cara hitung THR Prorata

Cara Paling Mudah Menghitung THR Prorata untuk Karyawan Baru

Setiap karyawan memiliki hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan, salah satunya mendapatkan THR alias Tunjangan Hari Raya. THR merupakan salah satu hal yang bisa dibilang sudah ditunggu oleh setiap karyawan saat menjelang hari raya Idul Fitri atau Hari Raya lainnya. Tetapi jangan salah, THR tak cuma diberikan kepada karyawan yang beragama Islam yang sedang merayakan Idul Fitri.

Selain Hari Raya Idul Fitri, tunjangan ini akan diberikan pada waktu Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak, dan sebagainya tergantung dari agama yang dianut oleh karyawan dan kebijakan perusahaan. Tapi umumnya THR diberikan menjelang Lebaran karena banyak orang pun harus memberikan THR pada staf rumah tangga, misalnya. Karenanya, biasanya semua karyawan dan apa pun kepercayaan yang ia miliki akan tetap mendapatkan THR oleh perusahaan.

Baca Juga: Cuti Haid bagi Pekerja Perempuan: Problem Klasik yang Masih Mengusik

Tunjangan hari raya tidak bisa dianggap sebagai suatu hal yang sepele, karena pemberiannya harus diperhitungkan dengan baik dan benar. Sudah ada aturan khusus yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatur pemberian tunjangan ini. Lalu, apa sih sebenarnya THR itu dan bagaimana cara menghitung prorata THR yang benar?

Pengertian THR atau Tunjangan Hari Raya

Tunjangan Hari Raya Keagamaan adalah hak pendapatan karyawan berupa uang yang wajib atau harus diberikan oleh perusahaan kepada pekerja atau karyawan saat menuju Hari Raya Keagamaan.

Hari Raya Keagamaan yang dimaksud adalah Hari Raya Idul Fitri untuk karyawan yang beragama Islam, Hari Raya Natal buat karyawan yang beragama Kristen Katolik serta Protestan, Hari Raya Nyepi untuk karyawan yang beragama Hindu dan Hari Raya Waisak untuk para pekerja yang beragama Buddha.

Peraturan yang Dibuat Pemerintah dalam Pemberian Tunjangan Hari Raya

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menerbitkan Surat Edaran (SE) dengan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 mengenai Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 untuk setiap Pekerja atau Buruh di Perusahaan.

Baca Juga: Risa E. Rustam: Pemimpin Perempuan Perlu untuk Atasi Kesenjangan Gender di Tempat Kerja

Surat edaran tentang THR 2021 ini ditujukan buat seluruh gubernur di Indonesia.

Aturan lengkap serta Ketentuan pemberian Tunjangan Hari Raya 2021 diambil dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab). Dalam Surat Edaran tersebut diatur sejumlah ketentuan mengenai pembayaran THR 2021, di antaranya:

  • THR Keagamaan wajib diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan;
  • Pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih;
  • THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja atau buruh yang memiliki hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT);
  • Bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah;
  • Sementara bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah;
  • Adapun bagi pekerja atau buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan;
  • Sedangkan bagi pekerja atau buruh yang sudah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

Cara Menghitung Prorata THR

Umumnya, cara menghitung prorata THR didasarkan pada hari yang tertera di kalender. Apabila karyawan sudah bekerja lebih dari 1 tahun, maka karyawan tersebut akan memperoleh THR sebesar upah 1 bulan. Kalau untuk ketentuan THR untuk karyawan baru, yang misanya baru bekerja selama 1 bulan atau kurang dari 1 tahun, maka mereka akan mendapatkannya dengan perhitungan:

(Masa Kerja/12) x Upah 1 bulan

Contohnya, seorang karyawan baru bekerja di perusahaan pada tanggal 2 Januari, dan di saat pembagian THR, ia sudah bekerja selama 6 bulan 20 hari. Jika kasusnya seperti ini, maka perusahaan bisa menentukan untuk melakukan pembulatan ke bawah atau ke atas.

Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Kamu Katakan Terhadap Rekan Kerja di Kantor

Misalnya menjadi 6 bulan atau 7 bulan. Apabila dibulatkan menjadi 6 bulan, maka THR yang diterima karyawan adalah persis dengan cara perhitungan sebelumnya, yaitu (masa kerja/12) x upah 1 bulan. Maka, cara menghitung prorata hari untuk THRnya adalah 6/12 x upah 1 bulan. Upah atau gaji yang dimaksud di sini adalah gaji pokok serta tunjangan tetap.

Waktu Pemberian THR Pada Karyawan

Sudah kita bahas di atas kalau pembayaran tunjangan hari raya harus diberikan satu kali dalam setahun. Tunjangan Hari Raya ini harus diberikan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan. Hal ini berguna supaya karyawan punya waktu yang cukup untuk menikmati hak tersebut bersama keluarga.

Banyak perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan tidak bisa memberikan Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Terkait hal ini, Menaker meminta gubernur dan bupati/wali kota supaya bisa memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan diskusi dengan pekerja atau buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Kesepakatan ini dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja atau buruh yang bersangkutan.

Kesepakatan mengenai kapan pembayaran Tunjangan Hari Raya keagamaan tersebut harus dipastikan tak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja/buruh dengan nominal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perusahaan yang mengelar kesepakatan dengan karyawan atau buruh agar mengabarkan hasil kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan setempat.

Sanksi untuk Perusahaan Terkait THR

Pemerintah Indonesia akan memberikan denda dan sanksi buat perusahaan atau pengusaha yang telat membayarkan THR 2021 secara penuh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

Baca Juga: 4 Cara Hadapi ‘Mansplaining’ dan Interupsi dari Rekan Kerja

“Terpaut denda, perusahaan yang terlambat membayar Tunjangan Hari Raya keagamaan kepada pekerja atau buruh akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar dari berakhirnya batas waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.”

Terkait dengan denda administratif, Menaker Ida menjelaskan, buat perusahaan yang tak membayar THR keagamaan kepada pekerja atau buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat 7 hari sebelum hari keagamaan, akan dikenakan denda administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 mengenai Pengupahan Pasal 9 ayat 1 dan 2.

Sanksi administratif tersebut berbentuk, teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha. Ida memastikan, semua sanksi administratif dan denda kepada pengusaha yang tidak membayarkan THR tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Meski begitu, pemerintah tidak menutup pintu dialog. Buat perusahaan yang tidak sanggup membayarkan THR bagi para pekerjanya sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan, Ida meminta bantuan para gubernur dan bupati atau wali kota supaya memberikan jalan keluar dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja atau buruh untuk memperoleh kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

Ketentuan Tunjangan Hari Raya untuk Karyawan Kontrak

Sudah kita bahas di atas, THR tak cuma diberikan buat karyawan tetap saja, namun karyawan kontrak juga wajib mendapatkan Hak THR atau Tunjangan Hari Raya mereka dari perusahaan. Cara menghitung THR untuk karyawan kontrak sebenarnya tidak berbeda dari karyawan tetap. Cuma yang harus diperhatikan adalah perbedaan tentang jangka waktu berakhirnya hubungan kerja antara karyawan tetap dan karyawan kontrak.

Baca Juga: 5 Tips Jadi HRD Profesional untuk Lingkungan Kerja Setara

Pemerintah sudah mengatur untuk THR pegawai kontrak. Pada peraturan pemerintah tersebut dinyatakan kalau karyawan dengan sistem Perjanjian Kerja untuk Waktu Tidak Tertentu atau kalau disingkat menjadi PWKTT. Apabila kontraknya sudah terputus terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka pegawai atau karyawan tersebut tetap berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

Tetapi jika hubungan kerja karyawan kontrak tersebut berakhir sudah lebih dari 30 hari sebelum hari raya keagamaan, maka mereka tak punya hak untuk memperoleh Tunjangan Hari Raya. Selain itu tidak ada peraturan tentang batasan waktu 1 bulan buat pegawai dengan sistem PKWT seperti yang terjadi pada karyawan tetap.

Read More
Maria Ulfah Santoso

Maria Ulfah Santoso, Sosok Menteri Perempuan Pertama di Indonesia

Maria Ulfah Santoso adalah salah satu contoh bagaimana feminisme itu sudah ada di Indonesia sejak Indonesia belum terbentuk, alih-alih sebuah produk impor dari Barat sebagaimana diyakin banyak pihak. Aktivis hak perempuan dan politisi itu memiliki buah pikiran penting bagi perempuan dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Ia pintar dan kritis serta berdaya juang tinggi, berkontribusi besar pada pergerakan nasional.

Lahir pada 18 Agustus 1911 di Serang, Banten, Maria yang bernama lengkap Hajjah Maria Ulfah Soebadio Sastrosatomo itu merupakan perempuan Indonesia pertama yang memiliki gelar bidang hukum, sekaligus perempuan Indonesia pertama yang menjadi anggota kabinet.

Baca Juga: Ongkos Politik Tinggi, Proses Pemilihan Elitis Hambat Perempuan Jadi Wakil Rakyat

Berlawanan dengan keinginan sang ayah, R.A.A. M. Achmad, seorang bupati Kuningan yang berada, Maria Ulfah tidak mengambil pendidikan dokter. Ia lebih memilih ilmu hukum karena khawatir melihat nasib kurang baik perempuan saat menghadapi perceraian.

Saat Maria Ulfah Santoso bersama keluarganya berkunjung ke Belanda pada tahun 1920-an, ia memutuskan untuk masuk ke Fakultas Hukum Universitas Leiden. Saat berkuliah Maria tinggal di rumah keluarga Belanda dan menetap bersama Siti Soendari, yang merupakan adik bungsu Soetomo, dokter dan kemudian menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Empat tahun berlalu, Maria Ulfah Santoso berhasil menjadi perempuan Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan gelar meester in de rechten (Mr) atau sarjana hukum. Ia lulus di usianya 22 tahun dan langsung kembali ke Indonesia. Pernah bekerja di wilayah Cirebon sebagai pegawai honorer dan dikontrak selama enam bulan di Cirebon.

Sosok Maria Ulfah yang Belajar dari Sjahrir

Maria Ulfah pertama kali bertemu dengan Sutan Sjahrir di Belanda pada tahun 1930. Waktu itu, Maria diundang oleh dokter Djoehana yang merupakan saudara dari Sjahrir.

Baca Juga: Meski Ada Budaya Matrilineal, Jumlah Perempuan Masuk Politik di Sumbar Masih Rendah

Meski kontak mereka hanya sebentar karena Sjahrir harus kembali ke Indonesia lebih dahulu tugas dari Bung Hatta, Maria Ulfah mendapat pelajaran banyak dari Sjahrir. Setelah Maria kembali ke tanah air pada tahun 1933, ia dan Sjahrir tidak bisa langsung bertemu karena Sjahrir ditangkap Belanda dan dimasukkan ke penjara Cipinang.

Kontribusi Maria Ulfah Santoso

Maria Ulfah Santoso memiliki jasa besar bagi pergerakan nasional. Pada tahun 1934, ia mulai bekerja sebagai guru di Sekolah Menengah Muhammadiyah dan Pergerakan Rakyat. Ia juga sangat giat membangun kursus untuk menghilangkan tingkat buta huruf di kalangan ibu-ibu di Salemba Tengah dan Paseban.

Kontribusinya buat berjuang mendapatkan hak kaum perempuan dimulai saat ia ikut Konferensi Perempuan Indonesia II tahun 1935 di Jakarta, yang waktu itu masih bernama Batavia. Setelah konferensi tersebut, Maria Ulfa Santoso diminta memimpin Biro Konsultasi yang membawahi isu perkawinan, terutama membantu perempuan-perempuan yang memiliki masalah dalam perkawinannya. 

Peran Ulfah pada Zaman Jepang

Pada zaman penjajahan Jepang, Maria Ulfah memutuskan untuk bekerja di Departemen Kehakiman atau shikoku.

Baca Juga: Politik Afirmasi dan Permasalahannya Bagi Perempuan

Pada saat itu, Maria Ulfah masuk ke dalam Majelis Pertimbangan yang dibuat oleh tentara Jepang pada tanggal 16 April 1943 dan dikepalai oleh empat Serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Moh Hatta, Kyai Haji Mas Mansyur, serta Ki Hajar Dewantara.

Maria Ulfah juga diminta oleh Prof. Soepomo untuk bekerja di Departemen Kehakiman dari 1942 sampai dengan 1945. Maria Ulfah bertugas untuk menerjemahkan undang-undang serta peraturan dari bahasa Belanda ke dalam bahasa Inggris.

Waktu itu, semua kegiatan masyarakat berfokus untuk membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Tercatat juga kaum perempuan terlibat dalam organisasi Fujinkai. Fujinkai dibuat pada Agustus 1943 dan berkiprah di seluruh bidang sosial yang menyokong Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Kiprah Maria Ulfah Santoso Menjelang Proklamasi

Saat menyambut proklamasi kemerdekaan Indonesia, Maria Ulfa Santoso bergabung dengan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan sukses memasukkan Pasal 27 UUD 1945 tentang kesetaraan warga negara di dalam hukum tanpa pengecualian.

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

BPUPKI merupakan kumpulan dari orang-orang yang memberikan gagasan mengenai pembentukan negara Republik Indonesia. Setelah berhasil memproklamasikan kemerdekaan, keadaan berubah dengan munculnya pasukan sekutu yang bertugas untuk melakukan komunikasi dengan Pemerintah Indonesia yang sudah terbentuk pada 18/8/1945.

Namun, menurut kelompok pimpinan Soekarno serta Moh Hatta merupakan figur bentukan Jepang hingga tidak mau berdiskusi dengan mereka.

Setelah Indonesia merdeka dan para pemimpin giat membenahi pemerintahan, Sutan Sjahrir menunjuk Maria Ulfah Santoso menjadi “liaision officer“, yang merupakan penghubung antara pemerintahan Republik Indonesia dengan Sekutu.

Baca Juga: Dewi Sartika, Pahlawan Nasional yang Suarakan Isu Buruh Perempuan

Maria Ulfah sampai pada puncak karier berpolitik di Indonesia saat Sutan Sjahrir memilihnya menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Sjahrir II dan III. Waktu ia menjabat sebagai menteri sosial itulah Maria mengeluarkan Maklumat Kementerian Sosial mengenai Hari Buruh.

Pada tanggal 19 Agustus 1947 sampai dengan September 1962, ia menjadi Sekretaris Perdana Menteri dan Sekretaris Dewan Menteri yang selanjutnya jabatan tersebut diubah menjadi Direktur Kabinet RI.

Dari tahun 1950 sampai dengan 1961 Maria Ulfah Santoso mengemban jabatan sebagai Ketua Sekretariat Kongres Wanita Indonesia.

Dedikasi dan perjuangannya dalam memenuhi hak-hak kaum perempuan, apalagi dalam hukum keluarga dan perkawinan yang diwujudkan pada waktu Pemerintah RI mengesahkan UU No. 1 Tahun 1974 pada tanggal 2/01/1974.

Maria Ulfah Santoso juga merupakan tokoh dan pahlawan perempuan Indonesia yang melawan poligami. Ia selalu mendorong perempuan untuk lebih maju dan berani berekspresi dalam mengeluarkan idenya dan pandangan kebangsaan yang lebih luas.

Read More

Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Biarpun sekarang ini memang sudah lebih modern, diskriminasi gender masih sering ditemui. Tempat yang lumayan sering ada kasus diskriminasi gender adalah di tempat kerja.

diskriminasi gender adalah merupakan bentuk ketidakadilan dengan adanya perbedaan sikap serta perlakuan kepada sesama manusia yang cuma dilihat dari jenis kelamin. Kalau kita membahas diskriminasi gender di tempat kerja akan searah dengan Tema Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP) pada tahun sebelumnya. Tema HAKTP pada tahun 2019 adalah menghentikan Kekerasan berbasis Gender di Dunia Kerja.

Baca Juga: Kesenjangan Gender di Tempat Kerja Tinggi, Perlu Ada ‘Affirmative Action’

Akan tetapi memang, perempuan punya peran berarti dalam perekonomian dunia. Mereka bisa dibilang merupakan tokoh sentral di dalam keluarga yang menentukan serta mengatur alur finansial rumah tangga. Namun terbebas dari mengatur keuangan dalam keluarga, perempuan masih diperlakukan ‘kurang’ di lingkungan kerja pria di kantor atau dunia kerja. Berikut beberapa isu yang masih sering muncul mengenai diskriminasi gender, yang masih menghantui perempuan di tempat kerja.

1. Gaji Perempuan yang Tidak Sama

gaji perempuan berbeda dengan pria

Data dari Institute for Women’s Policy Research, perempuan mendapatkan 49 sen dibandingkan dengan setiap $ 1 yang pria peroleh. Kalian mungkin masih berfikir kalau ini bisa saja disebabkan karena perempuan di berikan cuti hamil. Tetapi ada hasil penelitian lain, data baru ini memperhitungkan para pekerja paruh waktu serta perempuan yang sudah mengambil cuti dari pekerjaan.

Biarpun sudah memperhitungkan hal-hal tersebut, pendapatan perempuan masih terasa lebih kecil. Untuk mampu mengurangi perbedaan ini, para ahli mengatakan supaya ada kebijakan baru dibuat, termasuk cuti orang tua yang dibayar lebih banyak, support untuk perawatan anak, serta kebijakan lain yang mendukung keluarga.

2. Pelecehan Seksual di Tempat Kerja Masih Sering Didapati

Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Halangan yang sering dihadapi banyak perempuan di dunia kerja adalah pelecehan seksual. Memang masih sangat sedikit yang diketahui, mengenai berapa banyak perempuan yang mengalami jenis penindasan semacam ini.

Baca Juga: Memperkenalkan Kesetaraan Gender Mulai dari Buku-buku Teks Anak

Survei pernah dilakukan pada bulan Januari tahun 2018 oleh Stop Street Harassment, yang akhirnya mendapati 38 persen perempuan mengalami pelecehan seksual di tempat kerja, serta 81 persen mengadukan telah mengalami beberapa motif pelecehan seksual dalam hidup mereka, seperti serangan secara verbal dan fisik.

3. Contoh Diskriminasi Gender di Tempat Kerja: Perempuan Lebih Jarang Mendapatkan Promosi Dibanding Pria

Contoh Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Biarpun punya jenjang pendidikan lebih tinggi dibanding pria serta punya pengalaman hampir setengah dari angkatan kerja, perempuan dipromosikan di tempat kerja jauh lebih sedikit daripada laki-laki. 

Kalian mungkin sudah tahu kalau perempuan yang jadi CEO kurang dari 5 persen. Perempuan kulit berwarna bahkan lebih buruk, karena mereka tidak ditemui dalam list Fortune 500.

4. Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja: Rasisme

Bentuk Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Diambil dari website AsYouSow, ras sepertinya punya peran penting dalam bagaimana perempuan diperlakukan dan diberi bayaran di tempat kerja. Upah yang didapatkan oleh perempuan sangat beragam tergantung dari ras serta etnisnya.

Baca Juga: Ketimpangan Gender dan Kerentanan Perempuan di Sektor Pertambangan

Data yang didapatkan dari Institute for Women’s Policy Research menemukan bahwa perempuan Asia punya penghasilan tahunan rata-rata paling tinggi dan diberi kompensasi sebesar 46.000 USD. Perempuan berkulit putih pendaptan tahunanya sebesar 40.000 USD, sedangkan untuk perempuan asli Amerika serta Hispanik mendapatkan gaji paling kecil, cuma 28.000 USD sampai 31.000 USD rata-rata pertahunnya. Pendapatan juga sangat beragam bila dilihat dari ras jika disandingkan dengan apa yang didapatkan laki-laki.

5. Perempuan Segan Dalam Nego Gaji di Tempat Kerja

perempuan segan nego gaji

Perempuan masih sering takut dengan meminta gaji yang lebih tinggi dalam suatu pekerjaan. Bagi perempuan, perundingan gaji sering dipandang sebagai serakah atau putus asa, yang berujung pada rasa ragu untuk bernegosiasi waktu interview kerja.

Penelitian yang belum lama ini dari Glassdoor menemukan perempuan lebih jarang menegosiasikan gaji mereka dibanding pria. Dan infonya juga dari 70 persen perempuan menerima gaji yang ditawarkan tanpa negosiasi, sementara kalau untuk kaum pria cuma 52 persen yang melakukan hal yang sama.

Cara Mengatasi dan Menangani Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Cara Mengatasi Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Kamu pernah merasa sulit mencapai jenjang karier tinggi meskipun latar belakang pendidikan dan kompetensimu sama mumpuni dibanding pekerja lelaki? Bisa jadi kamu tengah mengalami diskriminasi, yakni sebuah kondisi tak ideal di mana kamu dinomorduakan hanya karena perusahaan tak mempercayaimu. Alasan ketidakpercayaan itu pun beragam, mulai dari perbedaan gender, beban ganda sebagai ibu di rumah, distigma sebagai sosok lemah, dan lainnya.

Ya, sehari-hari perempuan memang masih diperlakukan diskriminatif, termasuk di tempat kerja. Maraknya diskriminasi gender di lingkungan kerja ini, bahkan jadi tema global “16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan” dua tahun silam.    

Untuk menghindari diskriminasi gender di lingkungan kerja, perusahaan bisa mulai menginisiasi kebijakan yang inklusif dan mendukung perempuan pekerja. Tujuannya agar pekerja perempuan mereka yang berbakat bisa diberdayakan untuk kemajuan kantor. 

Berikut adalah cara-cara lengkap yang bisa diupayakan untuk mengurangi diskriminasi gender di tempat kerja:

Peraturan Perusahaan yang Inklusif

Kebijakan inklusif singkatnya, mampu mengakomodasi dan menghargai keragaman karyawannya, sehingga mereka dapat berkontribusi secara penuh dan tanpa diskriminasi, serta mencapai pengalaman positif dalam pekerjaan. Dalam konteks ini, perbedaan perspektif, kepribadian, dan kemampuan tak jadi soal. Kebijakan yang inklusif ini mesti dikomunikasikan dan dijadikan landasan bersama di antara karyawan. 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, menyusun kebijakan inklusif bisa meningkatkan tingkat kepuasan para pekerja dari pelbagai gender. Imbasnya, jika boleh meminjam logika untung rugi, perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih banyak. Semakin beragam latar belakang pekerja yang ada, semakin banyak juga inovasi yang muncul untuk memajukan perusahaan. 

Pemimpin Perusahaan Perlu Jadi Contoh Nyata 

Sebagai seorang pemimpin yang ingin menciptakan lingkungan ramah terhadap semua karyawan, terutama perempuan, mulailah dengan memberi contoh di awal. Pemimpin di sini mesti paham betapa pentingnya kesetaraan gender untuk semua orang. Ketika pemimpinnya sudah memberikan contoh yang baik, pekerja pun bakal nyaman bekerja. Bahkan, ketika ada pelanggaran kinerja, mereka jadi cenderung terbuka untuk membicarakan hal ini. 

Baca Juga: Kebijakan SDM yang Lebih Inklusif Dorong Keberagaman di Tempat Kerja

Rayakan Perbedaan Karyawan

Setelah pemimpin memahami manfaat inklusi dan keragaman tempat kerja, perusahaan bisa mulai mencari ide-ide atau program yang dapat membangun indikator inklusivitas yang dimau. Misal, Kamu bisa membuat perayaan atau penghargaan keragaman dan inklusi di tempat kerja. Undang karyawan dengan latar belakang dan tradisi berbeda untuk unjuk gigi menampilkan keberagaman mereka.

Tak lupa, berikan penghargaan kepada partisipan agar dapat memacu motivasi yang lainnya untuk menerima perbedaan.

Buat Aturan Komprehensif untuk Mencegah Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Salah satu hal yang mendukung agar diskriminasi gender tak muncul di tempat kerja adalah memberi rasa aman bagi semua tanpa kecuali. Rasa aman itu salah satunya diwujudkan dengan membuat pedoman atau peraturan kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Hal ini penting untuk dilakukan, agar korban bisa melaporkan kasusnya secara aman tanpa terintimidasi. Peraturan ini juga harus memiliki perspektif yang berpihak terhadap korban. Selain itu, perusahaan juga perlu membuat lembaga independen yang akan mengurus hal-hal ini serta yang paling utama adalah lembaga ini menjaga kerahasiaan identitas korban.

Baca Juga: Bagaimana Stereotip dan Norma Gender Mematikan Kepercayaan Diri Perempuan

Jangan Menganggap Remeh Masalah Diskriminasi Gender 

Diskriminasi gender bentuknya sangat beragam, bahkan candaan bernada seksual pun juga termasuk dalam diskriminasi dan pelecehan seksual. Hal-hal kecil seperti ini seharusnya tidak lagi dinormalisasi dan karyawan perlu aktif menolong (active bystander) jika ada karyawan lain yang melakukan hal ini. 

Khususnya bagi departemen sumber daya manusia alias HRD, perlu ada itikad baik untuk langsung menyelidiki masalah yang terjadi dan mencari solusi paling tepat untuk mengatasi masalah.

Adakan Pelatihan Tentang Kesetaraan Gender 

Memang masih banyak orang yang belum paham tentang kesetaraan gender, dan tidak tahu kalau mereka sudah melakukan diskriminasi gender pada orang lain. Oleh sebabnya, penting untuk perusahaan untuk mengadakan pelatihan tentang apa itu kesetaraan gender dan mengatasi diskriminasi gender di tempat kerja. 

Read More
Cara menghilangkan jenuh kerja

Kalau Kamu Lelah Bekerja, Ambil Jeda Jangan Berhenti

Kamu mungkin akan memasuki masa-masa ketika pekerjaan terasa membosankan dan begitu-begitu saja. Melakukan kegiatan yang sama hingga kamu jumud, rutinitas pun tak membuatmu tertantang. Di titik itu lah hasrat untuk menyerah dan mengundurkan diri bolak-balik mampir ke kepala.

Apalagi di masa pandemi yang memasuki tahun kedua, rasa jenuh ini berlipat dua karena kita diharuskan tetap bertahan kerja jarak jauh atau bekerja dari rumah (work from home). Jam kerja tanpa batas, beban kerja yang tak habis-habis, juga beban domestik yang sekali-lagi ikut dipikirkan. Semua menambah berat.

Bosan dengan kegiatan monoton memang manusiawi, kita tidak perlu merasa bersalah karena merasakannya. Alih-alih mengeluhkan kondisi tersebut, tarik napas panjang dan beristirahatlah sejenak. Berikut ini beberapa hal lainnya yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan rasa jenuh dalam bekerja.

1. Cara Menghilangkan Jenuh Kerja dengan Istirahat Sejenak

Terlalu serius dan fokus bekerja seringkali membuatmu lupa untuk memberikan jeda atau istirahat pada dirimu. Padahal bekerja tanpa henti mesti badan dan pikiran menolak itu berbahaya buat kesehatan. Beberapa kali kamu mungkin merasa mentok untuk berpikir. Nah, kalau sudah seperti ini jangan dipaksakan ya. Lagipula beristirahat takkan membuatmu terlihat lemah, sebaliknya ini bukti bahwa kamu menyayangi diri sendiri.

Baca Juga: Kesenjangan Gender di Tempat Kerja Tinggi, Perlu Ada ‘Affirmative Action’

Beristirahatlah setidaknya 10-15 menit. Kamu bisa keluar dari ruangan, menonton acara TV kesayangan, mendengar musik, melakukan peregangan, atau mungkin memejamkan mata sejenak.

2. Cari Tahu Penyebab Kamu Jenuh Bekerja

Kamu perlu mencari tahu apa yang bikin kamu jenuh dan lelah dengan pekerjaan. Mungkin dari sisi beban kerja kah? Jadwal yang padat? Atau rekan kerja yang mungkin tidak suportif. Ini wajib kita cari tahu, sebab jika kita sudah tahu apa sebabnya, kita jadi lebih mudah mengatasinya.

3. Selingi dengan Kegiatan yang Menyenangkan

Merasa jenuh dengan aktivitas yang itu-itu saja? Mungkin kamu butuh distraksi di sela-sela istirahat bekerja, loh. Kamu bisa mendengarkan musik yang bikin mood kamu semangat lagi. Kalau mendengarkan musik masih belum nendang, kamu bisa meninggalkan sebentar pekerjaanmu untuk bermain gim di ponsel.

Kamu juga bisa membaca buku favoritmu sebentar untuk mendistraksi otak agar tidak terlalu tegang. Pokoknya, lakukan hal-hal yang membuat kamu rileks.

4. Ubah Suasana Tempat Kerja

Bekerja dari rumah memang membuat sebagian dari kita jenuh bahkan kangen kembali ke kantor. Namun, sebaik-baiknya suasana tempat kerja, di tengah kondisi yang centang perenang ini, lebih aman bekerja dari rumah. Nah, bagi kamu yang kangen suasana kantor, mungkin bisa memulai mendekor ulang meja kerjamu di kamar.

Baca Juga: Berkaca dari Australia: Cara Menangani Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

Kamu bisa menambah dekorasi kecil dan menempel foto-foto di dinding. Kamu bisa juga menambah papan pengingat kecil untuk tugas-tugas yang akan kamu kerjakan. Selain membuat meja lebih rapi dan cantik, kamu juga bisa melihat apa saja tugas-tugas yang belum dikerjakan di papan pengingat itu. Apabila tempat kerja kalian sudah rapi dan cantik, pasti mood kalian dalam bekerja akan naik lagi.

5. Ubah Cara Pandangmu Terhadap Pekerjaan

Mengubah cara pandang kita menjadi lebih positif dan hadapi setiap tugas dan pekerjaan kantor dengan santai. Memang, kita tidak bisa membandingkan kesusahan sendiri dengan orang lain, tetapi di sisi lain kita tetap perlu bersyukur karena masih memiliki pekerjaan, apalagi dalam kondisi pandemi sekarang.

Dengan memiliki cara pandang yang agak positif, setidaknya kamu bisa mengurangi bebanmu di dalam hati.

6. Kurangi Lembur Cara Tepat Menghilangkan Jenuh Kerja

Dalam masa pandemi seperti ini, sebagian besar dari kita memiliki jam kerja yang lebih panjang dari yang biasanya. Rutinitas pun sontak berubah. Jika sebelum pandemi, kita harus bersiap-siap untuk bekerja, lalu berangkat ke kantor. Kini jam kerja dimulai lebih awal dan diakhiri lebih petang. Nah, hal ini juga yang membuat kita terkadang sudah berapa lama kita bekerja, dan tidak sadar kalau sudah berkali-kali kita lembur.

Baca Juga: Mahalnya Biaya Ibu Bekerja, Sebagian Putuskan ‘Resign’

Bekerja hingga larut malam memang tidak masalah jika dilakukan sesekali saja. Namun, ketika hal ini sudah memengaruhi pikiran dan fisik kamu sampai membuat lelah, maka jangan terlalu memaksakan diri dan hindari bekerja sampai larut malam. Gunakan libur akhir pekan kalian untuk benar-benar istirahat. Kalian bisa menonton film kesayangan atau mengobrol bersama anggota keluarga lain.

7. Curhat ke Rekan Kerja

Ketika sedang pandemi, kita memang jadi tidak bertemu dengan rekan kerja kita, dan ini membuat kita merasa jenuh. Kalian mungkin bisa ngobrol lewat video call dengan rekan kerja. Kalian bisa berbagi tips dan curhat tentang pekerjaan kalian. Ini sesekali perlu dilakukan, jangan cuma berada di depan layar laptop atau komputer saja.

8. Ingat Tujuan yang ingin Dicapai Saat Bekerja

Terkadang karena sudah lama bekerja kita jadi lupa apa sih tujuan kita untuk bekerja. Ini yang membuat kita jadi merasa jenuh dengan pekerjaan kita. Coba deh ingat-ingat lagi apa yang mau kamu capai. Kalau kamu memang lupa, kamu bisa banget membuat tujuan-tujuan baru yang mau kamu capai. Niscaya, ini bisa memotivasi kamu lagi. 

Baca Juga: Apa Hukum Perempuan Bekerja di dalam Islam?

9. Pekerjaan Jangan Jadi Beban Merupakan Cara menghilangkan Jenuh Kerja yang Efektif

Kadang-kadang kita mungkin kita beranggapan, bekerja itu cuma kewajiban untuk mencari nafkah, maka ujung-ujungnya kalian jadi sedikit tidak nyaman dan berat setiap harinya. Pemikiran seperti ini sebetulnya tidak bagus.

Jika kalian sering berpikiran seperti ini, tentunya ini bakal memengaruhi kinerjamu dan berujung stres sendirian. Bila kamu menjalani pekerjaan dengan santai dan hati ringan, maka rasa bosan juga bisa dikurangi.

10. Tidur yang Cukup

Cara menghilangkan jenuh kerja selanjutnya dengan tidur malam yang cukup. Jangan terlalu sering begadang biarpun itu urusan pekerjaan.

Lantaran begadang itu tidak baik untuk kesehatan. Selain buat pikiran jadi stres, begadang juga dapat membuat badan jadi lemas. Makanya, selalu atur jam tidur kamu dengan baik.

Tidur di malam hari itu bagusnya 6 sampai 8 jam, itu sangat bagus buat pikiran jadi fresh kembali. Yang perlu diingat, tidur jangan terlalu malam! Maksimal jam 10.00 atau 11.00 malam kalian sudah bisa tidur

11. Cari Pekerjaan Sesuai Passion Kalian

Ini memang susah dan jadi dilemma hampir semua orang. Pekerjaan sesuai passion kerap tak menjanjikan banyak cuan, tapi bekerja yang sama sekali di luar minat justru bikin keuangan berlipat. Nah, dengan kondisi kelelahan terus-menerus dan tak bisa lagi diusahakan, mungkin sudah saatnya kalian memikirkan untuk undur diri.

Baca Juga: Tentang Perempuan di Dunia Kerja: Dari Cuti Melahirkan Sampai ‘Glass Ceiling’

Namun, perlu diperhatikan, saat kamu memutuskan mundur, setidaknya sudah ada rencana cadangan yang dipikirkan.

Sekali lagi, bagaimanapun caramu menghilangkan jenuh dalam bekerja, lakukan demi kebahagiaan.

Read More
andi depu pahlawan indonesia

Andi Depu Pilih Bercerai dengan Suami Demi Kemerdekaan Negeri

Andi Depu telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia lewat Surat Keputusan Presiden yang diterbitkan pada 6 November 2018, menjelang peringatan Hari Pahlawan. 

Nama Andi Depu akhirnya terpilih menjadi salah satu nama pahlawan perempuan karena dianggap persisten dalam melawan dan membasmi penjajah Belanda yang ada di wilayah Tanah Mandar, Sulawesi Barat.

Andi Depu bersedia untuk keluar dari kerajaannya dan ikut berjuang bersama rakyatnya untuk mempertahankan daerah Tinambung pada waktu itu dari kekuasaan Belanda.

Baca Juga: Cerita Perjuangan Martha Christina Tiahahu Pahlawan dari Tanah Maluku

Akan tetapi perjuangannya itu tidak diperkenankan oleh sang suami, Andi Baso Pabiseang, yang malah pro dengan Belanda, sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Sosok Andi Depu lahir pada 1907 di Tinambung, yang sekarang ini menjadi wilayah Polewali Mandar. Ia merupakan seorang anak perempuan dari Raja Balanipa ke-50, yang bernama Laqju Kanna Idoro serta ibunya yang bernama Samaturu.

Andi Depu Bercerai dengan Suami untuk Perjuangkan Kemerdekaan

Andi Depu

Pada tahun 1923, Andi Depu menikah dengan seorang pria berdarah biru yang bernama Andi Baso Pabiseang. Ia sudah menjadi istri seorang bangsawan, seharusnya ia bisa lebih bersantai di rumah tempat tinggalnya. Namun Andi Depu tidak seperti itu; masih ada sesuatu hal yang tidak bisa berhenti dipikirkannya.

Ia merasa sangat prihatin melihat rakyat yang ditindas oleh penjajah Belanda. Melihat keadaan di mana rakyat tidak punya kuasa, ia pergi dari istananya dan ikut bersama rakyat untuk mempertahankan wilayah Tinambung dari cengkeraman Belanda.

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Waktu ikut berjuang di Tinambung, Andi Depu dapat bebas pergi berjuang ke mana pun tanpa ada prasangka sebagai pejuang karena ia adalah seorang perempuan. Akan tetapi, gerak-geriknya ini dikecam oleh sang suami karena lebih memihak kepada Belanda. Karena memiliki idealisme yang berbeda, pasangan ini pun akhirnya memutuskan untuk berpisah.

Setelah bercerai, Andi bersama dengan anak laki-lakinya yang bernama Andi Perenrengi, bergabung dalam pergerakan rakyat Mandar dalam melawan penjajah Belanda. Ia memilih menetap di rumah orang tuanya yang akhirnya dibuat sebagai markas pertahanan.

Ia pernah bersekolah di Volkschool dan sangat aktif di banyak organisasi. Ia juga merupakan pendukung utama organisasi pemuda Jong Islamieten Bond (JIB) yang mendirikan cabang di wilayah Mandar pada 1940, sampai menjadi pelopor Fujinkai (tentara perempuan Jepang) di wilayah Mandar pada tahun 1944.

Andi Depu Menentang Penurunan Sang Saka Merah Putih

Selain menjadi pelopor di Jong Islamieten Bond, ia juga membuat organisasi KRIS Muda atau kepanjangan dari Kebangkitan Rahasia Islam Muda pada 21 Agustus 1945 yang berhasil menyebar ke sejumlah wilayah di luar Mandar. Karena organisasinya ini, ia sempat ditangkap oleh pasukan Netherlands Indies Civil Administration (NICA) pada Desember 1946, meskipun akhirnya dibebaskan.

Kiprahnya yang paling terkenal adalah saat perang revolusi ia tidak mau menurunkan bendera merah putih yang berkibar di Istana Raja Balanipa di Tinambung pada 28 Oktober 1945. Pada waktu itu Andi Depu baru saja selesai melakukan salat dhuha.

Baca Juga: Perempuan Indonesia Pascakemerdekaan: Perjuangkan Kesetaraan dalam Pernikahan

Para penjaga istana yang melihat pasukan Belanda sedang menurunkan bendera merah putih langsung memberikan info pada Andi Depu. Mendapatkan laporan tersebut, Andi Depu langsung pergi dari tempatnya dan bergegas berlari menuju tiang bendera sambil berteriak “Allahu Akbar” dan memeluk kuat tiang bendera.

Berada di tengah kumpulan tentara Belanda, Andi Depu berteriak dengan keras dalam bahasa Mandar: “Lumbangpai Batangngu, Muliai Pai Bakkeu, Anna Lumbango Bandera” yang berarti “Tidak masalah saya gugur, mayatku kalian langkahi, baru bendera ini bisa kau singkirkan”.

Langkahnya ini membuat para tentara istana serta warga Tinambung memaksa masuk kepungan Belanda dan berdiri memagari Andi Depu. Bisa dibilang sangat nekat, karena para tentara istana serta warga sekitar hanya memiliki senjata berupa keris dan tombak waktu mengerumuni prajurit Belanda.

Sebelumnya, para tentara istana itu mendapatkan perintah oleh Andi Depu untuk tidak membongkar bendera Merah Putih itu. Melihat ketahanan dari perjuangan rakyat Mandar yang dipimpin oleh Andi Depu, Belanda pun tidak berani menurunkan bendera tersebut.

Membantu Pembubaran NIT

Belanda yang punya pengaruh sangat hebat di Indonesia Bagian timur yang akhirnya Belanda bisa membuat sebuah negara boneka dengan nama Negara Indonesia Timur (NIT). NIT dibentuk dari sebuah konferansi yang diadakan di Malino serta Denpasar pada tahun 1946. Terbentuknya NIT akhirnya diikuti oleh pembentukan negara-negara bagian yang lainnya seperti Negara Sumatera Timur (NST), dan Negara Pasundan.

NIT sendiri awalnya langsung dijadikan dasar penerapan sistem federal oleh Belanda, yang berujung membantu Republik Indonesia (RI) untuk memperoleh pengakuan kedaulatan di tahun 1949 lewat sebuah badan yang dibuat oleh belanda yaitu Bijeenkomst voor Federal Overleg (BFO).

Sudah biasa ditangkap Belanda, Andi Depu serta pemimpin lain dari perjuangan rakyat Mandar akhirnya bebas sebelum penyerahan kedaulatan Indonesia secara menyeluruh pada akhir 1949 dari hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Setelah keluar dari penjara, ia juga ikut membantu pembubaran Negara Indonesia Timur (NIT). Demonstrasi ia gelar di Polombangkeng pada 1950. Hal ini mengakibatkan ia ditangkap lagi oleh sisa-sisa orang-orang NIT selama kurang lebih 30 hari.

Karena langkahnya ini, ia kembali ditangkap oleh pemerintah NIT dan langsung dibawa ke penjara selama 30 hari lebih. Andi ditangkap di angkatan udara Penerbangan Mandai lalu dilepaskan kembali oleh pemerintah NIT.

Bebasnya Andi Depu dari penjara kemudian mendapat animo yang luar biasa dari rakyat dan di jalan yang menuju ke Tinambung. Animo dari warga tak terputus termasuk beberapa orang yang dulunya tergabung di KNIL juga ikut mengelu-elukannya.

Biarpun dengan kesehatan yang sudah memburuk akibat perlakuan selama di dalam penjara, tidak menghilangkan semangatnya dalam memberikan semangat dalam melawan penjajahan.

Baca Juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Setelah berhasil bebas yang kedua kali, ia kembali pergi ke Mandar karena diminta untuk menjadi pemimpin daerah yang dulunya merupakan Kerajaan Balanipa, dan kemudian berubah menjadi swapraja.

Andi Depu dipilih menjadi ketua Swapraja Balanipa. Amanah ini terus ia pegang sampai tahun 1956 sebelum akhirnya Andi mundur karena masalah kesehatan.

Bersama dengan keluarganya, Andi memutuskan untuk pindah dari Tinambung ke Makassar untuk mendapatkan pengobatan karena kesehatan fisiknya yang sudah menurun. 

Andi Depu mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pelamonia Makassar pada 18 Juni 1985. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk mengenang perjuangannya, sebuah monumen yang dibuat seperti sosok perempuan yang sedang memeluk tiang bendera merah putih sambil menunjuk ke depan dibuat di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar.

Read More
Martha Christina Tiahahu

Cerita Perjuangan Martha Christina Tiahahu Pahlawan dari Tanah Maluku

Perang selalu identik dengan kerusuhan, nyawa yang berjatuhan, serta kesedihan. Namun bila perang itu adalah bagian dari perjuangan meraih kemerdekaan, maka pengorbanan itu adalah sesuatu yang harus dilakukan, biarpun nyawa yang akan jadi taruhannya. Para Pahlawan Nasional Indonesia dahulu tidak ragu untuk berkorban dan terus berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan.

Salah satu pahlawan perempuan Indonesia yang sudah berani untuk berjuang dan ikut berperang merebut kemerdekaan adalah Martha Christina Tiahahu, remaja perempuan pemberani dari Maluku Tengah, yang sudah ditahbiskan sebagai Pahlawan Nasional termuda di Indonesia. Martha dari masih remaja sudah ikut berjuang memerangi penjajah Belanda. 

Biografi Martha Christina Tiahahu

Cerita pejuangan pahlawan perempuan ini di mulai saat berusia sekitar 17 tahun, Martha Tiahahu dengan gagah berani ikut berperang melawan para penjajah di dalam medan pertempuran. Perempuan yang lahir ditanggal 4 Januari  1800 di Kampung Abubu, Maluku Tengah ini merupakan anak perempuan tertua dari seorang Kapitan yang bernama Paulus Tiahahu, pemimpin pasukan rakyat di wilayah Maluku.

Baca Juga: Rasuna Said dan Soewarni Pringgodigdo: Contoh Kepemimpinan Perempuan Era Kolonial

Biarpun masih sangat belia, ia diketahui sangat baik oleh para pejuang serta rakyat, malah para tentara musuh tahu kalau Martha ini merupakan perempuan muda yang sangat berani dan sangat memperjuangkan cita-citanya. Martha pun mendapat panggilan Srikandi dari wilayah Maluku.

Dengan rambut yang tergerai panjang, dihiasi kain ikat kepala dengan rona merah, Martha berjuang bersama sang ayah yang pegang senjata untuk mengusir para pasukan Belanda yang berada di Nusa Laut atau Saparua.

Pada waktu yang sama, Pattimura juga sedang berjuang memerangi dominasi pasukan Belanda yang ada di wilayah Saparua. Peperangan di Saparua meluas ke wilayah Nusa Laut serta daerah sekitarnya.

Peran Martha Christina Tiahahu

Martha Christina Tiahahu juga punya peranan dalam perang yang terjadi di wilayah Saparua, lebih tepatnya di Desa Ouw, Maluku Tengah dalam mengusir tentara penjajah.

Di tengah kebrutalan peperangan tersebut, sosok Martha memberikan semangat juang buat para tentara Nusa Laut buat melawan para penjajah. Teriakan semangat Martha sudah berhasil menaikkan semangat buat para perempuan yang ikut menemani kaum laki-laki di wilayah perang. Di waktu ini lah Belanda melawan langsung para perempuan militan yang ikut berperang.

Baca Juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Pada pertarungan tersebut, pemimpin pasukan Belanda yang bernama Richemont, berhasil dibunuh oleh tentara Martha Cristina Tiahahu. Dari segala sudut, para tentara Nusa Laut berhasil mengepung Belanda, dan teriakan mereka memecah udara serta membuat rasa takut pasukan Belanda.

Pemimpin mereka ditaklukkan membuat para pasukan penjajah jadi makin keras dalam memberikan serangan kepada rakyat Maluku. Pada tanggal 12 Januari 1817, komandan Belanda yang baru, Vermeulen Kringer, memerintahkan serangan umum terhadap tentara rakyat Indonesia. Peperangan yang sengit tidak bisa dihindari. Banyak korban yang gugur dari kedua kubu. Sampai satu titik saat tentara rakyat membalas serangan Belanda dengan lemparan batu, Tentara Belanda jadi sadar bahwa persediaan amunisi tentara rakyat sudah habis.

Kringer memberikan perintah untuk memberikan serangan lagi dengan bayonet terhunus. Tentara rakyat pun harus mundur dan berlindung di dalam hutan. Akhirnya seluruh wilayah Ulath serta Ouw harus menerima kekalahan, semua daerah dibakar dan dijarah.

Martha Christina Tiahahu dengan ayahnya serta para pejuang yang lain ditangkap dan digiring ke kapal Belanda, yaitu Eversten. Di dalam Eversten, para pejuang ini, yang berasal dari wilayah Tenggara berjumpa dengan sosok Pattimura serta tawanan yang lain.

Mereka diselidiki dan akhirnya diberikan vonis. Karena tergolong masih anak-anak, Martha akhirnya dilepas. Namun ayahnya yang bernama Paulus Tiahahu tetap diberikan vonis yaitu hukuman mati.

Pada bulan Desember tahun 1817, Martha dengan pejuang lain ditangkap lagi dan dikirim ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan secara paksa di kebun kopi. Dalam perjalanan ke Pulau Jawa, tetap terjadi perlawanan terhadap tentara Belanda di dalam kapal Eversten.

Akhir Hayat Martha

Dalam kapal, kesehatan fisik Martha makin menurun, ia tidak mau makan serta minum obat. Akhirnya pada 2 Januari 1818, setelah melewati Sulawesi Selatan, Martha kemudian mengembuskan nafas terakhir. Jenazahnya diberikan sebuah penghormatan terakhir secara militer tepat di perairan Banda.

Baca Juga: 6 Pahlawan Perempuan Indonesia Beserta Asalnya yang Perlu Kamu Ketahui

Nama Martha Christina Tiahahu akhirnya ditetapkan sebagai sosok Pahlawan Nasional Indonesia pada 20 Mei 1969, lewat Surat Keputusan Presiden.

Read More
Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat

4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Kalau kita membahas nama pahlawan perempuan di Indonesia, pasti kita langsung ingat figur Raden Ajeng Kartini. Pahlawan perempuan itu lahir di kota Jepara, pada 21 April 1879. Kartini sudah populer sebagai figur yang berdampak kepada hak perempuan dalam mendapatkan pendidikan waktu zaman penjajahan.

Selain figur Kartini yang dikenal oleh khalayak luas, masih ada sejumlah pahlawan perempuan yang kurang begitu populer di masyarakat. Misalnya saja para pahlawan perempuan yang menjadi tokoh feminisme, dan punya dampak cukup hebat untuk kemajuan perempuan di Jawa barat.

Baca Juga: Tokoh Perempuan Disney Masih Terjebak Stereotip Negatif Perempuan Pemimpin

Pahlawan perempuan dari Jawa barat ini hebat karena punya peran yang tidak umum di eranya, dari perempuan pribumi pertama yang menjadi anggota parlemen kota, sampai ada yang memperkenalkan pendidikan secara door to door.

1. Biografi Singkat Dewi Sartika

Dewi Sartika pahlawan perempuan asal Jawa Barat

Dewi Sartika yang tumbuh di daerah Cicalengka, Jawa Barat, lahir pada 4 Desember 1884. Dia merupakan anak perempuan dari seorang patih di Bandung yang bernama R. Rangga Somanegara, serta ibunya R. A. Rajapermas. Dari ia kecil, Dewi Sartika sering bermain dan bertindak layaknya seorang pendidik kepada teman sebayanya, dari itulah rasa keinginan menjadi seorang guru terbentuk.

Tepatnya pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika muda membuat sebuah Sakola Istri atau sekolah untuk perempuan di Kota Bandung. Sakola Istri sering sekali mendapatkan apresiasi dari warga pribumi. Banyak dari perempuan, khususnya di kota Bandung serta Jawa Barat, ingin bergabung serta ikut bersekolah di Sakola Istri ini. Ruangan Kepatihan Bandung yang dipakai untuk dipinjam sebagai ruangan sekolah sampai tidak bisa menampung lagi karena murid yang terus bertambah.

Baca Juga: 5 Tokoh Perempuan Pembuat Kebijakan di Sektor Ekonomi dan Keuangan

Akhirnya pada tahun 1910, Sakola Istri pun pindah ke area yang lebih besar, tepatnya di Jl. Ciguriang serta namanya diganti menjadi Sekolah Kaoetamaan Istri. Yang diubah bukan namanya saja, akan tetapi pelajarannya pun ditambah juga.

Pada 1913, atas kemauan dari Dewi Sartika pribadi, juga didirikan sebuah organisasi untuk remaja perempuan yang diberi nama Kaoetamaan Istri di wilayah Tasik. Lembaga ini memayungi beberapa sekolah yang dibuat oleh Dewi Sartika. Sekitar tahun 1929, Belanda pun juga memberikan dukungan dengan ikut memajukan Sakola Kaoetamaan Istri dengan menyediakan bangunan baru yang lumayan luas dan memberikan akomodasi penyokong untuk sekolah ini, yang namanya diubah menjadi Sekolah Raden Dewi.

2. Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat, R.A Lasminingrat

Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat

Raden Ayu Lasminingrat adalah seorang pahlawan perempuan dari Jawa barat yang berfokus pada kemajuan kaum perempuan, khususnya di Kota Garut, Jawa Barat. Dia merupakan putri sulung dari R.A. Ria dan Raden Haji Muh. Musas, seorang penghulu dan ahli sastra yang populer dari wilayah Pasundan.

Lasminingrat berupaya memajukan pendidikan dengan menggabungkan pendidikan gaya barat dengan adat Sunda agar mudah dipelajari oleh rakyat Jawa Barat, khususnya Garut. Ia menerapkan gaya pendidikan ini pada perempuan, untuk membentuk karakter perempuan Sunda yang independen dan bermartabat.

Ia juga pintar dalam berbicara bahasa Belanda ,sehingga sangat diapresiasi oleh seorang pengelola perkebunan dari Belanda yang bernama K. F. Holle, karena bisa menerjemahkan cerita-cerita Grimm bersaudara. Cerita-cerita yang sudah terkenal dari negeri barat dan cerita yang lain diterjemahkan ke bahasa Sunda.

Pada sekitar tahun 1907, Lasminingrat mendirikan Sakola Kautamaan Istri di Garut, Jawa barat. Mulanya sekolah tersebut sangat eksklusif, hanya untuk kalangan darah biru atau bangsawan pribumi saja. Kurikulumnya sebagian didapatkan dari hasil pendidikannya di negeri Belanda, berupa pelajaran membaca, menulis, serta pelajaran mengenai pemberdayaan kaum perempuan.

Lasminingrat juga giat membikin semacam karya tulis. Karya tulis Lasminingrat yang populer adalah Warnasari, cerita pendek yang tentang ambisi serta tekad perempuan dalam mengikhtiarkan haknya, termasuk juga tentang masalah percintaan serta perjodohan yang sudah jamak pada masa tersebut. Hasil tulisan Lasminingrat ini bertujuan untuk memunculkan wacana buat para pembaca remaja atau yang sudah dewasa.

3. Pahlawan Perempuan Jawa Barat, Raden Siti Jenab

Banyak sekali yang tidak mengetahui mengenai Raden Siti Jenab, yang termasuk pahlawan perempuan yang aktif pada gerakan perempuan. Ia sangat aktif mengenalkan metode pendidikan buat para perempuan di Kota Cianjur dengan cara berkeliling dari pintu ke pintu.

Perempuan yang berasal dari Kota Cianjur dan lahir pada 1890 tersebut pernah mengenyam pendidikan dari Sekolah Raden Dewi Sartika.

Baca Juga: 11 Perempuan Berpengaruh dalam Bidang Sains di Dunia

Pahlawan perempuan dari Jawa Barat yang punya nama lengkap Nyi Rd. Siti Djenab Djatradidjaja tersebut pernah membuat sekolah di Kota Cianjur. Sekolah tersebut berupaya untuk mengenalkan metode pendidikan yang diambil dari Sakola Istri milik Raden Dewi Sartika di Bandung, Jawa Barat. Kurikulum yang diajarkan yaitu berupa bahasa Sunda, bahasa Melayu, bahasa Belanda, Matematika dasar, edukasi tentang budi pekerti ,sampai edukasi praktis buat para perempuan, misalnya membuat batik serta merenda.

4. Pahlawan Perempuan Kota Bandung: Nyi Raden Rachmatulhadiah Poeradiredja

Nyi Raden Rachmatulhadiah Poeradiredja

Nyi Raden Rachmatulhadiah Poeradiredja atau yang lebih populer dengan nama Emma Poeradiredja merupakan tokoh pahlawan perempuan yang berasal dari Kota Bandung, dan lahir pada 9 Maret 1880. Emma faktanya merupakan anggota dari Jong Java, yang didirikan oleh Satiman Wirjosandjojo, sebuah kelompok pemuda yang berperan dalam memperjuangkan persatuan dari para pelajar pribumi serta memantapkan nilai pada kesenian serta pengetahuan umum buat para anggota.

Baca Juga: Perempuan Pemimpin dalam Film: Kurang Representasi, Diseksualisasi

Sekitar tahun 1927, Emma dengan kawan-kawannya, yaitu Artini, Sumardjo, Ayati, Emma Sumanegara, dan yang lainnya membuat Dameskring. Dameskring adalah semacam lembaga khusus pemuda serta pemudi Indonesia yang berpusat pada penggalangan nilai dari angan-angan bangsa Indonesia lewat beberapa acara, seperti membuat organisasi perempuan.

Dari personel Dameskring, Emma kemudian terjun langsung dalam Kongres Pemuda Indonesia kedua yang diselenggarakan di Jakarta, waktu itu masih Batavia, pada tahun 1928. Tak lama dari Kongres Pemuda tersebut Emma akhirnya membuat PASI atau Pasundan Istri, semacam organisasi untuk perempuan Jawa Barat untuk menggalakkan perjuangan kodrat serta kebutuhan rakyat wilayah Jawa Barat.

Read More
perempuan dalam bidang sains

11 Perempuan Berpengaruh dalam Bidang Sains di Dunia

Sejak dulu, perempuan memiliki peran penting dalam bidang sains dan teknologi. Namun, terlepas dari partisipasinya yang hebat, nama mereka kerap tidak muncul dan ada di bawah bayangan laki-laki. Film Hidden Figures, misalnya, memberikan gambaran bagaimana kiprah perempuan di dunia sains dikerdilkan.

Baca Juga: Buku-buku Sains Anak Masih Bias Gender, Kurang Representasi Perempuan

Untuk memberikan penghormatan pada para perempuan di bidang sains dunia, berikut adalah beberapa perempuan ilmuwan yang penemuannya mengubah dunia dalam sejarah sains.

1. Marie Curie

marie curie

Marie Curie, yang lahir pada 7 November 1867 merupakan ilmuwan perempuan terkenal yang mendapatkan dua Hadiah Nobel untuk Fisika pada tahun 1903 serta Kimia pada 1911. Curie merupakan pionir radioaktivitas, menemukan cara untuk mengisolasi isotop radioaktif serta dua elemen kimia lainnya, yakni polonium serta radium.

Dalam pekerjaannya ini, Madame Curie selalu dikelilingi oleh radioaktivitas secara harafiah. Ia selalu membawa elemen kimia saat pergi kemana pun, mengabaikan tingkat kerusakan yang disebabkan oleh paparan zat kimia itu. Dia berbagi karya ilmiahnya bersama sang suami, Pierre Curie.

2. Perempuan dalam Bidang Sains: Irène Joliot Curie

Perempuan dalam Bidang Sains Irène Joliot Curie

Irène adalah putri dari pasangan peraih Hadiah Nobel, Marie Curie dan Pierre Curie. Ia menimba ilmu bidang fisika serta kimia di University of Paris dalam masa Perang Dunia I. Saat perang usai, ia bekerja menjadi asisten ibunya di lembaga penelitian Paris Radio Institute, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Curie Institute.

Hasil penelitiannya dalam aspek fisika nuklir yang menjadi kontribusi besarnya adalah konstruksi atom dan proyeksi nukleus yang menjadi dasar penemuan neutron, serta penerapan elemen radioaktif artifisial. Curie kemudian mendapat Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1935 bersama sang suami, Frédéric Joliot-Curie, menjadikan pasangan ini dan orang tua Irène keluarga dengan Hadiah Nobel paling banyak.

3. Margarita Salas

Margarita Salas

Margarita Salas mendapatkan gelar Ph.D. dalam jurusan kimia di Complutense University of Madrid. Perempuan ini kemudian memperkenalkan penelitian Spanyol di dunia biokimia serta biologi molekuler. Karya Margarita Salas sangat berpengaruh karena keikutsertaan dalam penyelidikan pemahaman informasi genetik.

Baca Juga: Perempuan Hadapi Banyak Sandungan dalam Dunia Sains di Indonesia

Analisisnya berkonsentrasi pada virus bakteri Phi29 yang akhirnya memungkinkan kita untuk lebih memahami tentang DNA berperilaku, serta bagaimana virus dan bakteri mengonversikan protein, serta bagaimana mereka saling berkaitan untuk membuat virus fungsional. Margarita Salas sudah mendapatkan beberapa penghargaan, antara lain dari UNESCO pada 1999.

Dia dijadikan Direktur Institute of Spain pada tahun 1995 sampai dengan 2003, yang berafiliasi dengan semua perguruan tinggi Kerajaan Spanyol. Pada Desember 2018, Sekolah Eliseo Godoy di Zaragoza menambahkan ditambahkan nama Margarita Salas di dalamnya.

4. Ilmuwan Perempuan Berperan dalam Dunia Sains: Hypatia

Ilmuwan Perempuan Berperan dalam Dunia Sains Hypatia

Hypatia lahir sekitar tahun 350 sampai dengan 370 Masehi yang merupakan seorang ahli filsafat serta kompeten dalam matematika. Ia memfokuskan dirinya sendiri untuk menuntun dan menekuni ilmu pasti. Di antara hasil kerjanya yang berlimpah, ia berhasil memperbaiki rancangan astrolab, instrumen yang memastikan letak bintang yang ada di tata surya.

Meskipun Hypatia sudah mendapatkan pengakuan sebagai perempuan ahli matematika pertama, sayangnya karya ilmiahnya tidak mendapatkan sambutan terbuka, malah dinilai sebagai kaum “pagan”.

Figur Hypatia sekarang ini sudah diakui dan dikagumi oleh perempuan yang sudah mengabdikan diri mereka buat sains, astronomi, matematika serta oleh para praktisi dan feminis.

5. Lise Meitner, Perempuan yang Berperan dalam Bidang Sains Khususnya Radioaktivitas

Lise Meitner Perempuan yang Berperan dalam Bidang Sains Khususnya Radioaktivitas

Sosok perempuan ini merupakan seorang ahli fisika yang mempelajari tentang radioaktivitas. Ia merupakan guru besar di Institut Kaiser Wilhelm serta Universitas Berlin sekitar tahun 1926 sampai dengan 1933. Pada 1938, ia harus meninggalkan Jerman karena berdarah Yahudi. Ia kemudian bergabung dengan lembaga penelitian Manne Siegbahn Institute di Swedia.

Meitner tergabung dalam tim yang berhasil mendapatkan fisi nuklir, namun hanya rekannya yang bernama Otto Hahn yang mendapatkan Hadiah Nobel dalam Ilmu Kimia. Padahal hasil kerja Meitner sangat berarti, namun hasil kerjanya tidak diketahui oleh dunia sains sampai beberapa tahun kemudian.

6. Perempuan dalam Bidang Sains: Jocelyn Bell Burnell

Perempuan dalam Bidang Sains Jocelyn Bell Burnell

Sosok perempuan ini merupakan seorang ahli fisika yang mempelajari tentang radioaktivitas. Ia merupakan guru besar di Institut Kaiser Wilhelm serta Universitas Berlin sekitar tahun 1926 sampai dengan 1933. Pada 1938, ia harus meninggalkan Jerman karena berdarah Yahudi. Ia kemudian bergabung dengan lembaga penelitian Manne Siegbahn Institute di Swedia.

Baca Juga: Sains dan Empati: Senjata Keberhasilan Pemimpin Perempuan Kendalikan COVID-19

Meitner tergabung dalam tim yang berhasil mendapatkan fisi nuklir, namun hanya rekannya yang bernama Otto Hahn yang mendapatkan Hadiah Nobel dalam Ilmu Kimia. Padahal hasil kerja Meitner sangat berarti, namun hasil kerjanya tidak diketahui oleh dunia sains sampai beberapa tahun kemudian.

7. Valentina Tereshkova

Valentina Tereshkova

Valentina Tereshkova adalah seorang kosmonot dan politisi perempuan. Ia termasuk perempuan pertama yang berhasil terbang ke ruang angkasa di Vostok 6 pada 16 Juni 1963. Meskipun penerbangan awalnya berhasil dengan sempurna, selama dalam jalur di orbit ia tidak dapat mengatur arah kapalnya ke tujuan karena terjadi kesalahan sistem. Namun, Direktur Program Luar Angkasa Soviet, Sergei Korolyov, mencoretnya dari pekerjaan kosmonot dan tidak memberikan izin untuk mengambil kendali manual atas pesawat ruang angkasa.

Kekeliruan dalam software navigasi otomatis pesawat ulang alik tersebut membuat pesawat itu akhirnya malah menjauh dari Bumi. Para Ilmuwan Soviet harus dengan segera menguraikan algoritme pendaratan yang baru dan akhirnya, Tereshkova bisa kembali dan berhasil menuntaskan penerbangan tersebut.

Pada waktu itu, dia menderita sakit kepala yang luar biasa serta rasa tidak nyaman lainnya. Namun ia sukses mengorbit Bumi 48 kali dan mencatat semuanya lewat jurnal dan mendokumentasikannya lewat foto. Tereshkova merupakan satu-satunya perempuan yang berhasil melakukan misi luar angkasa sendirian.

8. Rita Levi Montalcini

Rita Levi Montalcini

Rita Levi Montalcini (22 April 1909 – 30 Desember 2012)  merupakan perempuan ilmuwan yang berfokus dalam bidang neurologi. Ia mendapatkan Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1986. Meskipun demikian, kehidupan Rita tidak bisa dibilang mudah. Dia belajar di universitas selama Perang Dunia dan menghadapi kesulitan sebagai seorang perempuan Yahudi.

Di Italia, ada peraturan khusus untuk orang Yahudi dari Benito Mussolini, sehingga Rita mau tidak mau keluar dari pekerjaannya di universitas dan memindahkan penelitiannya ke kamar pribadinya. Di sana, dia membangun semacam laboratorium dengan mikroskop serta peralatan rumah tangga yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Setelah agresi pasukan Nazi, dia harus kabur ke arah selatan. Setelah berakhirnya perang, Rita yang sudah riset selama bertahun-tahun bekerja sama dengan spesialis biokimia yang bernama Stanley Cohen. Kolaborasi tersebut mendapatkan hasil: Ia sukses mengisolasi apa yang disebut sebagai faktor perkembangan saraf, protein penting untuk perturutan hidup neuron.

9. Ilmuan Perempuan Matematika: Ada Lovelace

Ilmuan Perempuan Matematika Ada Lovelace

Ada Lovelace merupakan perempuan pionir dalam teknologi komputer yang lahir di Inggris pada 10 Desember 1815 sebagai putri semata wayang Anna Isabella, seorang ahli matematika terpandang, dan penyair Lord Byron. Ia merupakan seorang spesialis matematika, ilmuwan komputer, dan penulis. Lovelace mendapatkan banyak aspirasi ilmiah dan acap kali terbukti lebih berpengaruh dari ibu kandungnya sendiri.

Menginjak umur 18 tahun, Lovelace berkenalan dengan spesialis matematika yang bernama Charles Babbage yang mendorong dia untuk bergabung dengan tim “mesin analitis” yang terkenal. Lovelace tidak cuma sukses dalam hal ini tetapi juga menemukan apa yang diakui sampai sekarang ini sebagai algoritme pertama untuk sebuah mesin komputasi.

Peristiwa itu membuatnya jadi seorang programmer komputer pertama. Bahkan, bahasa pemrograman yang sekarang, yang dibikin oleh divisi Pertahanan USA, diberi nama berdasarkan namanya.

10. Hedy Lamarr

Hedy Lamarr

Hedy Lamarr yang lahir pada 9 November 1914  merupakan perempuan pencipta versi pertama koneksi tanpa kabel jarak jauh atau sekarang ini kita kenal sebagai Wi-Fi. Bersama dengan rekannya George Antheil, Lamarr mengelaborasi metode enkripsi yang diketahui sebagai frequency hopping.

Baca Juga: Ketimpangan Gender dan Kerentanan Perempuan di Sektor Pertambangan

Tetapi sebelum kesuksesannya, Lamarr pernah mengalami keadaan sangat buruk. Suaminya yang bernama F. Mandl memenjarakannya di dalam rumahnya sendiri dan ia diawasi secara ketat, memaksa Lamarr berhenti bekerja. Sekitar tahun 1942, ia memasukkan paten metode komunikasi rahasianya yang berupaya mendeteksi torpedo buatan armada Sekutu.

Lamarr berpendapat bahwa jika pemancar serta penerima bisa melompat secara bersamaan dari frekuensi ke frekuensi, maka siapa pun yang ingin menginterupsi sinyal itu tidak akan tahu di mana lokasi pemberi sinyal tersebut. Yang patut disayangkan, Lamarr tidak mendapatkan penghargaan atas penemuannya tersebut.

11. Ilmuwan Perempuan Islam: Sutayta al-Mahamali

Ilmuwan Perempuan Islam Sutayta al-Mahamali

Sutayta merupakan perempuan ahli aritmetika pada abad ke-10. Ia bisa dibilang sangat berbakat dalam aljabar. Sejak kecil, ia banyak diajari oleh banyak ulama, termasuk ayahnya sendiri. Tidak hanya aritmetika, ia juga pandai dalam aspek seni Sastra Arab serta hadis

Read More
nama pahlawan perempuan indonesia Laksamana Malahayati

Malahayati Laksamana Laut Perempuan Pertama di Dunia

Nama pahlawan perempuan dari wilayah Aceh tak cuma Cut Nyak Dhien serta Cut Meutia saja yang teguh dalam bertempur memerangi penjajah. Aceh juga punya Laksamana Malahayati, yang bertempur dengan berani melawan tentara Belanda di perairan lepas, dengan tentaranya yang merupakan kumpulan para janda, yang disebut Inong Balee.

Baca Juga: Cerita Perjuangan Martha Christina Tiahahu Pahlawan dari Tanah Maluku

Fakta menarik lain dari Laksamana Malahayati adalah bahwa ia merupakan perempuan pertama di dunia yang berhasil menjadi seorang laksamana. Dan apakah kalian sudah tahu siapa Malahayati ini? Ia merupakan keturunan dari keluarga bangsawan saat Aceh sedang berjaya. 

Biografi Laksamana Malahayati

Menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Malahayati merupakan anak perempuan dari Laksamana Mahmud Syah. Ia juga memiliki kakek yang bernama Laksamana M. Said Syah, anak dari Sultan Salahuddin yang berkuasa di Aceh dari tahun 1530 sampai dengan 1539. Ayah serta sang kakek merupakan panglima armada laut pada di zamannya.

Semangat yang dipunyai ayah serta kakeknya ternyata menurun ke Malahayati. Meskipun perempuan mungkin tidak diharapkan menjadi laksamana laut, dia bercita-cita menjadi seorang pelaut atau laksamana yang kuat serta berani, persis seperti sang ayah serta kakeknya.

Baca Juga: 5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia

Saat ia beranjak dewasa, Malahayati memiliki keleluasaan untuk memilih sekolah. Ia akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan sekolah angkatan bersenjata milik kesultanan yang bernama Mahad Baitul Maqdis. Sekolah ini terdiri dari armada darat serta armada laut.

Dari sekolah inilah kemampuan ketentaraan Malahayati terbentuk, dididik oleh para guru yang merupakan perwira dari wilayah Turki. Pada zaman itu Aceh memang memperoleh dukungan dari Kesultanan Turki Utsmani. Di sekolah ini, ia akhirnya berjumpa dengan Tuanku Mahmuddin bin Said Al Latief yang akhirnya menjadi suaminya.

Peran Laksamana Malahayati

Laksamana Malahayati tak cuma memimpin tentara laki-laki, tetapi ia juga mengumpulkan kekuatan kaum perempuan, terlebih para janda yang ditinggalkan suaminya yang gugur dalam peperangan di Teluk Haru, persis seperti dirinya. Armada janda yang sangat berani dipimpin oleh Malahayati ini populer dengan panggilan Inong Balee seperti yang sudah kita bahas di atas.

Mulanya, tentara Inong Balee cuma terdiri dari seribu orang. Akan tetapi kemudian anggotanya berkembang menjadi dua ribu orang. Laksamana Malahayati menjadikan wilayah Teluk Lamreh Krueng Raya menjadi basis prajuritnya, dan daerah bukit yang berada tak jauh dari sana dibuat sebagai area pertahanan sekaligus menara untuk untuk mengawasi pergerakan musuh.

Malahayati memang sangat berpengaruh pada zaman itu. Selain mengatur tentara, ia juga memantau seluruh pelabuhan dan wilayah perdagangan yang ada di Aceh, beserta kapal-kapal yang berlabuh. Waktu itu, kesultanan punya tak kurang dari 100 buah kapal dengan ukuran besar yang satu kapalnya bisa membawa lebih dari empat ratus awak kapal.

Baca Juga: 4 Pahlawan Perempuan dari Jawa Barat adalah Tokoh Feminisme

Sampai dengan tanggal 21 Juni 1599, kumpulan penjelajah dari Belanda yang dipimpin oleh de Houtman bersaudara—Frederick dan Cornelis. Mereka berlabuh di dermaga Aceh dengan dua kapal berukuran besar yang diberi nama de Leeuw dan de Leeuwin. Frederick dan Cornelis de Houtman berlaku sebagai nakhoda dari dua kapal tersebut.

Awalnya, interaksi antara pendatang asal Eropa dengan rakyat Aceh baik-baik saja. Sampai akhirnya, karena sikap dari orang-orang Belanda serta tambahan hasutan dari seorang Portugis yang diyakini oleh Sultan Alauddin, mulailah terbentuk bibit kericuhan.

Saat sadar situasi mulai memanas, Frederick serta Cornelis membuat strategi dari kapal mereka, dan bersiap untuk menyambut serangan yang mungkin akan datang. Dan ternyata benar saja, Sultan Alauddin membuat perintah kepada Laksamana Malahayati untuk menyerang dua kapal Belanda yang masih berlabuh di Selat Malaka tersebut.

Pecahlah peperangan hebat di laut. Tentara Belanda ternyata kesulitan dalam menghentikan kekuatan dari tentara Malahayati, deretan para janda yang tidak takut kehilangan nyawa. Sampai akhirnya Laksamana Malahayati sukses masuk ke kapal Cornelis de Houtman dan saling berhadap-hadapan.

Malahayati memegang kuat senjatanya yang berupa rencong, sementara si nakhoda Belanda dipersenjatai sebilah pedang. Perkelahian satu lawan satu pun berlangsung. Pada satu titik di tengah pertempuran tersebut, Malahayati menusuk Cornelis sampai akhirnya tewas. Kejadian bersejarah ini terjadi pada tanggal 11 September 1599.

Baca Juga: 6 Pahlawan Perempuan Muslimah Asal Indonesia yang Jarang Diketahui

Tentara Belanda akhirnya kalah dan banyak yang meninggal. Sedangkan yang tersisa berhasil ditangkap dan dibawa ke penjara, termasuk saudara Cornelis, yaitu Frederick.

Akhir Hayat Malahayati

Laksamana Malahayati menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tahun 1615. Peristirahatan terakhirnya berada di Desa Lamreh, Aceh, Indonesia. Malahayati akhirnya diberikan titel sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 9 Oktober 2017 oleh Pemerintah, bersama-sama dengan beberapa pahlawan lainnya.

Read More
pengusaha perempuan

11 Pengusaha Perempuan Indonesia Sukses Membangun Bisnis Sendiri

Jika kamu mendengar kata start-up, apa yang langsung muncul di kepala? Mungkin banyak yang langsung berpikir bahwa ini industri baru yang masih berada dalam proses berkembang, dan dirintis serta dikuasai oleh pengusaha laki-laki.

Nah, di Indonesia sudah lumayan banyak usaha baru yang sukses menembus dunia start-up dengan ide-ide dan eksekusi brilian yang dibangun oleh pengusaha perempuan.

Berikut adalah beberapa nama para perempuan pengusaha ini, wirausaha perempuan yang sukses yang bahkan sampai ke luar Indonesia.

Baca Juga: Tantangan Perempuan dalam Sektor Bisnis dan Pemerintahan

1. Perempuan Pengusaha Martha Tilaar

Memilih jadi pengusaha perempuan di dunia yang maskulin ini memang tidak bisa dibilang gampang. Ada saja rintangan serta hambatan yang datang, baik dari dalam maupun luar lingkungan kita sendiri. Hal itu juga dihadapi oleh Martha Tilaar, pendiri perusahaan kosmetik dan berbagai layanan kecantikan Martha Tilaar Group.

Martha memulai bisnisnya dari nol, mulai dari modal yang sedikit, dengan mengubah garasi rumahnya sendiri. Biarpun ia lulusan akademi kecantikan di Amerika Serikat, yang dijalaninya saat mengikuti suami, akademisi H.R. Tilaar, melanjutkan studi, jalan ketika pulang ke tanah air tidaklah gampang.

Martha, yang lahir pada 1937 dengan nama Martha Handana, mengatakan bahwa cara pandang, sistem, dan budaya di masyarakat terkait perempuan sering kali menyandung langkah mereka dalam berkarier.

2. Pengusaha Perempuan Catherine Hindra Sutjahyo

Kalian pasti sudah dengar atau malah sudah sering berbelanja di marketplace Zalora, kan? Nah, perempuan yang biasa dipanggil Catherine ini termasuk perempuan kreatif yang ada di belakang layar Zalora, tempat belanja produk fashion secara online yang resmi beroperasi di dalam negeri mulai sekitar tahun 2012. Buat membangun usahanya ini, ia melakukan sebuah dedikasi besar yaitu keluar dari perusahaan multinasional.

3. Pebisnis Perempuan Indonesia Intan Anggita Pratiwie

Sekarang ini sudah banyak orang yang melakukan pekerjaan yang sangat bertolak belakang dari background pendidikan secara formal, tidak terkecuali buat seniman daur ulang yang bernama Intan Anggita Pratiwie. Dia merupakan jebolan Fakultas Hukum Universitas Parahyangan, Bandung, yang akhirnya berhasil mendapatkan gelar master di bidang seni pertunjukan dari Institut Musik Daya Indonesia. Dunia daur ulang yang ia pelajari saat ini adalah passion dari dahulu yang sangat ia dapatkan karena sering memperhatikan kegiatan kedua orang tuanya. 

“Ayah saya refurbished mobil lama seperti baru lagi. Ibu saya melakukan vermak baju,” kata Intan lewat surel kepada Magdalene

Rasa penasaran dan ketertarikan mengenai isu pengurangan sampah fashion selalu mendapatkan dukungan dari sang suami, Aria Anggadwipa. Bersama Aria, Intan pernah mengadvokasi berbagai isu di Indonesia Timur, yang didokumentasikan di website menujutimur.com (yang sekarang sudah tidak aktif). Supaya kegiatan tersebut bisa terus berjalan, Intan akhirnya membuat brand pakaian daur ulang Sight From The East, yang sekarang ini sudah berubah nama menjadi Sight From The Earth.    

Baca Juga: Perempuan Pemimpin dalam Film: Kurang Representasi, Diseksualisasi

4. Pengusaha Perempuan Sukses di Dunia: Susi Pudjiastuti

Walau dia sering dianggap remeh karena cuma lulusan SMP, Susi Pujiastuti enggak pernah tersinggung. Pada saat pertama kali ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, sosok Ibu Susi menuai polemik. Alasannya enggak cuma karena karakternya yang eksentrik, tapi juga background pendidikannya yang enggak biasa buat seorang menteri. Ya, kita mengetahui kalau beliau pendidikan terakhirnya SMP. Namun dia bisa memperlihatkan kalau hal tersebut sama sekali tidak menghambatnya dalam mengerjakan tugas-tugas kementerian yang berat.

Susi tidak malu mengakui kekurangannya—sebuah pelajaran yang bagus buat kita. Kita tidak mesti malu dengan kekurangan yang dimiliki, malah hal tersebut menjadi pemicu untuk dapat berbuat yang lebih lagi. Tidak cuma berhasil menjadi seorang pengusaha, Ibu Susi faktanya juga bisa melesat menjadi seorang menteri. Kisah ini juga bisa menjadi inspirasi buat kita, khususnya buat kaum perempuan.

5. Perempuan Pebisnis Claudia Wijaya & Yenti Elizabeth

Awalnya BerryBenka cuma online shop kecil yang dibuat oleh dua perempuan ini sekitar pada tahun 2011. Sesudah berproses serta bertransformasi, BerryBenka sukses berubah jadi marketplace yang menghidangkan segala keperluan perempuan dan laki-laki yang ingin tampil maksimal. Sekarang ini BerryBenka sudah mendapatkan investasi lebih dari Rp60 miliar.

6. Pengusaha Perempuan Muslimah Diajeng Lestari

HijUp merupakan online shop yang dibuat oleh Diajeng Lestari. Berbeda dengan toko online yang lain, HijUp berfokus pada penjualan baju serta aksesoris yang khusus menyasar perempuan muslim Indonesia. Diajeng memulai bisnisnya ini dari 2011 dan ia pun akan memulai ekspansi ke pasar luar negeri.

Baca Juga: Film-film Hayao Miyazaki dan Representasi Kepemimpinan Perempuan

7. Pengusaha Sukses Donna Lesmana

Untuk kalian yang sedang mencari koleksi lingerie model paling baru, kalian bisa mencoba melirik lingerie di online shop milik Donna, Lolalola. Usaha online ini bisa dibilang berhasil; dimulai pada tahun 2014 dan sudah bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang ada di Hong Kong. Dan yang pasti, kemungkinan Donna bisa dengan cepat memperluas bisnisnya ini di kancah internasional pun sangat bisa terjadi.

8. Pebisnis Perempuan Sukses Grace Tahir

Direktur Utama Rumah Sakit Mayapada ini memperluas sayapnya dalam dunia kesehatan dengan membuat PilihDokter. Usaha online yang dimulai pada sekitar tahun 2014 ini menyodorkan bantuan buat berbagai masalah kesehatan, dengan cara menjadi semacam tempat buat para pasien serta dokter untuk bertemu secara online untuk konsultasi.

9. Perempuan Sukses Nabilah Alsagoff

Doku adalah tempat pembayaran secara online yang dibangun sekaligus dipimpin oleh Nabilah. Bisnis ini diterima hangat oleh berbagai perusahaan yang sudah besar di Indonesia dan Asia, seperti AirAsia dan Sinar Mas.

Mereka tidak ragu mempercayakan masalah pembayarannya pada perusahaan yang didirikan oleh perempuan muda ini. Rahasia yang membuatnya berhasil adalah berani untuk menghadapi risiko dan menggapai mimpinya, bahkan saat itu ia harus berhenti dari pekerjaan lamanya di Kementerian Pariwisata Indonesia.

10. Entrepreneur Perempuan Veronika Linardi

Perusahaan start-up yang dibuat Veronika adalah website Qerja, yang memberikan data tentang pendapatan atau gaji di perusahaan-perusahaan yang ada di dalam negeri. Para job seeker maupun yang sudah jadi karyawan dapat saling bertukar informasi tanpa memberikan identitas di Qerja.

Pengetahuannya dalam bidang sumber daya manusia memberikan rasa percaya diri untuk membuat usaha online ini. Veronika juga memiliki perusahaan pencari kerja yang ia pimpin sendiri dari sekitar tahun 2006, yaitu Linardi Associates.

11. Anne Patricia Sutanto Pebisnis Perempuan Tangguh yang Bertahan di Tengah Pandemi

Anne Patricia Sutanto tak punya niat untuk berkecimpung dalam dunia bisnis. Waktu remaja, ia kepingin masuk bidang hukum dan bertekad masuk sekolah hukum di Universitas Indonesia atau Universitas Gadjah Mada. Akan tetapi, sang ayah meminta Anne buat sekolah ke Amerika Serikat.

“Saya berpikir ingin jadi bio-technologist karena ayah saya itu founder dari PT Kayu Lapis Indonesia. Ternyata paling cocok untuk jadi bio-technologist itu, S1-nya either harus teknik kimia, kimia atau biologi. Dari situ saya memutuskan untuk mengambil teknik kimia,” ujar Anne pada How Women Lead.

Di Amerika, ia bersekolah di University of Southern Californiia (USC) di tahun 1990. Ketika menginjak semester 2, ayahnya mengalami stroke. Akibatnya, perusahaan harus dijalankan oleh anak-anaknya, namun saat itu kakak Anne tidak bersedia.

“Saya ngomong ke Ayah, saya akan coba untuk melanjutkan (bisnis), tetapi saya mau lulus terlebih dahulu. Setelah itu, saya langsung ketemu rektor saya dan menyampaikan kalau saya ingin cepat lulus. Saya akhirnya dibuatkan program khusus dengan syarat GPA saya harus di atas 3,” ujar Anne.

Pada tahun 1992 Anne lulus kuliah dan sesuai dengan janjinya pada sang ayah, ia pun langsung bekerja di Kayu Lapis. Ia langsung menghadapi tantangan karena dianggap tidak memiliki latar belakang bisnis.

“Saat itu om saya kurang menerima (keterlibatan saya) karena sebab itu. Ditambah lagi ia menganggap, saya ini perempuan, tahu apa soal bisnis laki-laki. Padahal saat itu saya menikmati pekerjaan saya yang harus ke lapangan seperti ke Kalimantan, Papua,” ujarnya.

Bagaimana, nih? Dari pengusaha perempuan yang ada di Indonesia yang kita bahas di atas ini, semua keren sekali, ya? Kamu pun dapat memulai bisnis sendiri. Jangan ragu serta terlalu banyak memikirkan pertimbangan, yang malah membikin kamu menjadi jauh dari mimpi. Asal ada tekad serta komitmen, kamu pasti dapat menjadi seperti salah satu di antara mereka. Siapa tahu nanti berikutnya namamu juga tertulis di atas!

Read More