Jangan Datang dengan Kepala Kosong, 4 Alasan ‘Kepoin’ Calon Perusahaan

Rekan kerja

Wawancara adalah proses penting dalam rekrutmen kerja. Bukan hanya jadi ruang bagi calon pekerja mempromosikan diri, tapi juga mengidentifikasi apakah visi misi perusahaan selaras dengan tujuan pribadi.

Karena pentingnya wawancara kerja, kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan semaksimal mungkin. Apalagi mengingat ketatnya kompetisi berburu pekerjaan, sehingga pelamar kerja harus tampil menonjol ketimbang kandidat lainnya.

Walaupun dalam wawancara perekrut lebih banyak mempertanyakan tentangmu, riset terkait latar belakang perusahaan juga tak kalah penting. Berikut Magdalene merangkum empat alasan kamu perlu melakukan riset tentang perusahaan, agar mudah diterima dalam pekerjaan.

1. Siapkan Diri dan Tunjukkan Ketertarikan pada Perusahaan

Selain mempersiapkan diri dengan mengetahui kemampuan dan pencapaian, untuk meningkatkan kesempatan diterima, kamu perlu menggali sejumlah informasi tentang perusahaan.

Hal itu diyakini membantumu lebih percaya diri saat menjawab pertanyaan, dan menunjukkan antusiasme untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Bahkan riset perusahaan juga memberikan kesan baik bagi pewawancara, karena mereka tidak perlu menyampaikan informasi mendasar yang perlu diketahui. Sehingga, ini memberikan poin plus bahwa kamu memiliki inisiatif mencari informasi yang dibutuhkan.

Kamu bisa mencari tahu, berapa lama perusahaan itu bergerak, produk dan layanan yang diberikan, visi misinya, berita dan pencapaian perusahaan terkini, dan sosok yang memimpin.

Tak hanya memengaruhi penilaian yang memberikan nilai lebih, kamu juga semakin mengenal apakah bidang perusahaan itu bergerak, sesuai dengan ketertarikan, keinginan, dan kebutuhan dalam berkarier.

Baca Juga: 8 Tips Cara Membuat CV yang Menarik di Mata Perekrut

2. Mempelajari Kultur, Misi, dan Nilai Perusahaan

Meskipun kejujuran adalah salah satu kunci dalam proses wawancara, sebaiknya kamu menyesuaikan jawaban dengan kultur, misi, dan nilai perusahaan.

Ketika ditanya tentang alasan melamar pekerjaan tersebut misalnya, kamu dapat menjawab bagaimana posisi dan perusahaan itu akan berdampak signifikan pada perkembangan kariermu. Atau menjelaskan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan, sangat sesuai dengan ketertarikanmu pada industri tersebut, jika dibandingkan kompetitor.

Lebih dari itu, memahami kultur perusahaan akan memudahkanmu menyesuaikan diri saat proses wawancara. Contohnya dalam berpakaian, kamu tidak perlu mengenakan setelan jas apabila perusahaannya tidak begitu formal, tetapi memakai busana lainnya yang lebih kasual dan tetap rapi.

Atau yang tidak kalah penting adalah cara perusahaan memperlakukan pekerjanya, apakah mereka cukup inklusif atau diskriminatif dan tidak bisa melindungi para pekerja. Terlepas dari tingginya penghasilan, hal-hal tersebut juga perlu dipertimbangkan demi kesejahteraan diri selama bekerja.

Melansir Forbes, kultur merupakan aspek penting dalam perusahaan. Dari sini, nilai yang dipegang dapat teridentifikasi. Misalnya, perusahaan yang memprioritaskan pencapaian tujuan, akan mendorong pekerjanya untuk menentukan dan memenuhi tujuannya masing-masing.

Dari situ, kamu juga dapat melihat bagaimana mereka mempertahankan pekerjanya, sehingga minim turnover dan relasi di dalam tim lebih kuat, karena tidak perlu gonta-ganti pekerja.

Dengan demikian, kamu memperoleh gambaran lebih besar tentang perusahaan, dan mampu memperkirakan apakah itu tempat yang tepat untukmu bekerja.

Baca Juga: Cara Menemukan Karier yang Tepat untuk Para Fresh Graduate

3. Sesuaikan Diri dengan Perusahaan

Direkrut sebagai pekerja merupakan tujuan utama dari wawancara, sehingga kamu perlu menunjukkan diri sebagai orang yang tepat, agar diterima di perusahaan. Karena itu, saat melakukan riset, temukan aspek atau nilai yang diprioritaskan perusahaan, kemudian implementasikan lewat jawaban yang diberikan.

Terkait akuntabilitas contohnya. Jika mereka menghargai pekerja yang bertanggung jawab, jelaskan bagaimana di pekerjaan sebelumnya, kamu menentukan strategi untuk memenuhi target perusahaan, atau berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline.

Selain menyelaraskan kemampuan dan pengalaman dengan nilai yang dipegang perusahaan, pewawancara dapat menemukan kecocokkan karaktermu dengan kualifikasi pekerja yang dibutuhkan, sehingga mereka mampu menggambarkan kinerjamu bersama tim.

Baca Juga: Persiapan Masuk Dunia Kerja yang Perlu Diketahui Para Fresh Graduate

4. Siapkan Pertanyaan untuk Mengenal Perusahaan

Setelah proses wawancara dilakukan, umumnya user ataupun staf lainnya yang mewawancarai akan memberikan kesempatan bertanya. Sebagai calon pekerja, sebaiknya kamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengetahui lebih dalam tentang lingkup perusahaan, maupun deskripsi pekerjaan.

Selain untuk menggali informasi lebih lanjut, momen ini juga membuktikan kesiapan diri dan kesungguhan, bahwa kamu berusaha membiasakan diri dengan perusahaan melalui riset. Namun, sebaiknya hindari sejumlah pertanyaan umum yang dapat ditemukan di internet.

Kamu dapat menanyakan hal-hal yang lebih relevan dengan cara kerja mereka. Misalnya tujuan yang ingin dicapai perusahaan dan bisa kamu lakukan untuk meraihnya, cara perusahaan mengimplementasikan budaya yang dipegang, performa yang diharapkan setelah setahun bekerja, atau upaya atasan mendukung kesuksesan pekerjanya, dalam bidang yang ditekuni.

Alhasil, pewawancara akan melihat semangatmu untuk terlibat dalam perusahaan, dan kamu mengetahui apakah tujuan perusahaan serupa dengan tujuan kariermu.

Sementara jika tidak mengajukan pertanyaan, kemungkinannya pewawancara akan menilai kamu tidak memiliki antusiasme untuk bekerja bersama mereka.