isteri Sedar mengubah kebijakan organisasinya dan mengganti namanya menjadi Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani. Pada tahun keduanya, Gerwani berhubungan dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menjadi lembaga perempuan yang punya hubungan paling baik dengan pemerintahan Soekarno.

Polemik antara Soewarni dengan Soekarno pada zaman itu tak mengganggu hubungan keduanya. Setelah kemerdekaan diproklamasikan, Soekarno bertemu secara empat mata dengan Soewarni dan memintanya untuk mengumpulkan tokoh-tokoh perempuan dalam ikut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan.

Soewarni lalu diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dari bulan September tahun 1945 sampai dengan bulan Desember tahun 1949. 

Read More
cara hitung THR Prorata

Cara Paling Mudah Menghitung THR Prorata untuk Karyawan Baru

Setiap karyawan memiliki hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan, salah satunya mendapatkan THR alias Tunjangan Hari Raya. THR merupakan salah satu hal yang bisa dibilang sudah ditunggu oleh setiap karyawan saat menjelang hari raya Idul Fitri atau Hari Raya lainnya. Tetapi jangan salah, THR tak cuma diberikan kepada karyawan yang beragama Islam yang sedang merayakan Idul Fitri.

Selain Hari Raya Idul Fitri, tunjangan ini akan diberikan pada waktu Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, dan sebagainya tergantung dari agama yang dianut oleh karyawan dan kebijakan perusahaan. Tapi umumnya THR diberikan menjelang Lebaran karena banyak orang pun harus memberikan THR pada staf rumah tangga, misalnya. Karenanya, biasanya semua karyawan dan apa pun kepercayaan yang ia miliki akan tetap mendapatkan THR oleh perusahaan.

Baca Juga: Cuti Haid bagi Pekerja Perempuan: Problem Klasik yang Masih Mengusik

Tunjangan hari raya tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele, karena pemberiannya harus diperhitungkan dengan baik dan benar. Sudah ada aturan khusus yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur pemberian tunjangan ini. Lalu, apa sih sebenarnya THR itu dan bagaimana cara menghitung prorata THR yang benar?

Pengertian THR atau Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya Keagamaan adalah hak pendapatan karyawan berupa uang yang wajib atau harus diberikan oleh perusahaan kepada pekerja atau karyawan saat menuju Hari Raya Keagamaan.

Hari Raya Keagamaan yang dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri untuk karyawan yang beragama Islam, Hari Raya Natal buat karyawan yang beragama Kristen Katolik serta Protestan, Hari Raya Nyepi untuk karyawan yang beragama Hindu dan Hari Raya Waisak untuk para pekerja yang beragama Buddha.

Peraturan yang Dibuat Pemerintah dalam Pemberian Tunjangan Hari Raya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 mengenai Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 untuk setiap Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Baca Juga: Risa E. Rustam: Pemimpin Perempuan Perlu untuk Atasi Kesenjangan Gender di Tempat Kerja

Surat edaran tentang THR 2021 ini ditujukan buat seluruh gubernur di Indonesia.

Aturan lengkap serta Ketentuan pemberian Tunjangan Hari Raya 2021 diambil dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab). Dalam Surat Edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan mengenai pembayaran THR 2021, di antaranya:

  • THR Keagamaan wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan;
  • Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih;
  • THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT);
  • Bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah;
  • Sementara bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah;
  • Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan;
  • Sedangkan bagi pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Cara Menghitung Prorata THR

Umumnya, cara menghitung prorata THR didasarkan pada hari yang tertera di kalender. Apabila karyawan sudah bekerja lebih dari 1 tahun, maka karyawan tersebut akan memperoleh THR sebesar upah 1 bulan. Kalau untuk ketentuan THR untuk karyawan baru, yang misanya baru bekerja selama 1 bulan atau kurang dari 1 tahun, maka mereka akan mendapatkannya dengan perhitungan:

(Masa Kerja/12) x Upah 1 bulan

Contohnya, seorang karyawan baru bekerja di perusahaan pada tanggal 2 Januari, dan di saat pembagian THR, ia sudah bekerja selama 6 bulan 20 hari. Jika kasusnya seperti ini, maka perusahaan bisa menentukan untuk melakukan pembulatan ke bawah atau ke atas.

Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Kamu Katakan Terhadap Rekan Kerja di Kantor

Misalnya menjadi 6 bulan atau 7 bulan. Apabila dibulatkan menjadi 6 bulan, maka THR yang diterima karyawan adalah persis dengan cara perhitungan sebelumnya, yaitu (masa kerja/12) x upah 1 bulan. Maka, cara menghitung prorata hari untuk THRnya adalah 6/12 x upah 1 bulan. Upah atau gaji yang dimaksud di sini adalah gaji pokok serta tunjangan tetap.

Waktu Pemberian THR Pada Karyawan

Sudah kita bahas di atas kalau pembayaran tunjangan hari raya harus diberikan satu kali dalam setahun. Tunjangan Hari Raya ini harus diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Hal ini berguna supaya karyawan punya waktu yang cukup untuk menikmati hak tersebut bersama keluarga.

Banyak perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan tidak bisa memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Terkait hal ini, Menaker meminta gubernur dan bupati/wali kota supaya bisa memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan diskusi dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Kesepakatan ini dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja atau buruh yang bersangkutan.

Kesepakatan mengenai kapan pembayaran Tunjangan Hari Raya keagamaan tersebut harus dipastikan tak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja/buruh dengan nominal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perusahaan yang mengelar kesepakatan dengan karyawan atau buruh agar mengabarkan hasil kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan setempat.

Sanksi untuk Perusahaan Terkait THR

Pemerintah Indonesia akan memberikan denda dan sanksi buat perusahaan atau pengusaha yang telat membayarkan THR 2021 secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Baca Juga: 4 Cara Hadapi ‘Mansplaining’ dan Interupsi dari Rekan Kerja

“Terpaut denda, perusahaan yang terlambat membayar Tunjangan Hari Raya keagamaan kepada pekerja atau buruh akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar dari berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.”

Terkait dengan denda administratif, Menaker Ida menjelaskan, buat perusahaan yang tak membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat 7 hari sebelum hari keagamaan, akan dikenakan denda administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan Pasal 9 ayat 1 dan 2.

Sanksi administratif tersebut berbentuk, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha. Ida memastikan, semua sanksi administratif dan denda kepada pengusaha yang tidak membayarkan THR tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Meski begitu, pemerintah tidak menutup pintu dialog. Buat perusahaan yang tidak sanggup membayarkan THR bagi para pekerjanya sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Ida meminta bantuan para gubernur dan bupati atau wali kota supaya memberikan jalan keluar dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk memperoleh kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Ketentuan Tunjangan Hari Raya untuk Karyawan Kontrak

Sudah kita bahas di atas, THR tak cuma diberikan buat karyawan tetap saja, namun karyawan kontrak juga wajib mendapatkan Hak THR atau Tunjangan Hari Raya mereka dari perusahaan. Cara menghitung THR untuk karyawan kontrak sebenarnya tidak berbeda dari karyawan tetap. Cuma yang harus diperhatikan adalah perbedaan tentang jangka waktu berakhirnya hubungan kerja antara karyawan tetap dan karyawan kontrak.

Baca Juga: 5 Tips Jadi HRD Profesional untuk Lingkungan Kerja Setara

Pemerintah sudah mengatur untuk THR pegawai kontrak. Pada peraturan pemerintah tersebut dinyatakan kalau karyawan dengan sistem Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu atau kalau disingkat menjadi PWKTT. Apabila kontraknya sudah terputus terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka pegawai atau karyawan tersebut tetap berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Tetapi jika hubungan kerja karyawan kontrak tersebut berakhir sudah lebih dari 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka mereka tak punya hak untuk memperoleh Tunjangan Hari Raya. Selain itu tidak ada peraturan tentang batasan waktu 1 bulan buat pegawai dengan sistem PKWT seperti yang terjadi pada karyawan tetap.

Read More
Maria Ulfah Santoso

Maria Ulfah Santoso, Sosok Menteri Perempuan Pertama di Indonesia

Maria Ulfah Santoso adalah salah satu contoh bagaimana feminisme itu sudah ada di Indonesia sejak Indonesia belum terbentuk, alih-alih sebuah produk impor dari Barat sebagaimana diyakin banyak pihak. Aktivis hak perempuan dan politisi itu memiliki buah pikiran penting bagi perempuan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ia pintar dan kritis serta berdaya juang tinggi, berkontribusi besar pada pergerakan nasional.

Lahir pada 18 Agustus 1911 di Serang, Banten, Maria yang bernama lengkap Hajjah Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo itu merupakan perempuan Indonesia pertama yang memiliki gelar bidang hukum, sekaligus perempuan Indonesia pertama yang menjadi anggota kabinet.

Baca Juga: Ongkos Politik Tinggi, Proses Pemilihan Elitis Hambat Perempuan Jadi Wakil Rakyat

Berlawanan dengan keinginan sang ayah, R.A.A. M. Achmad, seorang bupati Kuningan yang berada, Maria Ulfah tidak mengambil pendidikan dokter. Ia lebih memilih ilmu hukum karena khawatir melihat nasib kurang baik perempuan saat menghadapi perceraian.

Saat Maria Ulfah Santoso bersama keluarganya berkunjung ke Belanda pada tahun 1920-an, ia memutuskan untuk masuk ke Fakultas Hukum Universitas Leiden. Saat berkuliah Maria tinggal di rumah keluarga Belanda dan menetap bersama Siti Soendari, yang merupakan adik bungsu Soetomo, dokter dan kemudian menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Empat tahun berlalu, Maria Ulfah Santoso berhasil menjadi perempuan Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan gelar meester in de rechten (Mr) atau sarjana hukum. Ia lulus di usianya 22 tahun dan langsung kembali ke Indonesia. Pernah bekerja di wilayah Cirebon sebagai pegawai honorer dan dikontrak selama enam bulan di Cirebon.

Sosok Maria Ulfah yang Belajar dari Sjahrir

Maria Ulfah pertama kali bertemu dengan Sutan Sjahrir di Belanda pada tahun 1930. Waktu itu, Maria diundang oleh dokter Djoehana yang merupakan saudara dari Sjahrir.

Baca Juga: Meski Ada Budaya Matrilineal, Jumlah Perempuan Masuk Politik di Sumbar Masih Rendah

Meski kontak mereka hanya sebentar karena Sjahrir harus kembali ke Indonesia lebih dahulu tugas dari Bung Hatta, Maria Ulfah mendapat pelajaran banyak dari Sjahrir. Setelah Maria kembali ke tanah air pada tahun 1933, ia dan Sjahrir tidak bisa langsung bertemu karena Sjahrir ditangkap Belanda dan dimasukkan ke penjara Cipinang.

Kontribusi Maria Ulfah Santoso

Maria Ulfah Santoso memiliki jasa besar bagi pergerakan nasional. Pada tahun 1934, ia mulai bekerja sebagai guru di Sekolah Menengah Muhammadiyah dan Pergerakan Rakyat. Ia juga sangat giat membangun kursus untuk menghilangkan tingkat buta huruf di kalangan ibu-ibu di Salemba Tengah dan Paseban.

Kontribusinya buat berjuang mendapatkan hak kaum perempuan dimulai saat ia ikut Konferensi Perempuan Indonesia II tahun 1935 di Jakarta, yang waktu itu masih bernama Batavia. Setelah konferensi tersebut, Maria Ulfa Santoso diminta memimpin Biro Konsultasi yang membawahi isu perkawinan, terutama membantu perempuan-perempuan yang memiliki masalah dalam perkawinannya. 

Peran Ulfah pada Zaman Jepang

Pada zaman penjajahan Jepang, Maria Ulfah memutuskan untuk bekerja di Departemen Kehakiman atau shikoku.

Baca Juga: Politik Afirmasi dan Permasalahannya Bagi Perempuan

Pada saat itu, Maria Ulfah masuk ke dalam Majelis Pertimbangan yang dibuat oleh tentara Jepang pada tanggal 16 April 1943 dan dikepalai oleh empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Moh Hatta, Kyai Haji Mas Mansyur, serta Ki Hajar Dewantara.

Maria Ulfah juga diminta oleh Prof. Soepomo untuk bekerja di Departemen Kehakiman dari 1942 sampai dengan 1945. Maria Ulfah bertugas untuk menerjemahkan undang-undang serta peraturan dari bahasa Belanda ke dalam bahasa Inggris.

Waktu itu, semua kegiatan masyarakat berfokus untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Tercatat juga kaum perempuan terlibat dalam organisasi Fujinkai. Fujinkai dibuat pada Agustus 1943 dan berkiprah di seluruh bidang sosial yang menyokong Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Kiprah Maria Ulfah Santoso Menjelang Proklamasi

Saat menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia, Maria Ulfa Santoso bergabung dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan sukses memasukkan Pasal 27 UUD 1945 tentang kesetaraan warga negara di dalam hukum tanpa pengecualian.

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

BPUPKI merupakan kumpulan dari orang-orang yang memberikan gagasan mengenai pembentukan negara Republik Indonesia. Setelah berhasil memproklamasikan kemerdekaan, keadaan berubah dengan munculnya pasukan sekutu yang bertugas untuk melakukan komunikasi dengan Pemerintah Indonesia yang sudah terbentuk pada 18/8/1945.

Namun, menurut kelompok pimpinan Soekarno serta Moh Hatta merupakan figur bentukan Jepang hingga tidak mau berdiskusi dengan mereka.

Setelah Indonesia merdeka dan para pemimpin giat membenahi pemerintahan, Sutan Sjahrir menunjuk Maria Ulfah Santoso menjadi “liaision officer“, yang merupakan penghubung antara pemerintahan Republik Indonesia dengan Sekutu.

Baca Juga: Dewi Sartika, Pahlawan Nasional yang Suarakan Isu Buruh Perempuan

Maria Ulfah sampai pada puncak karier berpolitik di Indonesia saat Sutan Sjahrir memilihnya menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Sjahrir II dan III. Waktu ia menjabat sebagai menteri sosial itulah Maria mengeluarkan Maklumat Kementerian Sosial mengenai Hari Buruh.

Pada tanggal 19 Agustus 1947 sampai dengan September 1962, ia menjadi Sekretaris Perdana Menteri dan Sekretaris Dewan Menteri yang selanjutnya jabatan tersebut diubah menjadi Direktur Kabinet RI.

Dari tahun 1950 sampai dengan 1961 Maria Ulfah Santoso mengemban jabatan sebagai Ketua Sekretariat Kongres Wanita Indonesia.

Dedikasi dan perjuangannya dalam memenuhi hak-hak kaum perempuan, apalagi dalam hukum keluarga dan perkawinan yang diwujudkan pada waktu Pemerintah RI mengesahkan UU No. 1 Tahun 1974 pada tanggal 2/01/1974.

Maria Ulfah Santoso juga merupakan tokoh dan pahlawan perempuan Indonesia yang melawan poligami. Ia selalu mendorong perempuan untuk lebih maju dan berani berekspresi dalam mengeluarkan idenya dan pandangan kebangsaan yang lebih luas.

Read More

Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Biarpun sekarang ini memang sudah lebih modern, diskriminasi gender masih sering ditemui. Tempat yang lumayan sering ada kasus diskriminasi gender adalah di tempat kerja.

diskriminasi gender adalah merupakan bentuk ketidakadilan dengan adanya perbedaan sikap serta perlakuan kepada sesama manusia yang cuma dilihat dari jenis kelamin. Kalau kita membahas diskriminasi gender di tempat kerja akan searah dengan Tema Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) pada tahun sebelumnya. Tema HAKTP pada tahun 2019 adalah menghentikan Kekerasan berbasis Gender di Dunia Kerja.

Baca Juga: Kesenjangan Gender di Tempat Kerja Tinggi, Perlu Ada ‘Affirmative Action’

Akan tetapi memang, perempuan punya peran berarti dalam perekonomian dunia. Mereka bisa dibilang merupakan tokoh sentral di dalam keluarga yang menentukan serta mengatur alur finansial rumah tangga. Namun terbebas dari mengatur keuangan dalam keluarga, perempuan masih diperlakukan ‘kurang’ di lingkungan kerja pria di kantor atau dunia kerja. Berikut beberapa isu yang masih sering muncul mengenai diskriminasi gender, yang masih menghantui perempuan di tempat kerja.

1. Gaji Perempuan yang Tidak Sama

gaji perempuan berbeda dengan pria

Data dari Institute for Women’s Policy Research, perempuan mendapatkan 49 sen dibandingkan dengan setiap $ 1 yang pria peroleh. Kalian mungkin masih berfikir kalau ini bisa saja disebabkan karena perempuan di berikan cuti hamil. Tetapi ada hasil penelitian lain, data baru ini memperhitungkan para pekerja paruh waktu serta perempuan yang sudah mengambil cuti dari pekerjaan.

Biarpun sudah memperhitungkan hal-hal tersebut, pendapatan perempuan masih terasa lebih kecil. Untuk mampu mengurangi perbedaan ini, para ahli mengatakan supaya ada kebijakan baru dibuat, termasuk cuti orang tua yang dibayar lebih banyak, support untuk perawatan anak, serta kebijakan lain yang mendukung keluarga.

2. Pelecehan Seksual di Tempat Kerja Masih Sering Didapati

Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Halangan yang sering dihadapi banyak perempuan di dunia kerja adalah pelecehan seksual. Memang masih sangat sedikit yang diketahui, mengenai berapa banyak perempuan yang mengalami jenis penindasan semacam ini.

Baca Juga: Memperkenalkan Kesetaraan Gender Mulai dari Buku-buku Teks Anak

Survei pernah dilakukan pada bulan Januari tahun 2018 oleh Stop Street Harassment, yang akhirnya mendapati 38 persen perempuan mengalami pelecehan seksual di tempat kerja, serta 81 persen mengadukan telah mengalami beberapa motif pelecehan seksual dalam hidup mereka, seperti serangan secara verbal dan fisik.

3. Contoh Diskriminasi Gender di Tempat Kerja: Perempuan Lebih Jarang Mendapatkan Promosi Dibanding Pria

Contoh Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Biarpun punya jenjang pendidikan lebih tinggi dibanding pria serta punya pengalaman hampir setengah dari angkatan kerja, perempuan dipromosikan di tempat kerja jauh lebih sedikit daripada laki-laki. 

Kalian mungkin sudah tahu kalau perempuan yang jadi CEO kurang dari 5 persen. Perempuan kulit berwarna bahkan lebih buruk, karena mereka tidak ditemui dalam list Fortune 500.

4. Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja: Rasisme

Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Diambil dari website AsYouSow, ras sepertinya punya peran penting dalam bagaimana perempuan diperlakukan dan diberi bayaran di tempat kerja. Upah yang didapatkan oleh perempuan sangat beragam tergantung dari ras serta etnisnya.

Baca Juga: Ketimpangan Gender dan Kerentanan Perempuan di Sektor Pertambangan

Data yang didapatkan dari Institute for Women’s Policy Research menemukan bahwa perempuan Asia punya penghasilan tahunan rata-rata paling tinggi dan diberi kompensasi sebesar 46.000 USD. Perempuan berkulit putih pendaptan tahunanya sebesar 40.000 USD, sedangkan untuk perempuan asli Amerika serta Hispanik mendapatkan gaji paling kecil, cuma 28.000 USD sampai 31.000 USD rata-rata pertahunnya. Pendapatan juga sangat beragam bila dilihat dari ras jika disandingkan dengan apa yang didapatkan laki-laki.

5. Perempuan Segan Dalam Nego Gaji di Tempat Kerja

perempuan segan nego gaji

Perempuan masih sering takut dengan meminta gaji yang lebih tinggi dalam suatu pekerjaan. Bagi perempuan, perundingan gaji sering dipandang sebagai serakah atau putus asa, yang berujung pada rasa ragu untuk bernegosiasi waktu interview kerja.

Penelitian yang belum lama ini dari Glassdoor menemukan perempuan lebih jarang menegosiasikan gaji mereka dibanding pria. Dan infonya juga dari 70 persen perempuan menerima gaji yang ditawarkan tanpa negosiasi, sementara kalau untuk kaum pria cuma 52 persen yang melakukan hal yang sama.

Cara Mengatasi dan Menangani Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Cara Mengatasi Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Kamu pernah merasa sulit mencapai jenjang karier tinggi meskipun latar belakang pendidikan dan kompetensimu sama mumpuni dibanding pekerja lelaki? Bisa jadi kamu tengah mengalami diskriminasi, yakni sebuah kondisi tak ideal di mana kamu dinomorduakan hanya karena perusahaan tak mempercayaimu. Alasan ketidakpercayaan itu pun beragam, mulai dari perbedaan gender, beban ganda sebagai ibu di rumah, distigma sebagai sosok lemah, dan lainnya.

Ya, sehari-hari perempuan memang masih diperlakukan diskriminatif, termasuk di tempat kerja. Maraknya diskriminasi gender di lingkungan kerja ini, bahkan jadi tema global “16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan” dua tahun silam.    

Untuk menghindari diskriminasi gender di lingkungan kerja, perusahaan bisa mulai menginisiasi kebijakan yang inklusif dan mendukung perempuan pekerja. Tujuannya agar pekerja perempuan mereka yang berbakat bisa diberdayakan untuk kemajuan kantor. 

Berikut adalah cara-cara lengkap yang bisa diupayakan untuk mengurangi diskriminasi gender di tempat kerja:

Peraturan Perusahaan yang Inklusif

Kebijakan inklusif singkatnya, mampu mengakomodasi dan menghargai keragaman karyawannya, sehingga mereka dapat berkontribusi secara penuh dan tanpa diskriminasi, serta mencapai pengalaman positif dalam pekerjaan. Dalam konteks ini, perbedaan perspektif, kepribadian, dan kemampuan tak jadi soal. Kebijakan yang inklusif ini mesti dikomunikasikan dan dijadikan landasan bersama di antara karyawan. 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menyusun kebijakan inklusif bisa meningkatkan tingkat kepuasan para pekerja dari pelbagai gender. Imbasnya, jika boleh meminjam logika untung rugi, perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Semakin beragam latar belakang pekerja yang ada, semakin banyak juga inovasi yang muncul untuk memajukan perusahaan. 

Pemimpin Perusahaan Perlu Jadi Contoh Nyata 

Sebagai seorang pemimpin yang ingin menciptakan lingkungan ramah terhadap semua karyawan, terutama perempuan, mulailah dengan memberi contoh di awal. Pemimpin di sini mesti paham betapa pentingnya kesetaraan gender untuk semua orang. Ketika pemimpinnya sudah memberikan contoh yang baik, pekerja pun bakal nyaman bekerja. Bahkan, ketika ada pelanggaran kinerja, mereka jadi cenderung terbuka untuk membicarakan hal ini. 

Baca Juga: Kebijakan SDM yang Lebih Inklusif Dorong Keberagaman di Tempat Kerja

Rayakan Perbedaan Karyawan

Setelah pemimpin memahami manfaat inklusi dan keragaman tempat kerja, perusahaan bisa mulai mencari ide-ide atau program yang dapat membangun indikator inklusivitas yang dimau. Misal, Kamu bisa membuat perayaan atau penghargaan keragaman dan inklusi di tempat kerja. Undang karyawan dengan latar belakang dan tradisi berbeda untuk unjuk gigi menampilkan keberagaman mereka.

Tak lupa, berikan penghargaan kepada partisipan agar dapat memacu motivasi yang lainnya untuk menerima perbedaan.

Buat Aturan Komprehensif untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Salah satu hal yang mendukung agar diskriminasi gender tak muncul di tempat kerja adalah memberi rasa aman bagi semua tanpa kecuali. Rasa aman itu salah satunya diwujudkan dengan membuat pedoman atau peraturan kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Hal ini penting untuk dilakukan, agar korban bisa melaporkan kasusnya secara aman tanpa terintimidasi. Peraturan ini juga harus memiliki perspektif yang berpihak terhadap korban. Selain itu, perusahaan juga perlu membuat lembaga independen yang akan mengurus hal-hal ini serta yang paling utama adalah lembaga ini menjaga kerahasiaan identitas korban.

Baca Juga: Bagaimana Stereotip dan Norma Gender Mematikan Kepercayaan Diri Perempuan

Jangan Menganggap Remeh Masalah Diskriminasi Gender 

Diskriminasi gender bentuknya sangat beragam, bahkan candaan bernada seksual pun juga termasuk dalam diskriminasi dan pelecehan seksual. Hal-hal kecil seperti ini seharusnya tidak lagi dinormalisasi dan karyawan perlu aktif menolong (active bystander) jika ada karyawan lain yang melakukan hal ini. 

Khususnya bagi departemen sumber daya manusia alias HRD, perlu ada itikad baik untuk langsung menyelidiki masalah yang terjadi dan mencari solusi paling tepat untuk mengatasi masalah.

Adakan Pelatihan Tentang Kesetaraan Gender 

Memang masih banyak orang yang belum paham tentang kesetaraan gender, dan tidak tahu kalau mereka sudah melakukan diskriminasi gender pada orang lain. Oleh sebabnya, penting untuk perusahaan untuk mengadakan pelatihan tentang apa itu kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi gender di tempat kerja. 

Read More
Cara menghilangkan jenuh kerja

Kalau Kamu Lelah Bekerja, Ambil Jeda Jangan Berhenti

Kamu mungkin akan memasuki masa-masa ketika pekerjaan terasa membosankan dan begitu-begitu saja. Melakukan kegiatan yang sama hingga kamu jumud, rutinitas pun tak membuatmu tertantang. Di titik itu lah hasrat untuk menyerah dan mengundurkan diri bolak-balik mampir ke kepala.

Apalagi di masa pandemi yang memasuki tahun kedua, rasa jenuh ini berlipat dua karena kita diharuskan tetap bertahan kerja jarak jauh atau bekerja dari rumah (work from home). Jam kerja tanpa batas, beban kerja yang tak habis-habis, juga beban domestik yang sekali-lagi ikut dipikirkan. Semua menambah berat.

Bosan dengan kegiatan monoton memang manusiawi, kita tidak perlu merasa bersalah karena merasakannya. Alih-alih mengeluhkan kondisi tersebut, tarik napas panjang dan beristirahatlah sejenak. Berikut ini beberapa hal lainnya yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa jenuh dalam bekerja.

1. Cara Menghilangkan Jenuh Kerja dengan Istirahat Sejenak

Terlalu serius dan fokus bekerja seringkali membuatmu lupa untuk memberikan jeda atau istirahat pada dirimu. Padahal bekerja tanpa henti mesti badan dan pikiran menolak itu berbahaya buat kesehatan. Beberapa kali kamu mungkin merasa mentok untuk berpikir. Nah, kalau sudah seperti ini jangan dipaksakan ya. Lagipula beristirahat takkan membuatmu terlihat lemah, sebaliknya ini bukti bahwa kamu menyayangi diri sendiri.

Baca Juga: Kesenjangan Gender di Tempat Kerja Tinggi, Perlu Ada ‘Affirmative Action’

Beristirahatlah setidaknya 10-15 menit. Kamu bisa keluar dari ruangan, menonton acara TV kesayangan, mendengar musik, melakukan peregangan, atau mungkin memejamkan mata sejenak.

2. Cari Tahu Penyebab Kamu Jenuh Bekerja

Kamu perlu mencari tahu apa yang bikin kamu jenuh dan lelah dengan pekerjaan. Mungkin dari sisi beban kerja kah? Jadwal yang padat? Atau rekan kerja yang mungkin tidak suportif. Ini wajib kita cari tahu, sebab jika kita sudah tahu apa sebabnya, kita jadi lebih mudah mengatasinya.

3. Selingi dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Merasa jenuh dengan aktivitas yang itu-itu saja? Mungkin kamu butuh distraksi di sela-sela istirahat bekerja, loh. Kamu bisa mendengarkan musik yang bikin mood kamu semangat lagi. Kalau mendengarkan musik masih belum nendang, kamu bisa meninggalkan sebentar pekerjaanmu untuk bermain gim di ponsel.

Kamu juga bisa membaca buku favoritmu sebentar untuk mendistraksi otak agar tidak terlalu tegang. Pokoknya, lakukan hal-hal yang membuat kamu rileks.

4. Ubah Suasana Tempat Kerja

Bekerja dari rumah memang membuat sebagian dari kita jenuh bahkan kangen kembali ke kantor. Namun, sebaik-baiknya suasana tempat kerja, di tengah kondisi yang centang perenang ini, lebih aman bekerja dari rumah. Nah, bagi kamu yang kangen suasana kantor, mungkin bisa memulai mendekor ulang meja kerjamu di kamar.

Baca Juga: Berkaca dari Australia: Cara Menangani Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Kamu bisa menambah dekorasi kecil dan menempel foto-foto di dinding. Kamu bisa juga menambah papan pengingat kecil untuk tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Selain membuat meja lebih rapi dan cantik, kamu juga bisa melihat apa saja tugas-tugas yang belum dikerjakan di papan pengingat itu. Apabila tempat kerja kalian sudah rapi dan cantik, pasti mood kalian dalam bekerja akan naik lagi.

5. Ubah Cara Pandangmu Terhadap Pekerjaan

Mengubah cara pandang kita menjadi lebih positif dan hadapi setiap tugas dan pekerjaan kantor dengan santai. Memang, kita tidak bisa membandingkan kesusahan sendiri dengan orang lain, tetapi di sisi lain kita tetap perlu bersyukur karena masih memiliki pekerjaan, apalagi dalam kondisi pandemi sekarang.

Dengan memiliki cara pandang yang agak positif, setidaknya kamu bisa mengurangi bebanmu di dalam hati.

6. Kurangi Lembur Cara Tepat Menghilangkan Jenuh Kerja

Dalam masa pandemi seperti ini, sebagian besar dari kita memiliki jam kerja yang lebih panjang dari yang biasanya. Rutinitas pun sontak berubah. Jika sebelum pandemi, kita harus bersiap-siap untuk bekerja, lalu berangkat ke kantor. Kini jam kerja dimulai lebih awal dan diakhiri lebih petang. Nah, hal ini juga yang membuat kita terkadang sudah berapa lama kita bekerja, dan tidak sadar kalau sudah berkali-kali kita lembur.

Baca Juga: Mahalnya Biaya Ibu Bekerja, Sebagian Putuskan ‘Resign’

Bekerja hingga larut malam memang tidak masalah jika dilakukan sesekali saja. Namun, ketika hal ini sudah memengaruhi pikiran dan fisik kamu sampai membuat lelah, maka jangan terlalu memaksakan diri dan hindari bekerja sampai larut malam. Gunakan libur akhir pekan kalian untuk benar-benar istirahat. Kalian bisa menonton film kesayangan atau mengobrol bersama anggota keluarga lain.

7. Curhat ke Rekan Kerja

Ketika sedang pandemi, kita memang jadi tidak bertemu dengan rekan kerja kita, dan ini membuat kita merasa jenuh. Kalian mungkin bisa ngobrol lewat video call dengan rekan kerja. Kalian bisa berbagi tips dan curhat tentang pekerjaan kalian. Ini sesekali perlu dilakukan, jangan cuma berada di depan layar laptop atau komputer saja.

8. Ingat Tujuan yang ingin Dicapai Saat Bekerja

Terkadang karena sudah lama bekerja kita jadi lupa apa sih tujuan kita untuk bekerja. Ini yang membuat kita jadi merasa jenuh dengan pekerjaan kita. Coba deh ingat-ingat lagi apa yang mau kamu capai. Kalau kamu memang lupa, kamu bisa banget membuat tujuan-tujuan baru yang mau kamu capai. Niscaya, ini bisa memotivasi kamu lagi. 

Baca Juga: Apa Hukum Perempuan Bekerja di dalam Islam?

9. Pekerjaan Jangan Jadi Beban Merupakan Cara menghilangkan Jenuh Kerja yang Efektif

Kadang-kadang kita mungkin kita beranggapan, bekerja itu cuma kewajiban untuk mencari nafkah, maka ujung-ujungnya kalian jadi sedikit tidak nyaman dan berat setiap harinya. Pemikiran seperti ini sebetulnya tidak bagus.

Jika kalian sering berpikiran seperti ini, tentunya ini bakal memengaruhi kinerjamu dan berujung stres sendirian. Bila kamu menjalani pekerjaan dengan santai dan hati ringan, maka rasa bosan juga bisa dikurangi.

10. Tidur yang Cukup

Cara menghilangkan jenuh kerja selanjutnya dengan tidur malam yang cukup. Jangan terlalu sering begadang biarpun itu urusan pekerjaan.

Lantaran begadang itu tidak baik untuk kesehatan. Selain buat pikiran jadi stres, begadang juga dapat membuat badan jadi lemas. Makanya, selalu atur jam tidur kamu dengan baik.

Tidur di malam hari itu bagusnya 6 sampai 8 jam, itu sangat bagus buat pikiran jadi fresh kembali. Yang perlu diingat, tidur jangan terlalu malam! Maksimal jam 10.00 atau 11.00 malam kalian sudah bisa tidur

11. Cari Pekerjaan Sesuai Passion Kalian

Ini memang susah dan jadi dilemma hampir semua orang. Pekerjaan sesuai passion kerap tak menjanjikan banyak cuan, tapi bekerja yang sama sekali di luar minat justru bikin keuangan berlipat. Nah, dengan kondisi kelelahan terus-menerus dan tak bisa lagi diusahakan, mungkin sudah saatnya kalian memikirkan untuk undur diri.

Baca Juga: Tentang Perempuan di Dunia Kerja: Dari Cuti Melahirkan Sampai ‘Glass Ceiling’

Namun, perlu diperhatikan, saat kamu memutuskan mundur, setidaknya sudah ada rencana cadangan yang dipikirkan.

Sekali lagi, bagaimanapun caramu menghilangkan jenuh dalam bekerja, lakukan demi kebahagiaan.

Read More
andi depu pahlawan indonesia

Andi Depu Pilih Bercerai dengan Suami Demi Kemerdekaan Negeri

Andi Depu telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia lewat Surat Keputusan Presiden yang diterbitkan pada 6 November 2018, menjelang peringatan Hari Pahlawan. 

Nama Andi Depu akhirnya terpilih menjadi salah satu nama pahlawan perempuan karena dianggap persisten dalam melawan dan membasmi penjajah Belanda yang ada di wilayah Tanah Mandar, Sulawesi Barat.

Andi Depu bersedia untuk keluar dari kerajaannya dan ikut berjuang bersama rakyatnya untuk mempertahankan daerah Tinambung pada waktu itu dari kekuasaan Belanda.

Baca Juga: Cerita Perjuangan Martha Christina Tiahahu Pahlawan dari Tanah Maluku

Akan tetapi perjuangannya itu tidak diperkenankan oleh sang suami, Andi Baso Pabiseang, yang malah pro dengan Belanda, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Sosok Andi Depu lahir pada 1907 di Tinambung, yang sekarang ini menjadi wilayah Polewali Mandar. Ia merupakan seorang anak perempuan dari Raja Balanipa ke-50, yang bernama Laqju Kanna Idoro serta ibunya yang bernama Samaturu.

Andi Depu Bercerai dengan Suami untuk Perjuangkan Kemerdekaan

Andi Depu

Pada tahun 1923, Andi Depu menikah dengan seorang pria berdarah biru yang bernama Andi Baso Pabiseang. Ia sudah menjadi istri seorang bangsawan, seharusnya ia bisa lebih bersantai di rumah tempat tinggalnya. Namun Andi Depu tidak seperti itu; masih ada sesuatu hal yang tidak bisa berhenti dipikirkannya.

Ia merasa sangat prihatin melihat rakyat yang ditindas oleh penjajah Belanda. Melihat keadaan di mana rakyat tidak punya kuasa, ia pergi dari istananya dan ikut bersama rakyat untuk mempertahankan wilayah Tinambung dari cengkeraman Belanda.

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Waktu ikut berjuang di Tinambung, Andi Depu dapat bebas pergi berjuang ke mana pun tanpa ada prasangka sebagai pejuang karena ia adalah seorang perempuan. Akan tetapi, gerak-geriknya ini dikecam oleh sang suami karena lebih memihak kepada Belanda. Karena memiliki idealisme yang berbeda, pasangan ini pun akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Setelah bercerai, Andi bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Andi Perenrengi, bergabung dalam pergerakan rakyat Mandar dalam melawan penjajah Belanda. Ia memilih menetap di rumah orang tuanya yang akhirnya dibuat sebagai markas pertahanan.

Ia pernah bersekolah di Volkschool dan sangat aktif di banyak organisasi. Ia juga merupakan pendukung utama organisasi pemuda Jong Islamieten Bond (JIB) yang mendirikan cabang di wilayah Mandar pada 1940, sampai menjadi pelopor Fujinkai (tentara perempuan Jepang) di wilayah Mandar pada tahun 1944.

Andi Depu Menentang Penurunan Sang Saka Merah Putih

Selain menjadi pelopor di Jong Islamieten Bond, ia juga membuat organisasi KRIS Muda atau kepanjangan dari Kebangkitan Rahasia Islam Muda pada 21 Agustus 1945 yang berhasil menyebar ke sejumlah wilayah di luar Mandar. Karena organisasinya ini, ia sempat ditangkap oleh pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) pada Desember 1946, meskipun akhirnya dibebaskan.

Kiprahnya yang paling terkenal adalah saat perang revolusi ia tidak mau menurunkan bendera merah putih yang berkibar di Istana Raja Balanipa di Tinambung pada 28 Oktober 1945. Pada waktu itu Andi Depu baru saja selesai melakukan salat dhuha.

Baca Juga: Perempuan Indonesia Pascakemerdekaan: Perjuangkan Kesetaraan dalam Pernikahan

Para penjaga istana yang melihat pasukan Belanda sedang menurunkan bendera merah putih langsung memberikan info pada Andi Depu. Mendapatkan laporan tersebut, Andi Depu langsung pergi dari tempatnya dan bergegas berlari menuju tiang bendera sambil berteriak “Allahu Akbar” dan memeluk kuat tiang bendera.

Berada di tengah kumpulan tentara Belanda, Andi Depu berteriak dengan keras dalam bahasa Mandar: “Lumbangpai Batangngu, Muliai Pai Bakkeu, Anna Lumbango Bandera” yang berarti “Tidak masalah saya gugur, mayatku kalian langkahi, baru bendera ini bisa kau singkirkan”.

Langkahnya ini membuat para tentara istana serta warga Tinambung memaksa masuk kepungan Belanda dan berdiri memagari Andi Depu. Bisa dibilang sangat nekat, karena para tentara istana serta warga sekitar hanya memiliki senjata berupa keris dan tombak waktu mengerumuni prajurit Belanda.

Sebelumnya, para tentara istana itu mendapatkan perintah oleh Andi Depu untuk tidak membongkar bendera Merah Putih itu. Melihat ketahanan dari perjuangan rakyat Mandar yang dipimpin oleh Andi Depu, Belanda pun tidak berani menurunkan bendera tersebut.

Membantu Pembubaran NIT

Belanda yang punya pengaruh sangat hebat di Indonesia Bagian timur yang akhirnya Belanda bisa membuat sebuah negara boneka dengan nama Negara Indonesia Timur (NIT). NIT dibentuk dari sebuah konferansi yang diadakan di Malino serta Denpasar pada tahun 1946. Terbentuknya NIT akhirnya diikuti oleh pembentukan negara-negara bagian yang lainnya seperti Negara Sumatera Timur (NST), dan Negara Pasundan.

NIT sendiri awalnya langsung dijadikan dasar penerapan sistem federal oleh Belanda, yang berujung membantu Republik Indonesia (RI) untuk memperoleh pengakuan kedaulatan di tahun 1949 lewat sebuah badan yang dibuat oleh belanda yaitu Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO).

Sudah biasa ditangkap Belanda, Andi Depu serta pemimpin lain dari perjuangan rakyat Mandar akhirnya bebas sebelum penyerahan kedaulatan Indonesia secara menyeluruh pada akhir 1949 dari hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Setelah keluar dari penjara, ia juga ikut membantu pembubaran Negara Indonesia Timur (NIT). Demonstrasi ia gelar di Polombangkeng pada 1950. Hal ini mengakibatkan ia ditangkap lagi oleh sisa-sisa orang-orang NIT selama kurang lebih 30 hari.

Karena langkahnya ini, ia kembali ditangkap oleh pemerintah NIT dan langsung dibawa ke penjara selama 30 hari lebih. Andi ditangkap di angkatan udara Penerbangan Mandai lalu dilepaskan kembali oleh pemerintah NIT.

Bebasnya Andi Depu dari penjara kemudian mendapat animo yang luar biasa dari rakyat dan di jalan yang menuju ke Tinambung. Animo dari warga tak terputus termasuk beberapa orang yang dulunya tergabung di KNIL juga ikut mengelu-elukannya.

Biarpun dengan kesehatan yang sudah memburuk akibat perlakuan selama di dalam penjara, tidak menghilangkan semangatnya dalam memberikan semangat dalam melawan penjajahan.

Baca Juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Setelah berhasil bebas yang kedua kali, ia kembali pergi ke Mandar karena diminta untuk menjadi pemimpin daerah yang dulunya merupakan Kerajaan Balanipa, dan kemudian berubah menjadi swapraja.

Andi Depu dipilih menjadi ketua Swapraja Balanipa. Amanah ini terus ia pegang sampai tahun 1956 sebelum akhirnya Andi mundur karena masalah kesehatan.

Bersama dengan keluarganya, Andi memutuskan untuk pindah dari Tinambung ke Makassar untuk mendapatkan pengobatan karena kesehatan fisiknya yang sudah menurun. 

Andi Depu mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pelamonia Makassar pada 18 Juni 1985. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk mengenang perjuangannya, sebuah monumen yang dibuat seperti sosok perempuan yang sedang memeluk tiang bendera merah putih sambil menunjuk ke depan dibuat di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Read More